
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Lima belas menit berlalu Zein masih bicara dengan Beby, tadi saat Adiknya yang menelpon dia malah ogah ogah-ogahan mengangkat nya, tapi ketika sama Beby Zein begitu hangat.
"Abang masih di kantor?" tanya Beby.
"Iya Abang masih di kantor."
"Abang tidak pulang, Nanti di cariin Om dan Tante."
"Kenapa Beby Manggilnya Om dan Tante bukannya kemarin udah panggil Mommy dan Daddy?"
Beby langsung menunduk sedih, dia mengingat Sintia dan Robert kembali.
"Beby mau Es krim?" tanya Zein.
"Mau mau,,,," jawab Beby antusias.
"Ya sudah kalau begitu Abang tutup dulu telponnya, Abang mau beli Es krim nya dan langsung pergi ke rumah Beby ya,,,"
"Oke,,, Beby tunggu ya Bang,,,,"
Zein segera membereskan meja kerjanya, dia bergegas meninggalkan kantornya, sampai di supermarket dia langsung membeli beberapa Es krim,susu dan permen untuk Beby dan beberapa cemilan lainnya.
'Drttt,,, drttt' ponsel Zein bergetar melihat ternyata nomer baru yang menghubungi nya, dia segera mengangkatnya takut itu dari Beby.
"Halo,,,"
"Abang,,," rengek Kanaya.
"Hm,,," Zein hanya menanggapi dengan deheman saja.
"Bang Carolina pengen Es krim."
"Di kulkas banyak es krim." jawab Zein dingin.
"Tapi Carolina inginnya dibelikan Abang."
"Abang sibuk." Zein langsung mematikan ponselnya.
Entah mengapa dia meragukan jika Kanaya adalah adiknya yang hilang,justru dia lebih meyakini kalau Beby adalah Adik kandungnya, jika benar Beby adalah Adik nya yang hilang, Nathan tidak akan membiarkan Beby tinggal bersama keluarga nya, karena dia tau sifat Nathan.
Sampai di rumah Nathan Zein langsung di sambut Beby di ruang tamu, dia memang tadi menunggu Zein.
"Abang,,,,!" teriak Beby langsung berlari memeluk Zein.
"Ikatan darah memang lebih kental dari air." ucap Nathan.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu Nathan kalau Beby itu memang Adiknya Son?" tanya Derrick.
"Biarkan dia berusaha Dad, keluarga Greyson terlalu Bodoh, mau mau saja di Bodohi wanita siluman itu."
jawab Nathan meninggalkan Derrick menarik Beby dari pelukan Zein.
"Gak ada kerjaan?" Tanya Zein dengan sinis.
"Hm,,," jawab Zein.
"Ini buat Beby." Zein memberikan beberapa kantong kresek buat Beby.
"Makasih Abang." ucap Beby.
"Sudah datang Zein, duduk dulu nak." ucap Sintia membawa nampan berisi minuman.
Beby membawa kantong kresek yang diberikan Zein, dan duduk si sebelah Derrick.
"Sini Sayang biar Daddy yang bukain." Derrick membukakan tutup Es krim Beby, Karena melihat Beby kesusahan untuk membukanya.
"Makasih Daddy,,,"
Derrick tersenyum mengelus kepala Beby, kalau sampai Robert tahu jika Beby putri kandungnya pasti dia akan sangat menyesali semuanya.
"Daddy mau,,,?" tawar Beby menyodorkan sesendok Es krim pada Derrick. Derrick menerima suapan Beby.
Beby yang memang dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Daddy,dia mendapat kan itu semua dari Derrick, dia begitu menyayangi Beby layaknya putri kandungnya.
"Sayang,, jangan banyak banyak makan Es krimnya, Beby kan belum sembuh sayang."
Beby cemberut, dia masih enak enaknya makan Es krim pemberian Zein.
"Mom,,," rengek Beby.
"No sayang,,, makan besok lagi ya,,," Sintia berkata dengan lembut.
"Dad,,," Beby menatap Derrick dengan Puppy eyesnya, mencari pembelaan.
"Sini biar Daddy yang suapin." Derrick mengambil sendok di tangan Beby menyuapi Beby, Sintia menatap tajam Derrick.
