
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Layar di panggung langsung menyala menayangkan kejadian saat Calista menculik Beby yang masih bayi di rumah sakit, kemudian memberikannya pada Naina.
Wajah Calista dan Kanaya mulai pucat pasi, begitu juga anak buah Derrick yang sudah mulai berkeringat dingin.
Dari situ terdengar jelas saat Naina memberikan nama pada putrinya
"BEBY ABIGAIL."
'Deg,,,' Jantung Robert dan Clarissa serasa berhenti.
Beby tidak memperdulikan semua itu dia menarik tangan Nathan mengajak pulang,Nathan paham dia memeluk pinggang Beby membawa keluar dari tempat tersebut.
"Dad Aku pulang duluan Daddy handle semuanya."
"Tenang saja Son, serahkan pada Daddy, tenangkan Beby, dia masih shok."
Tayangan Video tetap berlanjut menayangkan semua kejahatan Calista termasuk saat dia akan menabrak Beby dengan sengaja dan di selamatkan Naina dan Vania.
Hingga pada saat Calista bertemu dengan Kanaya merencanakan semuanya, berpura pura menjadi Carolina yang se sungguh nya.
Video itu tidak ber akhir disitu, semua bukti bukti yang di palsukan Calista beserta orang kepercayaan Robert yang menjadi penghianat semuanya terbuka.
Tidak ada lagi yang bisa di tutupi oleh Calista dan Kanaya, Derrick juga memberikan bukti akurat test DNA Beby antara Beby dan keluarga Greyson.
Robert mengepalkan tangannya,pantas saja selama ini dirinya tidak pernah bisa menemukan bukti kalau Kanaya bukanlah putri kandungnya, jadi semuanya ulah Orang kepercayaan nya.
"Tidak,,, itu semuanya hanya fitnah." teriak Calista.
"Fitnah apa lagi hah?" bentak Sintia.
"Kalian sengaja memfitnah ku kan?"
"Baiklah kita lihat kali ini apakah ini Fitnah lagi." Beberapa orang masuk.
Wajah Calista langsung pucat pasi begitu juga dengan Kanaya.
"Katakan kalian ini siapa" perintah Sintia.
"Saya Rosa orang mengenal saya dengan Madam Rosa pemilik rumah Bordir tempat Kanaya bekerja." ucapnya.
"Bukannya Kanaya selama ini tinggal di panti asuhan?" tanya Athar.
"Tidak Kanaya selama ini tinggal bersama Ibunya yang juga seorang pelacur, dia tinggal di rumah Bordir punya saya.tapi beberapa bulan yang lalu ibunya meninggal dunia gara gara over dosis narkoba." jelas Rosa.
"Tapi Beberapa bulan yang lalu Calista mengajak Kanaya bekerja sama, dan menebus dari saya."
"Iya Kanaya memang bukan anak kamu, Clarissa anak kandung kamu adalah Beby, tapi apakah dia mau sama kamu setelah tadi kamu berkata menyesal pernah menyayangi nya hahahaha,,,,," Karena sudah tidak dapat mengelak lagi akhirnya Calista mengakui semua nya.
'Brakk,,, ' Dengan kasar Zein menendang meja di samping nya ke depan Callista.
Zein mencekik Calista sehingga tubuhnya melayang, wajahnya sudah memerah seperti akan kehabisan nafas, namun aksinya di hentikan oleh beberapa anggota polisi yang datang atas undangan Derrick.
"Tidak,,,,, saya tidak bersalah jangan bawa saya,," teriak Kanaya sambil meronta saat akan dibawa oleh beberapa polisi.
"Silahkan jelaskan nanti di kantor saja." ucap Seorang polisi mereka terus membawa Calista dan Kanaya.
"Tidak,,,!" teriak Kanaya.
Clarissa hampir tumbang mendengar kenyataan yang sebenarnya, Putrinya telah dia kecewakan sedemikian rupa.
Zein hendak pergi menyusul Beby namun segera di cegah Derrick.
"Biarkan Beby tenang." ucap Derrick.
"Kenapa kamu tidak mengatakan dari awal jika Beby adalah putri ku." ucap Robert.
" Memang nya kamu akan percaya?"
"Kalian terlalu Bodoh,,, !"
"Kami permisi" pamit Sintia.
"Tunggu Sin,," cegah Clarissa.
"Apa?"
"Tolong pertemukan kami dengan Beby." Clarissa mengatupkan kedua tangannya memohon pada Sintia.
"Aku tidak bisa." jawab Sintia.
"Aku ini Ibunya Sin, tolong pertemukan kami, kami lebih berhak terhadap Beby."
"Hmm,,, itu semua terserah pada Beby, yang telah kalian kecewakan bukan hanya sekali."
"Tapi mau bagaimana pun kami ini keluarga kandungnya." Ucap Robert.
