Beby Abigail

Beby Abigail
NAINA



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Beby terus menangis, kehilangan Vania membuatnya begitu terpukul, apalagi sekarang keadaan Bunda nya sedang kritis di ruang ICU, benturan di kepalanya membuat Bundanya kehilangan banyak darah.


Seorang Dokter keluar dari ruangan ICU,Beby segera menghampiri nya.


"Dokter Bunda Beby tidak apa apa kan Dok?"


"Nyonya Naina sudah sadar dan ingin bertemu dengan Tuan Nathan dan Nona Beby." ucap Dokter setelah lama terdiam.


Beby segera berlari untuk melihat Bundanya, sekarang yang dia miliki hanya Bundanya seorang, jika sampai Bundanya juga pergi meninggalkan nya, maka dia akan sebatang kara.


"Bunda,,," Beby menangis melihat Bundanya di penuhi dengan selang dan alat pembantu pernapasan.


Naina tersenyum, menggerakkan tangannya menyuruh Beby untuk mendekat, perlahan Beby mendekat langsung mencium tangan Bundanya.


"Bunda,, jangan tinggalin Beby,," Naina mengusap kepala Beby dengan penuh kasih sayang.


"Hikss,,, hikss,,," tangis Beby makin menjadi.


"Beby jangan Nangis dong sayang." Naina berbicara walau dengan pelan.


"Bagaimana keadaan kakak kamu sayang?" tanya Naina.


"Kakak,,,hiks,,hikss,,"


Air mata Naina mengalir deras, pasti putri nya itu tidak dapat di selamat kan, karena tadi dia melihat sendiri betapa banyaknya darah yang keluar dari tubuh Vania.


Naina melihat Nathan yang baru masuk ke dalam ruangannya, Naina tersenyum mengangguk menyuruh Nathan juga mendekat.


"Nathan,,, Bunda titip Beby ya,," ucap Naina.


"Kenapa Bunda nitipin Beby sama Bang Nathan, Bunda tidak akan meninggalkan Beby kan? Beby mau sama Bunda."


"Bunda tidak akan kemana mana sayang, hanya saja saat Bunda belum sembuh Beby harus di jaga sama Bang Nathan dulu."


"Beby bisa Bantuin Bunda nak?"


Beby mengangguk "Beby belikan Bunda air di kantin ya nak, disini airnya tidak enak Bunda tidak bisa meminumnya."


"Tapi Beby tidak mau meninggalkan Bunda sendirian."


"Disini ada Nathan sayang, sebentar saja ya nak." Naina berusaha membujuk Beby agar mau meninggalkan dirinya dengan Nathan berdua, karena ada suatu hal yang yang harus dia bicarakan.


Akhirnya Beby mau pergi ke kantin, setelah melihat Beby keluar dari ruangan nya, Naina segera membuka suara.


"Nathan,,, Kamu mau kan menikahi Beby?" Naina memegang tangan Nathan.


Nathan hanya diam menunggu Naina melanjutkan ucapannya.


"Mungkin umur Bunda sudah tidak akan lama lagi, Bunda ingin sebelum Bunda meninggalkan Beby, kamu menikahi Beby, jika nanti ada orang yang akan mengambil Beby tidak akan bisa karena sudah menjadi istri mu."


"Kenapa Bunda berkata seperti itu?"


"Ada orang yang berniat mencelakai Beby, Bunda yakin kecelakaan ini pun pasti di sengaja, jadi Bunda mohon sama kamu Nathan." air mata Naina kembali menetes, hatinya begitu sakit mengingat putri pertamanya meninggal karena ingin menyelamatkan dirinya.


"Kamu bersedia kan nak?" tanya Naina lagi.


"Baiklah,," jawab Nathan.


"Kalian menikah nya sekarang saja ya nak, biar sah saja dulu."


Setelah difikirkan akhirnya Nathan menyuruh Asistennya untuk memanggil penghulu dan orang KUA ke rumah sakit, dalam waktu satu jam semuanya sudah siap, memang tidak di ragukan lagi kekuasaan seorang Archie Nathanael Romanov.


Beby menangis mendengar permintaan Bundanya.


"Tapi kan Beby masih sekolah Bunda,,"


"Sayang Beby,, kamu masih bisa sekolah walau sudah menikah, Bunda Mohon nak,, anggap ini adalah permintaan terakhir Bunda."


