
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Setelah Kanaya masuk, Beby masih tetap mematung menundukkan kepalanya.
Robert dan Clarissa menatap Beby begitu juga Athar,dia merasa bersalah telah mengatakan hal yang menyakiti perasaan Beby,tapi hal itu dia tahan demi Adiknya.
Mereka meninggalkan Beby sendiri yang masih setia menunduk, setelah merasa sendiri Beby mendongak melihat mobil yang membawa keluarga Greyson pergi,dia mengusap air matanya.
Beby sengaja menunduk agar tidak ada satupun orang yang tahu kalau dirinya menangis.
Di dalam mobil Clarissa pun sama dia masih melihat kebelakang, dapat dia lihat kalau Beby mengusap air matanya,dan hal itu benar benar membuatnya sakit.
"Hiks,,, aku tidak tega Dad pada Beby, hati Mommy begitu sakit." ucap Clarissa sambil menangis tetap melihat kebelakang melihat Beby yang masih mengusap air matanya.
Robert tidak bersuara, tatapannya begitu tajam dalam hatinya ingin sekali memeluk Beby menenangkan nya.
Beby menarik nafasnya dalam dalam kemudian tersenyum secerah mungkin membersihkan sisa sisa air matanya.
"Semangat Beby kan masih punya Mommy Sintia dan Daddy Derrick." ucap Beny pada diri nya sendiri.
Dia melangkah dengan riang menuju kelasnya, seolah tadi tidak pernah terjadi apa apa.
"Assalamu'alaikum semua,,,," ucap Beby dengan riang.
"Waalaikum salam Beb, tumben lo gak telat." jawab salah satu teman kelas Beby.
"Hehehehe,,," Beby hanya nyengir.
Jam istirahat semua murid bergegas pergi ke Kantin begitu juga dengan Beby dan kedua temannya,Beby membawa bekal nya.
"Beby mau pesan apa?" tanya Feli.
"Beby kan bawa bekal jadi pesan minum saja ya,, susu Strawberry." jawab Beby.
"Oke,,," Feli beranjak pergi memesan pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanan mereka mengobrol, bertukar cerita.
"Beb Lo sekarang tinggal di mana?" tanya Lia.
"Tinggal di rumahnya Nathan." jawab Beby.
"Nathan siapa?"
"Suaminya Beby" jawab Beby enteng.
"WHATTT,,,,," teriak Lia dan Feli.
"Jangan becanda deh Beb, gak lucu tahu."
"Beby tidak bohong kok."
"Kapan nikahnya?"
"waktu bunda di rumah sakit."
"Hah,,, serius lo?"
Beby hanya mengangguk.
"Lo udah gituan dong?" tanya Lia, sementara yang di tanya hanya menatap lia bingung. Kemudian mengangguk.
"Whattt,,,," teriak Feli dan Lia lagi.
Namun obrolan mereka di potong dengan datangnya pesanan mereka.
"Ini pesanannya Non." ucap penjaga kantin.
"Makasih."
"Kita lanjutkan nanti."
Saat hendak menyuapkan nasi kedalam mulutnya tiba tiba ada yang menyenggol bahu Beby membuat nasi di sendok Beby tumpah.
"Apa apaan sih kalian?" bentak Feli pada Kanaya dan kedua temannya yang bernama Meli dan Viola mereka berdua memang terkenal dengan julukan Queen bullying.
"Upss,,, sorry sengaja." ucap Kanaya.
"Heh,, lo ada masalah apa sih sama Beby, suka banget kayaknya gangguin dia." ucap Lia.
"Tanya aja sama teman lo yang sok polos itu, suka banget caper sama keluarga gue." Kanaya berkata dengan keras.
Beby hanya diam tidak membalas apapun yang Kanaya ucapkan, karena kesal pada Beby yang hanya diam Kanaya merampas kotak bekal Beby hendak membuangnya namun Beby mencegahnya, akhirnya mereka saling tarik menarik hingga tidak sengaja Beby menyenggol Bakso panas punya Feli dan mengenai tangan Kanaya.
"A,,,, Panas,,," teriak Kanaya.
"Maaf Beby tidak sengaja." ucap Beby.
"Alah bilang aja lo sengaja kan ingin melukai Carolina." bentak Meli.
"Ti,,,dak,,"
"Heh,, mata lo gak buta kan, jelas jelas Beby itu gak sengaja, dan dari tadi teman gila lo ini gangguin Beby, jadi siapa yang salah dong." balas Feli tidak terima.
