Beby Abigail

Beby Abigail
Kulkas dua pintu



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Nathan,,," panggil Sintia Romanov, Mommy nya Nathan.


Sintia dan Derrick Romanov Daddynya Nathan duduk menatap Nathan dan Beby dengan tajam.


"Duduk,,!" perintah Derrick.


"Siapa?" tanya Derrick pada Nathan saat sudah duduk.


"Tidak usah pura pura tidak tahu, paman Sam pasti sudah melaporkan semuanya." jawab Nathan.


Beby menunduk tidak berani menatap Mommy dan Daddynya Nathan, yang ber arti mertuanya, dari film yang sering dia tonton mertua itu jahat jadi Beby takut.


"Kenapa menunduk sayang?" tanya Sintia lembut, dia sangat menyukai menantunya itu.


Beby menarik narik kemeja Nathan, menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh Nathan.


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Beby takut,,," rengek Beby pelan.


"Kalau di Tv itu mertua jahat." lanjut Beby, walau pelan namun masih bisa di dengar oleh semua orang.


"Hahahaha,,,," seketika semuanya tertawa mendengar ucapan Beby.


"Sayang kenalan dulu sama Mommy dan Daddy, kami tidak jahat kok, Beby kan bukan menantu Mommy dan Daddy tapi,, Beby itu Putri Mommy dan Daddy." Sintia membujuk Beby dengan lembut.


Mendengar ucapan Sintia Beby menatap Sintia dan Robert bergantian.


Sintia yang sudah kelewat gemas beranjak kemudian memeluk Beby.


"Gemash nya,,, sudah lama Mommy ingin punya anak perempuan dan baru terkabulkan sekarang." ucap Sintia.


"Mommy,," panggil Beby pelan.


"Ya,, sayang kalau Nathan macam macam bilang sama Mommy biar Mommy jewer telinganya." jawab Sintia.


Beby mulai nyaman dengan Sintia, Derrick sama gemas nya dengan nya Sintia.


"Gak mau peluk Daddy sayang?" Derrick merentangkan tangannya minta di peluk juga, segera Beby ber hambur memeluk Derrick.


"Daddy,,," ucap Beby pelan.


"Kapan tiba?" tanya Nathan singkat.


"Tadi" jawab Derrick tidak kalah singkat.


Sintia memutar bola matanya Bapak dan anak sama saja kalau bicara irit banget.


"Beby sayang ikut Mommy saja yuk ke dapur saja, tinggalin saja kulkas dua pintu ini ." Sintia menarik tangan Beby pelan, Beby hanya menurut mengikuti langkah Sintia.


"Mom,,," tegur Nathan dan Derrick bersamaan.


"Apa?" balas Sintia, dia sudah tahu maksud Suami dan Putranya itu tapi dia pura pura tidak tahu saja.


"Ngapain sih bawa Beby ke dapur." jawab Nathan, buat Nathan adalah tempat mengerikan karena disana ada berbagai alat tajam jadi dia memang melarang Beby ke dapur tanpa pengawasan dirinya.


"Minta saja pada Maid Mom." Derrick ikut ikutan Nathan.


"Diam,,," Sentak Sintia.


"Ayo sayang abaikan saja dua kulkas itu." Sintia kembali menarik tangan Beby.


"Dear,,," Nathan memanggil Beby.


"Apa,,?" tanya Beby bingung pada Nathan.


"Sini"


"Beby mau ikut Mommy ke dapur."


"Jangan Dear di dapur bahaya."


Beby menatap Nathan bingung kenapa bilang dapur berbahaya, padahal kan tidak ada sumur dalam dapur.


"Ayo sayang." ajak Sintia,Beby langsung mengikutinya.


"Biarkan saja Son, Mommy mu tidak akan membahayakan Beby." Derrick berkata pada Nathan yang hendak menyusul Sintia dan Beby ke dapur.


"Tapi Dad,, Beby itu terlalu polos dan rada rada Bodoh." ucap Nathan setelah itu terkekeh pelan, mengingat dulu dirinya paling anti dengan wanita manja, cengeng dan bodoh tapi sekarang dia begitu menyayangi wanita yang mempunya paket komplit, Manja, Cengeng, dan Bodoh.


"Kamu begitu suka mempermainkan perasaan orang Son." Ucap Derrick.


