Beby Abigail

Beby Abigail
Beby hilang



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Zein masih memeluk Beby rasa haru menyelimuti hatinya, hatinya tidak pernah salah, dari awal bertemu Beby dirinya sudah sangat menyayangi nya.


"Terimakasih,,, karena sudah mau memaafkan Abang mu yang Bodoh ini." ucap Zein sambil menitikkan air matanya.


Beby menatap Nathan yang tersenyum ke arahnya, matanya sudah mengantuk.


"Beby mau tidur,,," ucap Beby melepaskan pelukan Zein, merentangkan tangannya minta di peluk Nathan.


Nathan yang sudah paham segera membawa Beby kedalam pelukannya mengelus rambut Beby dengan lembut hingga Beby terlelap.


Setelah memastikan Beby benar benar terlelap Nathan mengajak Zein turun menyusul keluarganya.


Sampai di ruang keluarga Nathan dan Zein duduk di sofa yang kosong bergabung dengan keluarganya.


"Beby sudah tidur ?" tanya Sintia.


"Hm,," jawab Nathan.


"Nathan kami minta tolong,, tolong bujuk Beby agar dia mau me maafkan kami,kami menyesal." ucap Clarissa dengan memohon.


"Akan saya usahakan." balas Nathan.


"Ini sudah malam kalian menginap saja disini." usul Sintia.


"Nathan,,,,,,!" teriak Beby dari dalam kamar.


Semua orang terkejut mendengar suara teriakan Beby, kecuali keluarga Smith yang memang sudah hafal dengan Beby yang tidak bisa tidur tanpa Nathan di sampingnya.


"Boleh saya menemui Beby." ucap Clarissa , Nathan mengangguk Clarissa segera menuju kamar Beby diikuti Robert, Zein dan Athar.


Sampai di kamar terlihat Beby duduk sambil memeluk Beruang besar, dia melongos saat melihat Keluarga kandung nya yang datang.


"Sayang Beby kenapa Nak?" tanya Clarissa lembut.


Beby diam tidak menjawab dia melihat ke arah pintu mencari keberadaan Nathan,dia masih belum siap untuk bicara dengan keluarga kandung nya.


"Maafkan Abang ya dek." Athar bersimpuh di depan Beby.


"Tidak,," jawab Beby.


"Beby masih ngantuk ya,,, Ayo tidur lagi Mommy dan Daddy akan menemani Beby." ucap Clarissa.


"Beby mau Nathan."


"Tapi Nathan lagi keluar katanya tadi ada urusan mendadak." Zein terpaksa membohongi Beby agar mau bicara sama keluarganya.


Beby menatap Zein tajam, dia tidak percaya dengan ucapan Zein, Nathan tidak mungkin meninggalkan dirinya.


"Iya sayang Nathan tadi ada urusan sebentar." Robert ikut menimpali Ucapan Zein.


"Kalian Bohong,," ucap Beby cemberut membuat mereka gemas.


"Sudah kan Beby masih mengantuk sekarang tidur lagi ya,," Bujuk Clarissa.


Beby yang memang masih mengantuk menurut saja, Keluarga nya begitu bahagia karena Beby menurut saja.


Clarissa dan Robert tiduran di samping Beby dengan Beby di tengah tengahnya, sementara Zein dan Athar duduk di sofa kamar Beby, Senyum keluarga Greyson merekah, dengan lembut Clarissa mengelus kepala Beby sesekali menciumnya.


Namun hingga hampir satu jam lamanya Beby tidak kunjung terlelap dia masih tetap terjaga, sudah terbiasa tidur di pelukan Nathan.


Beby bangun dia sudah bosan matanya sudah capek terpejam, Robert dan Clarissa ikut bangun juga.


"Kenapa bangun sayang?" tanya Robert.


"Hiks,,, Nathan belum datang?" tanya Beby sambil menangis.


Keluarga Greyson kelimpungan, melihat Beby menangis mencari Nathan.


"Dek,,, kenapa menangis.?" tanya Athar.


"Nathan,,,, Beby mau Nathan."


"Kan sudah ada kita sayang ." ucap Clarissa.


