
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Masih di butik ,Kanaya merasa kecewa karena Nathan sudah memiliki istri, namun ke inginan nya bukannya menyusut untuk menjadi istri Nathan justru malah semakin besar, dia merasa tertantang karena menurut Kanaya hanya dirinya lah yang cocok untuk menjadi pasangan Nathan.
"Tidak apa apa kok Aunty, walau aku menjadi istri keduanya bang Nathan." ucap Kanaya dengan tidak tahu malunya.
'Dasar tidak tahu malu.' Umpat Sintia dalam Hati.
"Carolina soal itu Aunty tidak ikut campur, semuanya terserah Nathan saja." untuk menolaknya secara langsung dia merasa tidak enak pada Clarissa.
"Sayang,,, kamu itu masih muda Pria itu bukan hanya Nathan, lupakan Nathan ya nak."
"Tapi Mom aku sukanya sama Bang Nathan."
'Kecil kecil sudah mau jadi pelakor' guman Rosalina.
"Maaf ya Sin jangan anggap serius ucapan Carolina, bawa juga ya menantu mu saat pesta." ucap Clarissa dengan senyum manisnya.
"Pasti Ris,,, ."
Robert dan Derrick dari tadi hanya memperhatikan para Wanita, senyum sinis tercetak di wajah Derrick.
"Yakin kamu jika dia Putri kandung mu yang hilang?" tanya Derrick tiba tiba.
Robert menoleh menatap wajah Derrick yang seakan sedang mengejeknya.
"Apa maksud mu Derrick?" tanya Robert.
"Haha,,, kamu tahu maksudku, tapi kamu berusaha menyangkalnya."
"Apa jangan jangan kamu mengetahui sesuatu?"
"Mungkin iya, mungkin tidak." jawab Derrick.
"Dari dulu kamu itu terlalu Bodoh makanya dengan mudah di tipu Calista."
"Apa maksud Rick?"
"Cari tahu saja sendiri,jangan sampai penyesalan menghampiri mu."
Derrick meninggalkan Robert yang masih mematung mencerna setiap ucapannya, dia menyusul Istrinya yang masih berbicara dengan Rosalina dan Clarissa.
"Sudah Mom?" tanya Derrick.
"Sudah." jawab Sintia.
"Kalau begitu kita duluan,,," pamit Sintia pada Rosalina dan Clarissa mengabaikan keberadaan Kanaya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Di tempat lain seorang perempuan berlari dari kejaran pria yang bepakaian serba hitam, dia terus berlari hingga sampai di permukiman kumuh dia memasuki sebuah rumah mengambil ponselnya menghubungi seseorang.
"Halo kamu harus hati hati jangan sampai ada orang yang mencurigai mu." ucapnya.
"Kamu tenang saja ."
"Cepat kuasai seluruh harta mereka."
"Sudah dulu aku sedang di butik, nanti ada yang curiga."
"Mau lari kemana lagi kamu.?" tanya Pria yang mengajar wanita tadi.
Wanita itu segera di tangkap kemudian mereka bawa untuk menghadap Bos mereka.
"Lepaskan saya,,," teriaknya.
Karena mereka merasa risih dengan teriakan Wanita itu segera saja mereka menyumpal mulut wanita itu menggunakan kain.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Robert merasa curiga mendengar Kanaya berbicara dengan ponselnya secara bisik bisik dan itupun di dalam toilet Butiknya Rosalina, tadinya dia ingin menyusul Kanaya karena terlalu lama, namun dia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Kanaya yang berbisik bisik.
Ada apa sebenarnya, mengapa setelah berbicara dengan Derrick tadi dia mulai ragu jika Kanaya adalah putrinya yang hilang.
"Daddy,,," kaget Kanaya saat melihat Robert di depan Pintu toilet, tapi dia mencoba bersikap biasa saja.
"Daddy menyusul mu Kate terlalu dalam di Toilet." ucap Robert.
"Perutku mules Dad."
"Kalau begitu kita langsung pulang ya, biar Kamu bisa segera istirahat."
Robert , Clarissa dan Kanaya langsung pulang dari Butik, Robert terlihat lebih banyak diam setelah dari Butik.