"Baiklah,,,"


Naina tersenyum, hatinya sudah lega untuk meninggalkan Beby karena sudah ada yang akan menggantikan dirinya.


"Nathan,,, Bunda titip Beby, gantikan tugas Bunda untuk menjaga Beby, sayangi Beby, bimbing Beby, jangan pernah membentaknya."


"Beby Maafkan Bunda ya nak,, jika selama ini belum bisa menjadi Ibu yang baik buat Beby, ada satu hal yang harus Beby tahu." nafas Naina sedikit memberat.


"Bunda istirahat dulu ya,," ucap Beby.


"Tidak sayang,, Beby harus tahu kalau Bunda sangat menyayangi Beby, maaf kalau kenyataan ini akan menyakiti Beby,tapi Beby harus tahu."


"Kalau Beby bukan putri kandung Bunda,,," Naina tidak dapat melanjutkan ucapannya, melihat ekspresi Putri nya yang seperti tidak terkejut.


"Beby sayang,,,"panggil Naina.


"Maafkan Bunda ya nak,,,"


"Kenapa Bunda harus meminta Maaf ,Bunda kan tidak salah apa apa, justru harusnya Beby yang minta maaf karena selama ini selalu menyusahkan Bunda dan Kakak, Maaf gara gara Beby Bunda harus kehilangan Putri kandung Bunda."


"Beby sudah tahu kok kalau sebenarnya Beby bukan putri kandung Bunda, Beby adalah putri dari perempuan yang telah merusak rumah tangga Bunda dan Ayah."


Naina dan Nathan terkejut dari mana Beby mengetahui semuanya


"Beby berterimakasih sama Bunda, karena selama ini sudah menyayangi Beby seperti Bunda menyayangi Kakak, maaf gara gara ibunya Beby Bunda dan kakak harus berpisah dengan Ayah , Beby hanya anak yang di buang oleh ibu Beby sendiri."


"Sayang kamu bicara apa hm,,, Beby itu adalah putri Bunda, Beby tidak salah, Bunda sangat menyambut Beby, jadi jangan nangis ya sayang,,,"


"Bunda sayang Beby,,,"Naina memeluk Beby dengan erat, perlahan pelukan nya mengendur, nafas Naina makin berat, hingga akhirnya pelukannya terlepas, matanya sudah terpejam dengan air mata yang terus mengalir.


"Bunda,,," teriak Beby yang panik, dia mengguncang tubuh bundanya. Namun, tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh Naina.


Dokter datang untuk memeriksa keadaan Naina setelah Nathan memencet tombol darurat di sebelah ranjang Naina.


"Mohon maaf tuan Nona, Nyonya Naina sudah tiada." ucap Dokter tersebut.


"Tidak,,,,, Bunda,,,!" teriak Beby, dia langsung memeluk tubuh Naina dengan erat.


"Bunda,,,, jangan tinggalin Beby."


Nathan memeluk tubuh Beby, mengusap usap punggung nya, tapi Beby memberontak, tidak mengizinkan perawat melepas alat bantu di tubuh Naina.


"Bunda,,, kalau Bunda juga ninggalin Beby, Beby sama siapa Bunda?"


"Beby mau sama Bunda saja,,, Bunda,,,,"


"Bunda Bangun,,,,,"


"Kenapa Bunda dan kakak ninggalin Beby sendirian, kenapa tidak mengajak Beby juga."


"Bunda jangan tinggalin Beby,,, Beby mau ikut Bunda saja."


Nathan kembali memeluk Beby mengisyaratkan pada perawat untuk melanjutkan tugasnya.


"Beby,, kamu tidak sendirian, masih ada aku, kamu relakan Bunda, kasihan Bunda,,"


"Tapi,,, Beby mau Bunda,,,"


"Beby tidak mau Bang Nathan, Beby mau Bunda dan Kakak."


"Kakak dan Bunda jahat meninggalkan Beby sendirian."


Ditempat lain seorang sedang merayakan keberhasilan nya.


"Setidaknya tidak akan ada yang melindungi kamu lagi, kamu itu adalah penghalang dari segalanya, jadi sebentar lagi kamu akan aku bunuh juga, seperti ibu dan Kakak mu hahaha,,,,"


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️