
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Malam yang di tunggu tunggu pun tiba Ulang tahun perusahaan Greyson, Kanaya sudah siap dengan gaun mewahnya,mulai malam ini semua orang akan tahu jika dirinya adalah Princess Greyson.
Dengan senyum liciknya dia bercermin memutar mutar tubuhnya, setelah itu barulah dia akan mengejar Nathan dan menyingkirkan istrinya.
"Sayang,,, kamu cantik banget sih." puji Athar yang baru memasuki Kamar Kanaya.
"Abang bisa saja, Abang juga tampan kok." Ucap Kanaya pura pura malu.
"Sudah siap Princess?" tanya Robert.
"Sudah Dad."
"Kalau begitu ayo kita berangkat." ajak Robert.
"Bang Zein dimana Dad?" tanya Kanaya.
"Mungkin Abang sudah menunggu di perusahaan." jawab Robert.
"Kalian duluan ya ke Mobil Daddy mau jemput Mommy dulu di kamar."
Robert berjalan meninggalkan Athar dan Kanaya menyusul Istrinya yang masih di kamar.
Sampai di kamar dia melihat Clarissa yang masih sibuk mondar mandir kesana kemari.
"Mom,,, ayo berangkat." ajak Robert.
"Mommy semakin ragu Dad jika Kanaya itu putri kita."
"Lalu mau bagaimana lagi Mom, semua anak buah Daddy mengatakan jika semua bukti itu benar jika memang Kanaya adalah Carolina."
"Entahlah Dad, Mommy masih ragu."
"Ya sudah kita cari lagi nanti Buktinya, sekarang ayo kita berangkat terlebih dahulu."
"Baiklah." pasrah Clarissa.
Di tempat lain Beby masih sibuk ngedusel di dada Nathan, karena sekolah libur jadilah Beby malas malasan kebetulan tadi Nathan pulang saat jam makan siang jadi Beby malah manja manja pada Nathan.
"Dear,,, mandi dulu sana."
"Tidak mau,,,! dingin."
Nathan adalah pria dewasa normal dari tadi Beby seolah memancing dirinya, namun sebisa mungkin dia tahan karena Beby masih sekolah.
Beby sudah terlalu bergantung pada Nathan, dia tidak akan bisa tidur jika tidak di peluk Nathan, apa apa dia akan mencari Nathan.
Nathan mengelus punggung Beby dengan lembut, tanpa aba aba Beby langsung mencium pipi Nathan.
"Beby sayang Nathan, jangan pernah tinggalin Beby seperti Bunda dan kak Vania ya,,," ucap Beby.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan Beby, akan selalu bersama Beby apapun yang terjadi."
Nathan mencium hidung Beby lalu menempelkan bib*rnya pada bib*r mungil Beby, awalnya hanya menempelkan, lama kelamaan berubah menjadi lum*tan lum*tan, Nathan menekan tengkuk Beby agar semakin memperdalam cium*n mereka.
Beby memukul dada Nathan saat sudah kehabisan nafas, Nathan yang paham segera melepaskan nya, mengambil napas sebanyak banyaknya Beby menatap Nathan Polos.
"Mau lagi?" tanya Nathan.
Beby menggeleng , sementara Nathan tersenyum manis, senyuman yang hanya dia berikan pada Beby seorang.
"Sekarang sana Mandi."
"Beby tidak mau Mandi"
'Tok,,, tok' pintu kamar mereka ada yang mengetuk.
"Maaf Tuan Muda dibawah ada Tuan Zein katanya ingin bertemu Tuan." ucap Maid.
"Baiklah."
"Sekarang Beby mandi kalau tidak mau di tinggal sendiri."
Beby cemberut namun tetap berjalan ke kamar mandi.
Nathan turun untuk menemui Zein, ada apa dengan sahabatnya itu bukannya siap siap untuk pesta, tapi malah datang kerumahnya.
"Apa?" ucap Zein dengan datar.
"Untuk kali ini saja, anggap ini adalah permintaan terakhir, tolong kasih tahu apa yang lo ketahui tentang keluarga gue."
"Heh,,, Mau mati?" Nathan terkekeh pelan.
Ingin sekali Zein mencekik Nathan tapi dia mencoba bersikap tenang agar Nathan mau membantunya.
"Terserah lo mau anggap apa."
"Sudah menyerah,,,? cemen,,," ejek Nathan.
