Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 7



Akira mencari di ruang OSIS namun tidak menemukan Darren hanya ada beberapa pengurus OSIS lainnya yang sedang sibuk. Ia pun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan.


Disana terlihat Darren sedang berdiskusi bersama Thania tentang acara dies natalis sekolah.


"Jadi tinggal yang mana nih yang belom?. " Tanya Darren duduk disebelah Thania.


"Ini Ren, kita butuh cari sponsor ke beberapa tempat ini. "


"Emang butuh ya sponsor?. Kayanya anggaran dari sekolah juga udah cukup. "


"Hayoooo!!!.. Pada ngapain nihhh berduaan. " Teriak Akira ditengah-tengah Darren dan Thania mengejutkan seisi perpustakaan.


"Ssstttt." Desis seluruh penghuni perpustakaan.


"Eh maaf ya, kelepasan udah dilanjut aja bacanya. " Ucap Akira berbisik sambil menutup mulut dengan jari telunjuknya.


"Lo ngapain sihh kesini!. " Kesal Darren.


"Nengok calon pacar lah. " Ucap Akira menarik bangku kemudian meletakkannya diantara Darren dan Thania.


"Geser."


"Lo tu setiap dateng pasti bikin rusuh!. " Ketus Darren lagi.


"Gue mau duduk fy yaelah masa ngomongnya sambil berdiri ya capek dong. "


"Tapi ga harus ditengah kali, di depan kan bisa disebelah Thania juga bisa kalo ga dipojokan sono sekalian nemenin kecoa. "


"Kalo dihati lo gimana. " Goda Akira.


"Bodo!. " Kesal Darren.


"Udah kok malah berantem sih, biarin aja lah Ren. " Lerai Thania.


"Kalian lagi ngapain sih seru banget kayanya. " Tanya Akira girang.


"Lagi bahas soal dies natalis Ra. " Jawab Thania ramah.


"Oo ud-."


"Udah gausah ngomong mending lo pergi dari sini, ganggu aja!. " Potong Darren.


"Ga!!. Gue mau disini nemenin lo. " Kekeh Akira.


"Lo ya-."


"Udah Ren biarin, siapa tau Akira bisa bantu. "


"Tuh Thania aja ga masalah kok, dilanjut aja jangan sungkan-sungkan gue diem aja kok ga bakal ngrecokin. " Ucap Akira.


Darren yang tampak sebal memutuskan untuk kembali melanjutkan diskusinya bersama Thania, meskipun ada orang ketiga diantara mereka. (Pelakor dong, ha...ha..ha.. bukan Akira kan cuma menjaga miliknya, eh calon miliknya maksudnya.)


Akira menopang dagunya menghadap Darren. Matanya terus menatap Darren dengan senyuman yang tak sedikitpun memudar dari wajahnya. Hal itu membuat Darren risih.


"gila lo ya?.gua risih lo liatin kek gitu. " Kesal Darren.


"Gue kangen sama lo Fy, makanya gue mau mandangin lo puas-puas buat mengobati rasa rindu gue yang menusuk ke relung hati dan jiwa. " Ucap Akira mendramatisasi.


"Eneg gue lama-lama!. Dah lah Gue pergi dulu ya Than kita bahas nanti aja, kalo sekarang malah ga fokus gegara satu orang rese. " Dibalas anggukan oleh Thania, dan Darrenpun meninggalkan keduanya.


"Fy-!. "


"Eh Ra ada yang mau aku omongin. " Ucap Thania mencekal tangan Akira yang hendak membuntuti Darren. Membuat Akira kembali terduduk ditempatnya.


"Ada apa?. " Tanya Akira.


"Aku boleh ga gabung sama geng kamu?. " Tanya Thania berbinar.


"Geng?. Geng apaan?.perasaan gue ga punya geng deh. " Jawab Akira bingung dengan permintaan Thania.


"Ya maksudnya gabung jadi temen kamu, kaya Kevin, Karina sama Faishal. "


"Nah lo kan emang udah jadi temen kita. Terus mau gimana lagi?. " Jawab Akira masih kebingungan.


"Ya ikut kamu ngumpul di kantin waktu istirahat, terus keluar bareng gitu. Main bareng, soalnya aku perhatiin pertemanan kalian itu seru deh, Aku jadi pengen gabung. " Ungkap Thania girang.


