
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dua gundukan tanah berdampingan , dengan nisan bertuliskan Vania Abigail dan Naina Abigail.
Beby berjongkok di antara keduanya, dari tadi tangisnya tidak bisa berhenti, walau sudah tidak berteriak teriak seperti tadi, namun air matanya tetap mengalir deras.
"Kita Pulang,,!" ucap Nathan.
"Tidak,,,! Beby mau disini saja, Beby mau sama Bunda dan Kakak." tolak Beby.
Nathan yang memang tidak menyukai penolakan, segera menggendong tubuh Beby seperti karung beras.
Beby meronta memukul mukul tubuh Nathan, namun tetap saja Nathan menggendong tubuh Beby, tidak sedikit pun terasa pukulan Beby pada Nathan.
"Beby sayang sama Bunda?" tanya Nathan dengan gayanya yang tetap datar.
Beby mengangguk kemudian menatap Nathan, dengan pandangan yang membuat Nathan ingin sekali menciumnya.
"Kalau Beby sayang sama Bunda, sekarang Beby harus nangis, relakan Bunda, kamu mau membuat Bunda bersedih?"
"Tidak,," jawab Beby pelan.
Nathan tersenyum samar "Kalau begitu sekarang berhenti nangis ."
Beby menurut setelah itu Nathan menyuruh supirnya menjalankan mobilnya, Beby masih saja terlihat sedih, Nathan menarik tubuh Beby ke dalam pelukannya, mengelus elus kepala Beby dengan penuh kasih sayang.
'Bermainlah dulu sepeuas mu sebelum nyawamu aku hentikan,,' Nathan membatin dengan licik, wajahnya di sertai seringai mengerikan.
Mungkin karena kecapekan Beby tertidur dalam pelukan Nathan, bahkan sampai di Mansion Nathan Beby tetap terlelap dengan nyaman dalam pelukan Nathan.
Dengan pelan Nathan menggendong Beby membawanya ke dalam kamar Utama, melettakan dengan pelan seolah Beby adalah barang yang mudah pecah.
"Tidak akan aku biarkan secuil bahaya mendekati mu My Dear,, "
Nathan meninggalkan kamarnya menuju ruang kerjanya karena ada beberapa hal yang harus dia urus.
"Pergerakan yang cukup bagus." Nathan memperhatikan layar laptop nya dengan wajahnya yang tetap datar.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Di Mansion mewah keluarga Greyson sedang berbahagia karena Princess yang selama ini di tunggu tunggu akhirnya ketemu juga.
"Aku benar benar tidak sabar Dad menunggu kedatangan Princess Dad." ucap Nyonya Clarissa Greyson pada suaminya Tuan Robert Johnson Greyson.
"Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan putri kita Mom."
Sepuluh menit kemudian, mobil mewah ber iringan memasuki pekarangan Mansion, para pengawal dan pelayan berjejer menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya muda mereka.
"Zein,,, dimana Adikmu ?" tanya Clarissa dengan tidak sabaran.
"Sabar Mommy, Princess mungkin masih malu dia tidak mau keluar dari mobil." ucap Athar.
Clarissa dan Robert mendekat kearah putrinya yang menunduk di dalam mobil.
"Sayang,,," tangis Clarissa langsung pecah, dia segera memeluknya dengan erat.
Tuan Robert ikut memeluk putri mereka, Princess yang selama ini mereka rindukan pelita keluarga Greyson.
"Turun yuk Princess Mommy." ajak Clarissa.
"Siapa nama mu Princess?" tanya Robert.
"Kanaya Larasati " jawab Kanaya pelan.
"Turun yuk nak,,, " Sekali lagi Clarissa mengajak Kanaya turun.
Kanaya menurut, turun dari mobil dengan menundukkan kepalanya,dituntun untuk memasuki Mansion oleh Clarissa.
Setelah sampai di ruang keluarga Clarissa memperkenalkan semua anggota keluarga pada Kanaya.
"Sayang perkenalkan ya,, nama Mommy Clarissa Greyson, ini Daddy mu Robert Johnson Greyson,dan yang itu Abang pertama mu namanya Zein Alexander Greyson."