"Tidak,,,! Beby mau Nathan."


Zein berjalan menuruni tangga dia memanggil Nathan yang masih berbincang dengan Sintia dan Robert.


"Nathan,,," Panggil Zein.


Nathan langsung menoleh mendengar Zein memanggil namanya, melihat dari tatapan Zein pasti tentang Beby.


Nathan berdiri melangkah meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya, diikuti Zein dan kedua orang tua nya.


Sampai di dalam kamarnya Nathan langsung di sambut pelukan Beby.


"Nathan kemana saja sih Beby mau tidur." ucap Beby merajuk.


"Kan sudah ada Mommy sama Daddy Dear."


"Tapi Beby maunya sama Nathan ."


Nathan menuntun Beby agar kembali ke kasur kemudian memeluknya sambil mengelus ngelus rambut Beby tanpa menunggu lebih lama Beby langsung terlelap karena memang sudah mengantuk.


Keluarga Greyson menatap takjub Nathan yang hanya dalam hitungan detik mampu membuat Beby terlelap sementara dari tadi hampir satu jam mereka tidak mampu membuat Beby terlelap.


"Nathan bolehkah kami tidur dengan Beby?" ucap Clarissa dia ingin sekali mendekap putri kecilnya.


"Silahkan." Nathan hendak Bangun namun Beby menahannya.


"Tunggu sebentar, tunggu Beby nyenyak terlebih dahulu." ucap Sintia, dia paham betapa sayangnya sahabatnya itu menyayangi Beby.


Perlahan Nathan bangun dari tidurnya, Setelah itu menyuruh Clarissa mengganti kan tempatnya.


Clarissa begitu antusias, dia sampai meneteskan air matanya, Beby tidur di tengah tengah antara Robert dan Clarissa, Zein dan Athar tidur di sofa sementara Derrick dan Sintia kembali kamar mereka, Nathan pergi ke ruang kerjanya.


"Kamu tidur di kamar tamu dulu Son." ucap Derrick.


"Ya ,,, tapi aku masih punya sedikit pekerjaan."


"Jangan kerja terus sayang,,, istirahat dulu baru kerja lagi " Sintia mengelus bahu Nathan.


"Iya Mom, nanti Nathan istirahat." jawab Nathan.


Pagi pagi sekali di Mansion keluarga Smith heboh dengan Tangisan Clarissa yang mencari keberadaan Beby.


"Ya Allah Beby kemana?" ucapnya.


"Semalam kalian tidak lihat Beby terbangun?" tanya Derrick.


"Tidak,, Uncle, semalam Beby tidur terlelap." jawab Athar.


Sintia Juga sudah ikutan panik mencari keberadaan Beby tidak ketemu, hampir seluruh Mansion mereka susuri tapi tidak menemukan keberadaan Beby.


"Apa ini ulah Calista lagi?" pikiran Clarissa sudah kemana mana.


"Bagaimana mungkin, semalam kita sudah melihat sendiri jika Calista sudah dibawa oleh polisi." sambung Derrick.


"Wanita itu adalah wanita licik,jadi Mungkin saja." ucap Sintia.


"Bagaimana ini Dad." Clarissa menangis.


Robert segera memeluk Clarissa, dia memenangkan Clarissa mencoba berpikir jernih.


"Zein segera hubungi anak buah perintahkan Meraka mencari keberadaan Beby,cari sampai ketemu." perintah Robert pada Zein.


"Sebenarnya apa salahku pada Calista sehingga dia begitu tega, padahal dia saudara kembar ku, kami dibesarkan bersama,aku begitu menyayangi nya, dia Adikku, Adik kembarku,,, hiks,,, hiks,,,"


"Bertahun tahun Aku di pisahkan dengan putriku, baru semalam aku dapat memeluknya."


"Mommy tenang saja Beby pasti di temukan." ucap Zein penuh keyakinan.


"Yang sabar Ris Beby pasti di temukan." Sintia mengelus punggung Clarissa.


Zein sudah memerintahkan seluruh anak buahnya agar mencari keberadaan Beby.


_


_


_


TBC JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