"Aduh gimana nih gue jawabnya, bukan masalah gue nya tapi si Karina sama si Faishal gimana?. Mereka kan gasuka ada orang baru. " Batin Akira gelisah.


"Gimana Ra?. " Tanya Thania lagi.


"Lo yakin?. Soalnya lo tau sendiri kan kaya gimana gue sama mereka, udah dicap anak bandel di sekolah ini, ntar lo malah ketularan bandel. " Bujuk Akira untuk membuat Thania mengubah keinginannya.


" Gapapa kok Ra, Aku ga mandang itu semua dan Aku yakin bisa ngendaliin diri. Please ya Aku jadi temen kamu. " Ucap Thania memohon.


"Ya ntar coba gue omongin dulu sama-. "


"Makasih ya Ra, kamu emang baik deh. " Potong Thania senang memeluk Akira.


"Aku pergi dulu ya udah mau bel nih!. Ntar istirahat kedua Aku gabung sama kalian dikantin. " Ucap Thania membereskan buku-bukunya pergi meninggalkan Akira.


"Aduh ****** gue!. Bisa di kubur dalem peti kaya Fir'aun gue. " Bingung Akira menyentuh jidatnya.


~


Bel istirahat kedua.


Akira dkk sudah menempati bangku mutlak mereka dikantin. Kericuhan mereka terhenti ketika seorang gadis cantik datang menghampiri mereka dan duduk disebelah Akira dengan senyum menawan yang tak henti-hentinya terpancar.


"Hai, semua!. " Sapanya ramah namun mendapat tatapan bingung dari Karina, Kevin dan Faishal.


"Aduh si Thania beneran dateng lagi. " Batin Akira gelisah dan memilih untuk menyembunyikan wajahnya kedalam lipatan tangan.


"Lo ngapain kesini?. " Tanya Karina sinis.


"Aku mau gabung sama kalian. " Jawabnya tersenyum.


"Uhuk.. Uhuk... " Faishal yang sedang makan tiba-tiba tersedak.


"Is kamu gapapa nih minum. " Thania menyodorkan segelas es teh kepada faishal. Faishal menerimanya dan langsung meneguk habis es teh tersebut.


"Ntar gua ganti elah. Sekarang ini maksudnya apaan sih?. " Tanya Faishal bingung.


"Aku mau gabung sama kalian jadi temen kalian. Emang Akira belum bilang?. " Ucap Thania membuat ketiganya menoleh kearah Akira dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Akira mendongak sambil cengar cengir.


"Ntar gue jelasin, selow guys. " Ucap Akira cengengesan,merasa terancam dengan tatapan ketiga sahabatnya itu.


"Udah sekarang lanjutin aja kaya biasanya. " Ucap Thania berusaha mengubah suasana tidak nyaman diantara mereka.


Namun kebalikannya bangku yang biasanya begitu ricuh menjadi senyap dan canggung karena kehadiran Thania. Mereka berempat tampak saling diam hanya Thania yang sesekali bertanya dan hanya Akira yang menjawabnya.


~


a few moments later


(Beberapa saat kemudian)


Kantin tiba-tiba ramai oleh suara teriakan siswi dari adik kelas hingga senior. Seorang siswa tampan dengan tubuh tegap dan keren dengan tatapannya yang begitu dingin namun tetap mempesona memasuki kantin. Siapa lagi kalo bukan si ketos kutub utara Darren. Dia melangkahkan kakinya menuju salah satu penjual disana dan memesan seporsi bakso lalu membawanya kesalah satu bangku.


Perhatian Darren teralihkan ketika penglihatannya tertuju pada Thania yang sedang duduk bersama geng Akira. Langkah kakinya membawa Darren menuju kesana.


"Eh Fy tumben ke kantin?. " Tanya Akira girang melihat kedatangan Darren.


"Lo mau duduk sini?. Ayo duduk aja!. Vin minggir!. " Ucapnya memberi kode untuk Kevin berpindah tempat.


"Kenapa jadi gue yang pindah sii!!. " Protesnya.


"Pindah ga!!. " Ancam Akira dengan sorot mata tajam membuat Kevin menggeser tubuhnya.


"Duduk Fy. " Suruh Akira namun Darren mengacuhkannya dan malah terfokus pada Thania.


"Lo ngapain disini Than?. " Tanya Darren pada Thania.


"Aku mau gabung sama mereka. " Jawab Thania girang.


"Hah??. Gabung sama mereka?. " Bingung Darren.


