Beby Abigail

Beby Abigail
lawan semua orang yang menindas mu



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Melihat Beby pingsan Derrick segera menggendong Beby membawanya pulang.


"Ya Allah,,, Beby sayang kamu kenapa nak?"


"Tidak mungkin hanya gara gara merindukan Bundanya dia seperti ini,pasti ada hal lain." ucap Sintia.


"Daddy akan cari tahu Mom." Derrick segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi sama menantunya.


Tidak sampai satu jam Derrick sudah mengetahui semua yang terjadi, lengkap dengan Video nya.


"Kenapa Nathan bisa seceroboh ini." Derrick berkata dengan pelan.


"Apa yang sebenarnya terjadi Dad?" tanya Sintia.


Derrick memperlihatkan Video kejadian di sekolah Beby pada Sintia.


"Ya Allah,,,, licik sekali Gadis itu." Sintia geram melihat Kanaya yang selalu mengganggu Beby.


"Jadi,,,,, gadis licik itu,,," Sintia benar benar terkejut saat melihat jika Kanaya adalah Putri dari sahabat nya.


"Kok aku jadi ragu ya Dad,kalau dia putri kandung Clarissa dan Robert, secara kan dari garis wajahnya tidak ada kemiripan, bahkan lebih mirip dengan Beby, kalau sama Beby bagaikan pinang dibelah dua."


Derrick hanya diam , Istri nya ini belum tahu saja jika Beby memang Putri kandung Robert dan Clarissa.


"Akan aku pastikan mereka akan menyesali Semuanya." Ucap Derrick dengan senyum misterius nya.


'Brakk,,, ' pintu kamar Beby terbuka dengan kasar, Nathan datang dengan wajah yang begitu panik.


"Dear,,," Nathan langsung mengusap Wajah Beby yang pucat.


"Kenapa kamu bisa selengah ini Son?" Derrick berkata di belakang Nathan.


"Ini memang salahku Dad, aku pikir saat di sekolah Beby akan aman, dan aku lupa mengurus uang sekolahnya." Nathan menyugar rambutnya.


" Daddy keluar dulu." Derrick keluar diikuti Sintia dibelakangnya, mereka memberikan ruang untuk Nathan dan Beby.


"Maaf,,,," Nathan mencium tangan Beby.


Matahari sudah berganti, rembulan pun bersinar dengan malu malu, perlahan kelopak mata Beby terbuka dengan perlahan.


"Egh,,,," lenguh Beby.


"Dear,,,,," panggil Nathan pelan.


Beby langsung ber hambur memeluk Nathan, dia menangis menumpahkan semuanya.


Nathan membalas pelukan Beby sambil mengelus surai hitamnya sesekali menciumnya.


"Sayang,,," rengek Beby sambil menatap Nathan, dia ingin mengadu tapi dia takut.


"Kenapa hm,,,?" karena memang pada dasarnya sifat Nathan yang dingin jadi untuk bersikap lembut dia sedikit kaku.


"Tadi,,,,hiks,," Beby kembali memeluk Nathan sambil menangis.


"Sudah tidak apa apa ada aku "


"Beby mau sekolah besok Beby ujian hiks,,,"


"Tapi,,, hiks,,, Beby di Skors hiks,,, Beby,,, hiks,,"


"Dear,, jangan takut pada apapun ada aku dibelakang mu, lawan semua orang yang mencoba menindas mu."


"Tapi,,, kan tidak sopan kalau sama orang yang lebih tua."


"Dear,,, tidak perlu memikirkan sopan santun pada siapapun yang mencoba mengusik ketenangan kita."


Beby mengangguk patuh pada Nathan, walau dalam otak kecilnya dia tidak terlalu paham pada ucapan Nathan.


"Sayang,,, Beby boleh minta uang tidak?" tanya Beby, Nathan menunggu Beby melanjutkan ucapannya, walau sebenarnya dia paham dengan maksud Beby tapi dia akan diam untuk melatih kepekaan Beby.


"Beby belum membayar uang SPP selama dua bulan." langsung saja Beby menunduk kan kepalanya.


"Dear,, kalau bicara tatap lawan bicara mu, jangan menunduk." Beby kembali mengangguk kemudian mengangkat kepalanya.


"Kenapa kamu tidak menggunakan kartu yang aku berikan untuk membayar uang SPP nya?" tanya Nathan.