"Lo niat bantu tidak sih?" Zein sudah mulai terpancing emosinya.
"Hhe,,, segitu saja sudah marah,,, itulah yang membuat mu Bodoh."
"Apakah benar Kanaya itu adalah Adik aku yang hilang?" tanya Zein.
"Ikuti saja kata hatimu."
"Gue tidak mau main teka teki Nath katakan saja."
"Ya,,, Kanaya bukan Adik kandung mu yang hilang." jawab Nathan.
"Lalu siapa Adik kandung gue?"
"Hahahaha,,, Untuk itu kamu akan mengetahui nanti, sekarang pergilah bersiap semuanya akan terbuka nanti ."
"Nath,,,," geram Zein karena Nathan hanya memberitahukan setengah setengah.
"Kamu itu mengganggu waktuku dengan Beby tahu." Nathan langsung meninggalkan Zein sendiri.
"Apa maksud kamu Nathan?" tanya Sintia pada Nathan, karena dari tadi dia mendengarkan percakapan Zein dan Nathan.
"Mommy kan sudah mendengarnya kenapa masih bertanya." jawab Nathan.
"Nathan,,,,!" teriak Sintia.
"Katakan,,,!" perintah Sintia.
"Tanya saja pada Daddy."
"Jadi kamu juga mengetahui nya Dad?"
"ya,," jawab Derrick.
"Apa jangan jangan Beby itu memang benar anak kandung Clarissa dan Robert."
"Tuh Mommy sudah tahu." ucap Derrick dan Nathan bersamaan.
Sintia membelalakkan matanya,jadi dugaannya selama ini tidak salah, Beby memang Putri kandung sahabat,dia mengambil ponselnya langsung menghubungi Clarissa.
"Halo Riss,," Segera Derrick merampas ponsel Sintia langsung mematikannya.
"Apaan sih Dad?"
"Mommy yang apaan." balas Derrick.
"Mommy itu akan memberi tahu Clarissa jika dia di tipu sama ulat bulu itu ."
"Mommy diam saja jangan mengacaukan kejutan kita."
"Tapi kasihan Clarissa."
"Mommy tenang saja semuanya akan selesai malam ini." Nathan tersenyum licik.
"Tapi tunggu tunggu, kalau mereka tahu jika Beby putri kandung mereka pasti mereka akan mengambil Beby dan Mommy akan jauh dari Beby, tidak bisa begitu Dad, apa kita biarkan saja ya mereka tidak tahu kalau Beby putrinya dengan Begitu Beby tetap sama kita." Sintia takut Keluarga Greyson mengambil Beby.
"Sampai kapanpun Beby tidak akan jauh dari kita, karena Beby Istri Nathan."
"Sekarang kita siap siap menghadiri pesta penuh kejutan itu." ucap Derrick.
Nathan memasuki kamar namun tidak melihat keberadaan Beby, dapat dia dengar suara tawa Beby masih dalam kamar mandi, Nathan menyusul Beby ke kamar mandi dilihatnya Beby bermain gelembung membuat Nathan tersenyum.
"Katanya tadi dingin kenapa betah banget di kamar mandi hm,,,?" tanya Nathan.
"Hahahaha,,,,, sini sayang ." Beby memanggil Nathan.
"Cepat mandinya nanti aku tinggal." Beby cemberut karena masih asik bermain.
"Besok main lagi, sekarang cepatan aku mau mandi juga "
Setelah Nathan keluar Beby segera Mandi cepat cepat takut di tinggalkan Nathan.
Sepuluh menit kemudian Beby keluar dan Nathan langsung memasuki kamar mandi, Beby bersiap dia menggunakan gaun yang kemarin dibelikan Sintia.
Belum di apa apain saja wajah Beby sudah seperti Boneka apalagi diberikan sedikit polesan.
"Sayang,,, Mommy bantu bersiap ya biar cantik." Sintia yang sudah siap dengan baju pestanya yang elegan.
"Oke Mommy."
Sintia mendekat mengambil alih handuk di tangan Beby, dia mendandani persis seperti princess, begitu cantik namun tetap terlihat sangat imut, membuat Sintia begitu gemas dengan menantunya.
"Cantiknya putri Daddy." puji Derrick saat memasuki kamar Beby dan Nathan.
Nathan juga sama dia begitu terpesona dengan kecantikan istri kecilnya itu ingin sekali dia mengurung saja di dalam kamar agar tidak ada orang yang menikmati kecantikan istrinya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