
"Yuhuuuuuuu, I'm coming. " Teriak Akira menggemparkan ruang osis.
"Lu ngapain kesini sihh, gatau ada rapat Osis apa. " Tegur Darren.
"Loh justru gue kesini mau ikut rapat sekaligus ngasih semangat ke elo fy. " Ucap Akira menghampiri Darren.
"Lo dateng cuma bikin rusuh ngerti ga!. " Ucap Darren.
"Ihhh kata siapa, emang iya??.... " Tanya Akira menunjuk satu persatu anggota Osis dengan sorot mata mengancam namun tetap tersenyum, membuat mereka menggeleng karena takut pada Akira.
"Tuh kan engga, tenang aja gue ga akan ganggu kok, gue bantuin malah kan Akira ga cuma bandel tapi smart juga, ye kan. "
"Terserah." Jawab Darren malas.
"Hehh, minggir ngapain masih duduk disitu. " Usir Akira kepada salah satu siswa yang duduk disebelah Darren.
"Gini nih kalo anak manusia gedenya di hutan kaga punya aturan. " Dengus Evan teman sekelas Akira yang merupakan pengurus Osis.
"Lo pikir gue tarzan. Mentang-mentang temen sekelas gitu lo ama gua pan. " Kesal Akira.
"Bodo Amat dah terserah!. "
"Heh udah kalo lo berdua masih pengen ribut keluar aja!. Gausah ikut rapat, waktu istirahat cuma sebentar jangan buang waktu!. " Gertak Darren membuat Evan dan Akira diam.
Rapat OSIS pun kembali dilanjutkan. Sesekali Akira juga ikut berpartisipasi dan memberikan saran yang menarik. Sehingga membantu pengurus Osis untuk menyusun acara dies natalis sekolah.
"Ni anak pinter juga sebenernya, tapi sayang bandelnya diatas rata-rata. " Batin Darren setelah rapat berakhir.
"Otak lo cerdas juga sebenernya Ra, ga nyangka gue. " Ucap Evan.
"Tadi udahdibilangin kaga percaya!." Sombongnya.
"Kenapa lo ga jadi pengurus Osis aja sih. " Ucap Evan lagi.
"Ya mon maap aja gua ga mau ya jadi babunya sekolah. Lo tau kan kalo gue itu sibuk. " Sombongnya.
"Sibuk keluar masuk ruang Bk iya!. Tapi di OSIS kan juga ada Darren tumben lo ga minat. " Tanya Evan.
"Gaperlu jadi OSIS juga, gue tetep bisa nemuin dia kapan aja. Kalo perlu gue samperin ke kelasnya waktu pelajaran. " Jawab Akira.
"Gaya lu!. Guru sejarah aja kaga bisa lo atasin apalagi guru kelas IPA. Yang ada lu kena hukuman." Ucap Evan.
Akira dan Evan terus berdebat membuat Darren malas dan memutuskan untuk pergi dari ruang OSIS. Melihat itu Akira tak tinggal diam dan pergi meninggalkan Evan untuk menyusul Darren.
"Fy kok lo pergi ga ngajakin gue sih?. " Tanya Akira yang masih setia mengikuti Darren.
"Terserah gue dong ga ada urusannya sama lo!. ngapain sihh lo ngintilin gue mulu, risih tau ga. " Ucap Darren.
"Ya jelas ada hubungannya ama gue dong. Lo kan calon pacar gue jadi harus dijagain dari kontestan lain. " Jawab Akira enteng.
"Lo tu kebanyakan halu ngerti ga!. " Ucap Darren mempercepat langkahnya meninggalkan Akira.
Akira yang hendak menyusul Darren tiba-tiba dihadang oleh Fiona dkk. Membuatnya berdecak bosan setiap hari harus menghadapi mereka.
"Ckkk ga ada harga dirinya ya loo jadi cewe. " Sindir Fiona.
"Cewe berandalan kaya dia mana punya harga diri sih fin. " Imbuh Mika.
"Upss." Ejek Fiona.
"Hadehhh lo semua itu ga bosen ya gangguin gue?. Gue aja bosen loh setiap hari ketemu lo bertiga." Ucap Akira.