"Hehe,,, Beby takut Nathan marah." jawab beby takut takut karena menyebut Nathan dengan nama.


"Dear,,, kartu itu punya kamu jadi kamu bebas untuk menggunakannya, kalau kurang kamu bisa meminta lagi pada aku, paham !"


Lagi lagi Beby hanya mengangguk lucu,membuat Nathan begitu gemas dengan istri kecilnya itu.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Di dalam kamarnya Kanaya tersenyum licik, perlahan niatnya untuk menyingkirkan Beby tercapai dengan sempurna, tidak apa apa tangan sakit dia merasa puas membuat Beby di Skors.


Mendengar suara pintu di ketuk dari luar segera Kanaya pura pura tiduran di kasur sambil menangis.


"Sakit Bang,,,"


"Abang tiup ya,,," Athar meniup luka Kanaya yang terbalut perban.


"Bang Zein tidak sayang ya sama Carolina?"


"Kata siapa Bang Zein tidak sayang sama Princess?"


"Buktinya Bang Zein tidak pulang untuk melihat keadaan Carolina."


"Abang lagi sibuk sayang"


"Memang pekerjaan nya lebih penting dari Carolina apa?" Athar bingung harus menjawab apa, abangnya merupakan workaholic, dia memang jarang pulang kerumah.


"Kita telfon saja Abang ya,,," Ucap Athar lembut, Kanaya mengangguk antusias.


Athar mengambil ponselnya untuk menghubungi Zein, dua kali panggilan Zein tak kunjung mengangkat panggilannya, apakah memang saat ini Abangnya sedang sibuk.


"Maaf dek Abang tidak mengangkat nya." ucap Athar pada Kanaya, Kanaya mendesah kecewa.


"Kita coba lagi ya,, mungkin tadi Abang lagi meeting, atau ke toilet jadi tidak mendengar bunyi ponselnya."


Athar mencoba menghibur Kanaya.


Sementara di tempat lain Zein menyugar rambutnya kasar, dia baru saja menghubungi Nathan, dia begitu mencemaskan keadaan Beby yang katanya demam.


'Drtttt,,, drttt' ponsel Zein bergetar menandakan ada panggilan masuk, Zein segera mengambilnya takutnya itu dari Nathan, tapi ternyata dari Athar, dia memilih mengabaikan saja.


'Drtt drtt' lagi lagi ponselnya berdering,Zein mengabaikan lagi karena panggilan itu dari orang yang sama yaitu Athar.


Zein hendak menghubungi Nathan lagi, tapi lebih dulu Athar kembali menghubungi dirinya, karena kesal Zein mengangkat nya.


"Apa?" ucap nya ketus.


"Abang tidak pulang?" tanya Athar di sebrang.


"Abang sibuk." jawab Zein.


"Tapi,,,"


"Abang,,, Carolina rindu Abang, Abang pulang ya,," Kanaya berkata dengan Manja,bukannya gemas Zein malah muak mendengar suara Kanaya.


"Aku Sibuk." tanpa menunggu lebih lama lagi Zein segera mematikan sambungan teleponnya.


'Drtttt,,,,drttt' lagi lagi ponselnya berdering tanpa melihat nama pemanggilnya Zein langsung mengangkat ponselnya.


"Apa lagi? sudah Abang bilang, Abang sibuk,,," Ketus Zein.


"Maaf,,," cicit Beby.


Zein menegakkan tubuhnya, dia melihat siapa yang menelepon nya.


"Maaf dek,,, tadi Abang kira bukan kamu,maaf ya" Zein merasa bersalah.


"Maaf ya Bang kalau Beny mengganggu Abang,Beny tutup ya telponnya."


"Tidak dek,,, Abang tidak sibuk kok."


"Tapi tadi katanya sibuk."


"Hahaha,,,, tadi Abang kira bukan kamu."


"Memang Abang kira siapa?" tanya Beny.


"Abang kira seorang rentenir." jawab Zein ngasal.


"Rentenir?" ulang Beby.


"emgh,,, Iya Rentenir.".


"Abang punya hutang?"


"Tidak,,,"


"Lalu kenapa berurusan dengan rentenir?"


"Hah,,, salah orang kali dek."


"Kalau Abang punya hutang,lebih baik jujur saja minta pada Om dan Tante pasti di kasih kok,atau Abang bilang Nathan saja."


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