"Dan yang ini Abang kedua mu Athar, Athar Alexander Greyson."
"Kanaya " ucap Kanaya pelan.
"Maaf kan Abang ya dek baru menemukan dirimu, pasti selama ini kamu hidup menderita kan."
"Hiks,,, hiks,,, "Tiba tiba Kanaya menangis membuat semua keluarganya panik.
"Sayang,," Clarisa segera memeluk putri nya.
"Maafkan Mommy ya nak,"
"Mommy,,, Kanaya, hiks,,"
"Nama kamu Caroline Angeline Greyson ya nak,, "
Diantara semua orang hanya Zein yang terlihat datar, tidak ada senyum di wajahnya,dalam hatinya dia merasa ragu kalau kanaya adalah Carolina walau semuanya membuktikan bahwa Kanaya adalah Princess keluarga Greyson yang di buang oleh saudara kembar Mommy nya.
Clarissa meminta Kanaya menceritakan kehidupannya selama ini.
"Hiks,, dulu Carolina sempat berpikir kalau memang benar aku ini anak haram seperti yang sering teman teman aku katakan."
"Maaf kan kami sayang terlambat menemukan kamu, Calista terlalu pintar menyembunyikan kamu." Clarissa ikut menangis, karena ulah saudara kembarnya itu dirinya harus berpisah dengan putrinya.
FLASHDISK tujuh belas tahun lalu Clarissa dan Calista adalah saudara kembar, Clarissa sudah memiliki keluarga dan di karunia dua orang putra yaitu Zein dan Athar, sementara Calista saudara kembarnya memilih jalan yang salah dengan menjadi penghancur keluarga orang lain.
Pada saat dirinya hamil tepat pada saat itu Calista juga hamil, walau berulang kali dia menasehati saudara kembarnya agar tidak merusak keluarga Naina karena yang dia tahu, saat itu Naina mempunyai seorang Putri, namun adiknya itu tidak mengindahkan perkataannya.
Singkat cerita saat dirinya melahirkan bersamaan dengan itu juga Calista melahirkan, tapi naasnya bayi yang Calista lahir kan meninggal Dunia, Calista tidak menerima semua itu.
"Mengapa aku selalu bernasib buruk, tidak seperti kamu Clarissa, kamu punya segalanya Suami yang sangat menyayangi mu, dua putra dan sekarang kenapa harus bayiku yang mati kenapa bukan bayimu" teriak Calista, memang selama ini dia menyimpan rasa iri pada saudara kembarnya itu karena dia selalu lebih beruntung darinya.
Karena rasa iri nya itu Calista nekad menculik putri saudara kembarnya itu lalu membuangnya.
Bertahun tahun Keluarga Greyson mencari Calista, tapi dia menghilang bagai di telan bumi.
Hanya satu kalung yang di rancang husus untuk princess keluarga Greyson dan tanda lahir berbentuk bulan di bahu kanannya yang menjadi petunjuk.
Dan semuanya sudah ada pada diri Kanaya Larasati, tes DNA pun sudah di lakukan dan hasilnya 99 persen cocok.
"Sekarang saatnya Princess bahagia, apapun keinginan Princess pasti akan kami turuti." ucap Robert sambil mengelus kepala Putrinya dengan lembut.
"Beneran Dad?" tanya Kanaya dengan berbinar.
"Coba panggil Daddy sekali lagi sayang?" Robert terharu dirinya di panggil Daddy oleh Putrinya.
"Daddy,,"
"Terimakasih Princessnya Daddy."
"Bolehkah kalau Kanaya sekolah?"
"Tentu boleh sayang"
"Kamu mau sekolah dimana sayang?" tanya Clarissa.
"Aku ingin sekolah di Romanov school Mom,, aku pernah dengar kalau sekolah disana itu menyenangkan." ucap Kanaya pelan.
"Baiklah Princess lusa kamu langsung masuk sekolah, sekarang kamu kelas berapa?"
"Kelas tiga Dad."
"Biar Daddy urus semuanya."
Keluarga Greyson saat ini diliputi rasa bahagia karena, mereka bersyukur karena tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk berkumpul kembali dengan Princess mereka.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Maaf ya Update nya lama ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️