"Akh,,,,,, Mommy Daddy!" Kanaya menangis dengan kencang.
Tangan dan lengan Kanaya memerah dan seperti nya akan melepuh , segera saja di bawa ke UKS.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Robert dan Clarissa setelah mengantar Kanaya langsung menuju Restauran tempat mereka janjian dengan sahabat lama mereka.
"Ya tidak apa apa kok." jawab Clarissa tersenyum, meski dalam hatinya masih kepikiran tentang Beby.
Sampai di dalam Robert dan Clarissa mencari cari keberadaan sahabat mereka.
"Itu mereka." tunjuk Clarissa pada dua orang paru baya yang sedang melambaikan tangannya.
"Hai,,, bagaimana kabarmu riss?"
"Baik,,, kamu sendiri Sin?" tanya balik Sintia.
Sintia dan Clarissa adalah sahabat lama begitu juga dengan Robert dan Derrick.
"Baik juga, sudah lama ya kita tidak bertemu." ucap Sintia.
"Bagaimana mau bertemu kalau kamu ngintilin suami kamu terus Sin" balas Robert.
"Hahaha,,,, Derrick tidak bisa jika jauh jauh dari ku." ucap Sintia dengan tertawa.
Derrick hanya menggelengkan kepalanya,dia memang sebelas dua belas dengan Nathan, kalau bicara iritnya minta ampun.
"Kalian datang ya di acara ulang tahun perusahaan, sekaligus memperkenalkan putri kami." ucap Clarissa.
"Oh,,, iya, kenapa kalian tidak membawa putri mu kesini, pasti sudah remaja kan."
"Carolina sekolah Sin." jawab Clarissa.
"Kelas berapa sekarang ?"
"Kelas tiga."
"Selamat ra Ris akhirnya kalian bisa berkumpul lagi dengan Carolina setelah sekian lama berpisah."
"Makasih Sin, kami benar benar bersyukur atas hal itu, walau kami telah begitu banyak melewati momen pertumbuhan Carolina."
Mereka terus membahas anak anak mereka,hingga Clarissa ingat permintaan putri nya semalam, apakah dia harus melakukan nya.
"Kamu kenapa Ris?" tanya Sintia.
"Egh,,,tidak, aku tidak apa apa?" jawab Clarissa.
"Sin, bagaimana kalau kita jodohkan saja anak anak kita."
"Maksud kamu Ris?"
"Ya kita jodohkan Carolina dengan Nathan." jawab Clarissa.
"Hahaha,,," Sintia tertawa.
"Kenapa kamu tertawa sin ? apa karena Carolina terlalu muda untuk Nathan?"
"Tidak,, bukan begitu Ris, bukan maksud nya aku tidak setuju tapi Nathan,," ucapan Sintia langsung di potong Robert.
"Kita tidak perlu memaksa mereka, biarkan mereka berkenalan terlebih dahulu, jika cocok kan bisa di lanjutkan jika tidak ya tidak apa apa." Robert ikut bersuara.
Sintia bingung tidak mungkin dirinya menjodohkan Nathan dengan putri Clarissa karena dia sudah memiliki istri, dan lagi pula dia sangat menyayangi Beby.
"Tapi Nathan itu sudah,,,,"
'Drtt,,, drtt,,,,' ponsel Robert bergetar.
"Maaf tunggu sebentar ya." Robert mengangkat ponselnya.
"Halo,,," ucap Robert.
",,,,,,, ,,,,,,"
"APA??,,,saya akan segera kesana."
"Ada apa Dad?" tanya Clarissa.
"Putri kita "
"Kenapa dengan Carolina Dad?" tanya Clarissa panik.
"Dia tertumpah kuah Bakso, kulitnya melepuh." jawab Robert.
"Ya Allah Dad, ayo kita segera kesana." Clarissa mengambil tasnya dan langsung berpamitan pada Sintia dan Derrick.
"Kita pergi duluan ya,, ajak Nathan nanti pas pesta ulang tahun perusahaan ya Sin." ucap Clarissa.
Setelah Robert dan Clarissa pergi, Sintia menatap Derrick.
"Bagaimana ini Dad?" tanya Sintia.
"Bagaimana apanya Mom?" tanya balik Derrick.
"Ya bagaimana jika mereka menganggap kita menyetujui perjodohan itu, " jawab Clarissa.
"Ya biarkan saja, lagian Nathan kan sudah punya istri, dan menantu Daddy hanya Beby satu satunya selamanya."
"Iya juga sih."
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