"Dad,,,!" seru Sintia.
"Tidak apa apa mom sedikit lagi, tapi setelah ini Beby langsung meminum vitaminnya ya nak." ujar Derrick.
"Oke,,,"
Nathan dan Zein saling menatap tajam, mereka saat ini berada di taman samping Mansion Nathan.
"Apa ?" Nathan mengangkat ujung bibirnya tersenyum picik seolah mengejek Zein.
"Katakan,,,!"
Nathan hanya mengangkat sebelah alisnya, dia mengerti maksud Zein. Namun, Nathan tetaplah Nathan, dia tidak akan mempermudah Zein justru dia akan semakin mempersulit nya.
"Bodoh,,,!" balas Nathan.
Zein yang emosi menarik kerah baju Nathan, tapi langsung Nathan balas menarik kerah baju Zein juga.
"Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Zein.
"Apa?" tanya Nathan balik.
"Kamu pasti tahu sesuatu kan?"
"Kalaupun iya, saya tidak akan pernah mengatakannya." jawab Nathan santai.
"Punya otak di buat mikir." Nathan menepuk dada Zein.
"Bodoh kok di pelihara." Nathan meninggalkan Zein yang masih mengepalkan tangannya, bertanya pada Nathan sama saja bertanya pada Patung.
"Kalau sampai benar Beby itu Adikku, tidak akan aku biarkan dia bersama pria gila seperti mu." desis Zein.
"Lakukan,,, !"
"Tapi jika kamu mampu." lanjut Nathan.
Ingin rasanya dia menonjok sahabat nya itu, tapi itu hanya lah angan saja.
Sampai diruang tamu Nathan melihat Beby yang sudah terlelap di pangkuan Mommy nya.
Nathan mengangkat nya memindahkan ke kamar mereka, melettakan dengan pelan takutnya Beby terganggu.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Malam berganti saatnya mentari mengganti kan tugas rembulan, Beby masih betah di alam mimpinya bergelung di bawah selimut.
"Dear,,, bangun." Nathan menepuk pelan Beby karena dari tadi tidak bangun bangun.
"Enghhh,,," Beby menggeliat membuka matanya perlahan.
"Bangun dulu, hari ini Beby ujian kan?"
"Beby langsung bangun berlari kearah kamar mandi, karena takut terlambat."
Namun tidak sampai satu menit Beby kembali dengan wajah murung nya,dia baru ingat kalau dirinya di skors.
"Kenapa balik lagi Dear?" tanya Nathan.
"Beby lupa kalau Beby di skors satu minggu." jawab beby pelan.
"Tatap aku Dear,,," perintah Nathan.
"Hei,,," Nathan mengangkat dagu Beby menggunakan telunjuknya.
"Ada aku, sekarang kamu mandi biar aku yang bicara dengan kepala sekolah."
"Tapi,,,"
"Kamu itu Istri seorang Archie Nathanael Romanov, jangan pernah menundukkan kepalanya pada siapapun, angkat kepala mu tinggi tinggi, jangan mau di tindas oleh siapapun."
Beby mengangguk kembali memasuki kamar mandi, dia mencerna ucapan Nathan, Romanov seperti nya dia pernah mendengar tapi dia lupa.
Setelah selesai bersiap Nathan dan Beby turun bersamaan, Nathan merangkul pinggang Beby posesif.
Di meja makan sudah ada Derrick, Sintia dan satu lagi Zein, dia memang semalam tidak pulang memilih menginap.
"Morning,,,," Teriak Beby dia langsung mencium pipi Derrick dan Sintia dia tidak melihat keberadaan Zein.
"Abang tidak dapat juga." ucap Zein.
"Abang,,,!" Beby mencium pipi Zein juga.
"Bangkrut,,,?" sinis Nathan pada Zein.
"Hhh,,, hingga tujuh turunan tidak akan ada kata bangkrut." balas Zein tidak kalah sinis.
Sintia menggelengkan kepalanya, persahabatan apa yang di jalani Nathan dan Zein, keduanya tidak pernah berbicara panjang lebar, saling serang dengan mulut tajam nya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