"Iya."


"Heh Ren ngapain masih disini yuk cari bangku. " Ucap Aldo menepuk pundak Darren.


"Iya ngapain sih masih berdiri disini, O ternyata ada -. " Imbuh Refi.


"Udah ayo. " Ucap Darren membekap mulut Refi pergi dari bangku Akira dkk.


Akira terlihat sangat kecewa ketika Darren tidak jadi duduk bersama mereka.


"Tuh kan udah dikacangin mulu ga kapok-kapok ya lu Ra. " Kesal Kevin.


"Namanya juga berjuang. "


"Ngapain sih susah-susah berjuang?. Disini udah ada gue yang nerima lo apa adanya loh. " Ucap Kevin kembali keposisinya.


"Emang gue mau sama lo!. Ogahh tau ga, jadi ketua basket aja letoy. " Tolak Akira dengan nada bercanda.


Dari jauh terlihat Darren terus memandangi bangku tempat Akira. Ia merasa sedikit terganggu mendengar Thania ingin bergabung dengan geng Akira. Darren sangat menyayangkan siswi baik dan berprestasi seperti Thania malah bergabung dengan geng bandel Akira.


~


Bel pulang sekolah


Akira keluar dari kelas bersama Kevin bercanda ria sambil merangkul pundaknya. Ketika sampai diparkiran mereka sudah disambut oleh Karina dan juga Faishal yang menatap tajam kedatangan Akira sambil melipat kedua tangannya seolah meminta penjelasan.


Akira yang merasa terancam mencoba melarikan diri namun tasnya sudah terlebih dulu ditarik oleh Karina dan Faishal.


"Mau kabur kemana lo. " Ucap Karina menarik tubuh Akira mundur hingga menatap mobil.


Akira dihimpit oleh kedua sahabatnya dengan tatapan tajam. Membuat Akira sedikit bergidik. Sedangkan Kevin hanya diam menyaksikan jiwa kriminal kedua sahabatnya itu.


"Sekarang jelasin!. Apa maksudnya Thania mau gabung sama kita?. " Tanya Faishal mengintimidasi.


"Ehmm." Akira berdehem menegakkan tubuhnya untuk mengusir rasa gugupnya.


"Iya gue jelasin tapi gausah kaya gini juga kali!. Gue udah kaya maling ketangkep aja!. " Dibalas tatapan mengintimidasi keduanya.


"Jadi, tadi waktu di Perpustakaan si Thania itu bla bla bla. " Akira menjelaskan semua kejadian di perpustakaan tadi.


"Nah terus kenapa lo bolehin?. " Tanya Karina.


"Siapa yang ngebolehin sii, gue tadi bilang biar gue omongin sama kalean eh dianya keburu ngambil kesimpulan sendiri kaya Mario Teguh. "


"Hadeuhhh terus sekarang gimana?. " Tanya Faishal.


"Ya mana gue tau dipikir gue detektif Conan yang bisa nylesein masalah dah tau gue trouble maker. " Jawab Akira.


"Tenang dong guys, dia kan anak OSIS jadi ga setiap saat bakal ikut kita ngumpul bareng. Terus dengan kebiasaan kita gue pikir dia ga akan tahan. Kita bikin dia ilfeel aja. " Ucap Kevin menepuk pundak Akira dan Faishal,yang kemudian mendapat tatapan sumringah dari ketiganya.


"Gagar otak lo udah sembuh?. Tumben otaknya jalan. " Ucap Karina.


"Tau tuh, sering-sering kek kaya gini kan gue jadi bangga punya temen macem gini. " Ucap Akira merangkul leher Kevin.


"Kevin gitu loh. " Sombongnya.


"Jadi kita harus nurunin harga diri kita didepan Thania gitu?. " Tanya Faishal.


"Udah urusan harga diri mah belakangan!. Pilih harga diri apa Thania gabung kita?." Ucap Akira.


"Huuhhh oke lah, misi diterima yuk balik!. " Ajak Faishal.


"Yaudah kalian pulang aja dulu, gue masih ada urusan. " Ucap Akira.


"Urusan apa lagi sih,adaa aja acara lo. " Tanya Karina.


"Mau reoni antar sesama ponakan om jin!. Udah cuma bentar kalian duluan aja!." Ucap Akira meninggalkan ketiga sahabatnya.


Kevin, Karina dan Faishal pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.