"Gue ga bakal bosen gangguin lo sebelum lo ngundurin diri jadi ketua tim voly!. "
"Gausah mimpi!. Sampe kapan pun gue ga bakal ngundurin diri hhhh. "
"Loo yaaa!!!!!. " Ucap Fiona geram.
"Apaaa!!!!. Gegara loo nih gue jadi ditinggalin Arfy. "
"Dasar udah ditolak masih aja gatau diri banget sihh lu jadi cewe. "
"Lah terserah gue dong. Lo kalo iri bilang aja kali, kita selesain pake kemampuan ga cuma mulut aja pedes!. Siang-siang bikin orang kesel aja lu. " Akira meninggalkan Fiona dan kawan-kawan.
"Hihhhhhh!!!!.... Kenapa sih gue selalu kalah dari Akira. " Kesal Fiona.
"Kalo lo pengen ga kalah ya terima aja tantangan Akira buat duel. " Ucap Lyla.
"Eh lo **** banget sih, mau pake cara apapun si Fiona ga mungkin menang dari Akira. Akira kan jago di semua bidang apalagi kalo soal olahraga. " Jawab Mika.
" Diem lo! . " Gertak Fiona beranjak pergi diikuti kedua anak buahnya itu.
~
Akira memutuskan untuk kembali menghampiri sahabat-sabatnya dikantin. Namun ketika Akira sampai bel masuk malah berbunyi.
"Lahh ni bel kaga tau orang baru nyampe apa main bunyi-bunyi aja. " Ucapnya berdiri disebelah Karina.
"Lagian lo pake acara ikut rapat Osis segala. Paling juga disana cuma bikin rusuh. " Ucap Karina memakan camilannya.
"Tu mulut ya!. Makin lama makin gaenak aja didenger. Gue kan ga bisa nahan rindu sama muka gantengnya ayang beb gue. " Ucap Akira mendudukan tubuhnya disebelah Karina dan ikut memakan camilannya.
"Ra, ayang beb lo ada disini Ra. Gue kan juga ganteng kapten basket lagi!." Ucap Kevin menyombongkan dirinya.
"Idihhh." Ucap Akira dan Karina bebarengan sambil melempar ii Kevin kulit kacang.
Sedangkan Faishal hanya tersenyum melihat kelakuan sahabat-sahabatnya itu.
"Udah bel nih, gua masuk dulu yah. " Pamit Faishal.
"Yaelah Is cupu banget sihh loo. " Ucap Karina.
"Terserah!. gue cuma gamau ketularan bandel kek kalian. " Jawab Faishal.
"Oh ya Ra, lo harus masuk kelas hari ini ,ga ada acara bolos-bolos lagi inget!!!. " Pesan Faishal pada Akira.
"Iya-iya entar gue masuk kelas. Bawel lu. " Jawab Akira enteng.
"Yakin ga lu jangan cuma kayanya aja!. Entar kek kemaren lagi duitnya cuma 10 rebu. " Bisik Akira.
"Yakin gue! Ini pasti lebih gede. "
"Oke kalo gitu!. "
Faishal yang belum beranjak dari sana memperhatikan Karina dan Akira curiga. Akira yang merasa diawasi lantas mengusir Faishal.
"Udahh sono ngapain masih disini! Nunggu bel bunyi lagi?. " Usir Akira.
"Raa." Ucap Faishal dengan tatapan mengancam.
"Iya-iya gua masuk kelas. " Jawabnya, "ntar tapi habis malak. " Ucapnya lagi namun dengan nada berbisik.
"Akiraa!!!." Teriak Faishal yang mendengar Akira berbisik.
"Iyaaa!!!. " Jawab Akira tak kalah berteriak.
Dan Akhirnya Faishal memutuskan untuk pergi meninggalkan teman-temannya itu.
"Yaudah ayo ke kelas Ra. " Ajak Kevin.
"Lo duluan aja vin, gue mau ke toilet dulu. " Tolak Akira.
"Yaudah gue duluan. " Ucap Kevin meninggalkan Akira dan Karina tanpa rasa curiga.
"Ayo Rin. " Ajak Akira.
"Cuss." Jawab Karina.
Akira dan Karina pergi ke toilet siswi yang sudah sepi, karena pasti pelajaran sudah dimulai.