"Ya,,, ya,,, dan jangan lupakan Beby adalah menantu kami, istri sah Nathan." Balas Derrick.
Zein tidak memperdulikan perdebatan keluarga nya dia pergi menyusul Beby dan Nathan.
Di tempat lain Nathan menenangkan Beby yang menangis.
"Tidak apa apa Dear,, tadi kan kamu membela diri jadi tidak apa apa, sudah jangan menangis, kita cari Es krim saja ya." Bujuk Nathan biasanya Beby akan langsung berhenti menangis saat mendengar kata Es krim.
"Tidak,,, Beby takut."
"Takut kenapa hm,,?"
"Beby takut jika benar Beby anak mereka, maka mereka akan memisahkan Beby dari Nathan." jawab Beby.
"Dear,, kamu percaya kan sama aku?" tanya Nathan di balas anggukan Beby.
"Beby memang benar anak mereka, Adiknya Zein, tapi mereka tidak akan bisa memisahkan kita, kamu selamanya akan tinggal dengan aku paham,,,"
"Beneran,,,?"
"Iya Dear,,," jawab Nathan.
"Hiksss,hiksssss" Beby masih tetap menangis.
"Kenapa masih menangis sayang?"
"Beby mau sama Nathan."
"Beby tidak bahagia ternyata Beby masih punya keluarga lengkap?" tanya Nathan.
"Beby tidak tahu, Beby sudah bahagia ada Mommy Daddy dan Nathan, Beby benci saat tadi Tante Clarissa bilang menyesal menyayangi Beby, Beby tidak suka keluarga itu." jawab Beby.
"Mereka tadi belum tahu jika Beby adalah putri mereka, jadi mereka berkata seperti itu."
"Pokoknya Beby tidak mau bertemu mereka lagi."
"Tapi mereka Mommy dan Daddynya Beby loh."
Ucap Sintia yang baru memasuki kamar Beby bersama Derrick, di pintu kamar ada Keluarga Greyson yang sedari tadi mendengarkan.
"Pokoknya Mommy dan Daddy nya Beby hanya Mommy Sintia dan Daddy Derrick tidak mau yang lain ."
"Kasihan loh sayang, nanti bagaimana kalau Mommy Clarissa menangis?"
"Biarkan saja, kan tadi mereka membuat Beby menangis bahkan mengusir Kita."
Clarissa tidak kuat mendengar ucapan Beby memasuki kamar Beby dia ingin memeluk putrinya tapi Beby tidak mau dia memeluk Nathan erat menyembunyikan wajahnya di dada Nathan.
"Sayang,,, Maafkan Mommy hiksss,,, Mommy salah, maafkan Mommy ya,,,." ucap Clarissa.
Beby diam tidak menjawab tetap memeluk erat Nathan.
"Dear,,, bicara dulu ya sama Mommy Clarissa." bujuk Nathan, Beby menggeleng dalam pelukannya.
"Kasihan loh Mommynya, Beby tahu kan kalau surga di telapak kaki ibu jadi,,," ucapan Sintia di potong oleh Beby.
"Ibunya Beby itu hanya Bunda Naina" potong Beby.
Setelah mengatakan itu Beby kembali membenamkan wajahnya di dada Nathan, bahunya Bergetar menandakan Beby kembali menangis.
"Biarkan Beby istirahat,kita keluar kalian bujuk besok lagi saja." ucap Derrick dia tidak tega melihat mata Beby yang sudah membengkak.
"Tapi,, " ucap Clarissa.
"Apakah kalian tidak bisa melihat jika Beby tertekan?" tanya Derrick tegas.
Robert menuntun Clarissa agar mau keluar dari kamar Beby dan Nathan, walau dengan berat hati akhirnya mereka keluar.
Zein masih mematung memandang Adiknya yang berada di pelukan Nathan. Nathan memberikan isyarat agar mendekat.
"Dear,,, " panggil Nathan.
"Beby tidak mau bicara sama mereka."
"Dek,," panggil Zein.
"Maafkan Abang ya,,"
"Dear,, Zein itu Abangnya Beby, Zein kan tidak pernah tidak mengakui Beby, bahkan saat kamu di fitnah mencelakai Kanaya dia masih percaya sama kamu kan?" Nathan mencoba membujuk Beby karena dia tidak tega pada Zein, dia begitu paham bagaimana rasa sayangnya Zein pada Beby.
Beby mengingat ingat memang benar jika Zein tidak pernah menyalahkan dirinya, dan Zein begitu baik selalu membelikan dirinya Es krim.
Zein begitu cemas takut Adiknya menolak keberadaan dirinya, seperti Mommy dan Daddynya.
"Abang,,," ucap Beby setelah lama berpikir, dia melepaskan pelukannya dari Nathan.
Zein langsung memeluk Beby saat mendengar Beby memanggilnya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