"Mom,,, Carolina pengen punya mobil sendiri seperti teman teman Carolina." rengek Kanaya.
"Tapi kamu masih kecil sayang."
"Boleh ya Mom,,"
"Minta sama Daddy Sana."
"Dad,,, Carolina pengen punya Mobil sendiri, boleh ya Dad."
"Baiklah." jawab Robert singkat.
"Sekarang kamu istirahat ya,, "
"Oke Daddy." Setelah Kanaya pergi ke kamar, Robert pergi ke ruang kerjanya, di ikuti Clarissa di belakangnya,dia merasa sedikit aneh dengan sikap suaminya.
"Daddy apa yang kamu cari?" tanya Clarissa pada Robert.
"Aku mencari berkas berkas tentang Carolina." jawab Robert.
"Buat apa?" tanya Clarissa.
"Jujur saja Mom,,, aku sedikit ragu jika Kanaya adalah putri kita yang hilang."
"Kenapa Daddy berkata seperti itu?"
"Tanyakan pada hati Mommy yang paling dalam, yakinkah Mommy jika dia memang benar benar Putri kita."
Clarissa diam, hatinya memang ada sedikit keraguan namun dia mencoba meyakini nya, karena berdasarkan semua bukti Kanaya memang putrinya yang hilang.
"Kenapa Daddy sekarang ragu bukannya tadi pagi Daddy masih begitu yakin?"
"Entahlah Mom,, tadi setelah berbicara dengan Derrick hati Daddy menjadi ragu."
"Apa Derrick mengetahui sesuatu Dad?"
"Mungkin saja."
"Kenapa tidak Daddy tanyakan saja pada Derrick."
"Mommy tahu sendiri kan sifat Derrick seperti apa."
"Mommy tahu, pastinya dia tidak akan dengan mudah memberitahu kan kita."
Zein mengetuk pintu ruang kerja Daddy nya, diq tadi mencari Daddy ke kamar namun tidak menemukan nya, akhirnya mencari ke ruang kerjanya.
"Zein,, tumben kamu pulang." ucap Clarissa.
"Ada sedikit keperluan dengan Daddy."
"Ada apa Zein?"
"Ada hal penting,,," Zein melirik Clarissa.
"Katakan saja." ucap Clarissa.
Zein menghela nafas, menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Jujur saja ini tentang Carolina."
"Kenapa dengan Carolina?"tanya Clarissa.
"Kunci pintunya dulu, jangan sampai ada yang mendengar pembicaraan kita."
Robert segera mengunci pintu ruangan nya menggunakan remote, setelah merasa aman Zein kembali membuka suara.
"Zein ragu jika sebenarnya Kanaya adalah Princess kita yang hilang." ucap Zein.
"Kami baru saja membicarakan nya,dan kami juga merasakan hal yang sama."
"Kok bisa."
"Tadi kami dari Butik bertemu dengan orang tuanya Nathan dan Derrick bertanya apakah Daddy yakin jika Kanaya adalah putri kandung Daddy."
"Dari situlah Daddy merasa ragu."
"Nathan juga seperti mengetahui sesuatu, namun dia seolah enggan memberitahu Zein Dad."
"Kamu kan sahabat nya Nathan Zein, coba kamu tanyakan pada dia."
"Nathan itu sama seperti Uncle Derrick tidak akan mempermudah Zein justru akan mempersulit."
"Kamu benar Nathan dan Derrick memang sama saja."
"Kita harus menyelidiki ini, tapi jangan sampai Kanaya curiga."
"Mommy terserah kalian saja bagaimana baiknya."
"Kalau begitu Zein pergi dulu." pamit Zein.
"Kamu tidak makan dulu nak."
"Sudah tadi."
Setelah Zein pergi Robert menghubungi anak buahnya, dia memerintahkan untuk menyelidiki kembali putri nya yang hilang, dan menyelidiki ke aslian dokumen tentang Kanaya.
"Kita harus bersikap biasa saja, jangan sampai ada yang mencurigai kita jika kita mulai ragu kalau Kanaya putri kita, karena jika benar Kanaya bukan putri kita pasti ada orang di baliknya." ucap Robert.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