"Lo yakin tu anak bakal ke toilet??... " Tanya Akira pada Karina.
"Iya yakin gue. Gue udah ngawasin di jam-jam ini dia pasti ke toilet. " Ucap Karina yakin.
"Udah kek satpam toilet aja lu!. "
"Ye ngomong aja lu bisanya, kalo dapet duit juga elu yang enak!. "
"Iya-iya jangan baperan kali!. "
Tak lama kemudian sasaran Akira dan Karina pun benar-benar pergi ke toilet. Seorang siswi kelas 10 jurusan IPA. Akira dan Karina segera masuk kedalam toilet dan menunggu mangsanya keluar dari kamar mandi.
Beberapa saat kemudian siswi tersebut keluar hendak mencuci tangan. Dan disitulah Akira dan Karina mulai beraksi.
Brukkkkkk.
Karina mendorong tubuh adik kelasnya hingga menatap tembok.
"Aaa-a-ada apa ini kak. " Ucapnya ketakutan.
"Bagi duit. " Ucap Akira.
"Bb-b-buat apa kak. " Tanyanya terbata.
"Jadi gini, gue kasih tau ya orang kalo punya rejeki itu gaboleh dinikmatin sendiri harus bagi-bagi ke orang lain. " Ucap Akira.
"SIFA, namanya Sifa ra. " Ucap Karina melihat nametag di seragam adik kelasnya itu.
"Nama lo bagus loh seharusnya lo nya juga baik ga pelit ye kan. Karena gue juga baik lo gua kasih pilihan uangnya lo ambilin apa gue ambil sendiri nih. " Tanya Akira.
"Ii-i-ini kak." Sifa menyodorkan semua uang yang ada disakunya.
"Wihh banyak juga duit loo. " Ucap Karina melepaskan tubuh Sifa.
Sifa yang merasa sudah aman pun berniat untuk kabur namun sebelum itu terjadi Akira menghentikannya.
"Ehh...ehhh mau kemana!. Diem disana!. " Teriaknya, membuat Sifa berhenti.
Akira berjalan mendekati Sifa membuatnya bergidik ketakutan.
"Jangan apa-apain saya kak, kakak butuh apa saya bakal kasih. " Ucapnya takut menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
"Siapa juga yang mau ngapa-ngapain lu!. Lagian gue lagi males masuk BK. Gue cuma mau ngasih ini, buat lo jajan ntar mati kelaperan gua jadi tersangka pembunuhan." Akira memasukan uang lima puluh ribu kedalam saku Sifa.
Sifa menatap Akira heran disakunya ada uang seratus ribu namun ia hanya mengambil setengahnya. Biasanya kan orang malak pasti diambil semua.
"Kenapa liat-liat, pergi sono sebelum gue berubah pikiran nih. " Ancam Akira.
Sifa pun langsung berlari ketakutan meninggalkan Akira dan Karina.
"Yaudah yuk kelas!. " Ajak Akira dibalas anggukan oleh Karina. Dan keduanya pun pergi ke kelas masing-masing.
~
Bel pulang berbunyi.
Saat ini Akira dkk sudah berkumpul diparkiran.
"Ra, kerumah gue yuk. " Ajak Karina.
"Ngapain, ogah gue kerumah lo kalo ga ada sesajinya. " Tolak Akira.
"Udah tenang, gue ngajak anakan setan juga mikir-mikir kaliii, pembantu gue abis isi kulkas bokap sama nyokap juga lagi ke luar kota. " Jawab Karina.
"Na kalo gitu gue ogah!. Ogah nolak maksudnya. " Ucap Akira tertawa.
"Gue sama Faishal boleh ikut ga??. " Tanya Kevin.
"Boleh ikut aja. " Ucap Karina.
"Tapi lo berdua kaga boleh ngabisin snack yang gue suka ya!. " Ancam Akira membuat Kevin dan Faishal hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepalanya.
Mereka berempat pun pergi menuju ke rumah Karina. Rumah Kirana sudah seperti base camp untuk mereka. Karena disana sepi hanya ada pembantu Karina, sedangkan orang tuanya sibuk bekerja dan hampir tidak pernah berada di rumah. Itulah yang menyebabkan Karina menjadi seorang Bad girl.