"Hahaha,,, mereka terlalu bodoh Dad, biarkan saja dulu." tawa Nathan.


"Mommy tidak akan tahu kalau Daddy tidak memberi tahu." balas Nathan.


Di dapur Beby begitu bahagia karena dia seperti menemukan kembali sosok Bundanya.


"Sayang,,, pelan pelan ya motong Strawberry nya jangan sampai kena tangan, bisa bisa nanti Nathan mengamuk."


"Oke Mommy."


"Mommy Beby boleh makan Strawberry nya ya,,"


"Makan saja sayang."


"Beby suka Strawberry?" tanya Sintia,


Beby mengangguk sambil memakan Strawberry dengan lahap.


"Beby menyukai buah Mom, tapi Beby tidak suka Monster Nanas." Beby berkata sambil bergidik ngeri, membayangkan saja dia takut.


Ingatan Sintia tertuju pada sahabat nya Clarissa yang menyukai Strawberry dan takut pada Nanas dan selalu menyebut Nanas sebagai Monster, bukan hanya dari segi paras bahkan semua kesukaan Beby sama dengan Clarissa.


Mungkinkah Beby adalah putri Clarissa yang hilang, tapi Clarissa memberi tahukan dirinya kalau Putri nya sudah ketemu, apakah ini hanya sebuah kebetulan, tapi ini kebetulan yang terlalu persis.


"Mommy,,," panggil Beby, dia sudah menghabiskan setengah kotak Strawberry di tangannya.


"Ya sayang." jawab Sintia.


"Mommy kenapa?" tanya Beby melihat Sintia yang terlihat melamun.


"Tidak apa apa sayang Mommy hanya mengingat sahabat Mommy yang juga menyukai Strawberry seperti kamu."


"Ayo sayang kita kedepan." ajak Sintia.


"Salad buah dan Jus nya mom." ucap Beby.


"Biar Maid yang bawa, ayo sayang."


"Beby masih mau Strawberry." rengek Beby.


"Ya sudah bawa saja."


Sintia dan kembali ke ruang keluarga dengan Beby yang membawa kotak Strawberry yang sisa setengah, di belakangnya Maid membawakan Salad dan jus buah buatan Sintia tadi.


"Sini " panggil Nathan pada Beby.


Beby duduk di sebelah Nathan sambil memakan Strawberry sisa di dapur tadi, dengan Nathan yang mengelus rambut Beby dengan penuh kasih sayang.


Mungkin Beby terlalu nyaman makan sambil menyenderkan kepalanya pada dada Nathan sehingga dia tertidur dengan sendirinya.


Nathan yang tidak merasakan pergerakan beby melihatnya yang ternyata sudah terlelap, Nathan tersenyum tipis kemudian mencium puncak kepala Beby.


"Tidur?" tanya Sintia.


"Hm,,," jawab Nathan.


"Mommy kok merasa Beby itu duplikat Clarissa ya,, dari wajah bahkan sampai apa yang dia suka dan tidak itu sama." ucap Sintia.


Nathan hanya tersenyum kecil, tidak ada niatan untuk memberi tahu semuanya pada sang Mommy.


"Perasaan Mommy saja kali." ujar Derrick.


"Kalian tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dari Mommy." Sintia menyipitkan matanya menatap Derrick dan Nathan bergantian.


Nathan mengangkat bahunya acuh, kemudian mengangkat tubuh Beby membawanya ke kamar mereka meninggalkan Mommy dan Daddynya.


Di Mansion keluarga Greyson semua keluarga sedang berkumpul di depan pintu kamar Kanaya, dari tadi pulang dari Mall dia tidak keluar kamar sama sekali, sampai saat makan malam pun Kanaya tidak keluar kamar membuat semuanya begitu khawatir.


"Princess Sayang buka pintunya dong." Athar berusaha membujuk Kanaya.


"Maafkan Mommy sama Daddy sayang buka pintunya ya,,," Begitu juga dengan Robert dan Clarissa dia juga berusaha membujuk Kanaya.


"Ini sudah terlalu lama Dad, kita buka saja menggunakan kunci cadangan." Clarissa terlihat begitu panik.


Mereka membuka pintu kamar Kanaya dengan kunci cadangan, saat terbuka mereka membelalak.


"KANAYA,,,,,"


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