
"Kak kok pulang siii. " Bisik Denaya kesal menarik jaket Darren.
"Iya-iya ihh!.Is nih adek gue pengen foto sama lo. " Ucap Darren to the point di depan Akira, Kevin, Karina dan Thania. Membuat mereka semua menatap Denaya.
"Kak ngomong nya jangan kenceng-kenceng kali, Naya maluu tau. " Denaya menggerutu sambil tersenyum menahan malu.
"Udah jadi foto ga?. "
"Iya jadi. "
"Udah Nay gausah malu-malu Fais orang nya baik kok. Ya kan Is. " Senggol Akira.
"Pa an sihh. " Bisik Faishal.
"Udah sono senengin calon adek ipar gue. " Balasnya mendorong Faishal.
Faishal mau tidak mau berjalan menghampiri Denaya dan Darren. Denaya berada disebelah Faishal sambil tersenyum lebar kemudian Darren mengambil foto mereka berdua dengan HP Denaya.
"Dah nih!. " Darren mengembalikan HP Denaya.
"Makasih ya kak Fais. " Ucap Denaya berterima kasih.
"Iya sama-sama. " Jawab Faishal tersenyum ramah pada Denaya.
"Yaudah semuanya kita duluan. " Pamit Darren.
"Eh fy!. " Cegah Akira membuat Darren menoleh.
"Thanks ya....Nay. " Ucap Akira tulus dibalas anggukan oleh Darren.
"Iya kak Ira sama-sama, Naya pulang dulu daahh. " Denaya, Darren dan Thania pergi menuju tempat mobilnys terparkir.
Setelah kepergian ketiganya Alea datang bersama salah satu temannya.
"Kak Akira kemana aja seharian ga pulang!. " Tanya Alea mengintimidasi.
"Kepo banget jadi orang!. " Jawab Akira datar.
"Kakak gabisa se enaknya kaya gitu!. " Bentak Alea.
"Al mata lo kemasukan beruang ya!. ga liat kakak lo lagi sakit bukannya khawatir malah marah-marah!. " Ucap Karina tak terima.
"Ini masalah keluarga kak Karin gausah ikut campur ya!. "
"Ehh gue ngomong baik-baik lo malah nyolot, cari masalah lo!. " Karina emosi hendak menghampiri Alea namun ditahan oleh Faishal dan Kevin.
"Udah Rin, tenang jangan bikin ribut disekolah orang!. " Ucap Faishal menenangkan Karina.
"Al Akira lagi sakit urusan keluarga selesai in dirumah jangan disini. " Faishal membela Akira.
"Kenapa kak Faishal belain Kak Akira sih. Kak Akira itu salah. " Alea merubah nada bicaranya menjadi sedikit lembut.
"Akira sakit jadi nginep di rumah Karina,karena itu dia ga pulang kemaren. " Bohong Faishal.
"Oh gitu!. Alea cuma ga tenang karena mama dirumah khawatir sama Kak Akira. " Jawabnya penuh rekayasa.
"Cihhh khawatir apa!. Khawatir mainannya ilang?. " Gerutu Akira kesal.
"Yaudah kalo gitu sekarang Alea bawa kak Akira pulang dulu ya kak Fais." Ucap Alea sok baik.
"Eh jangan dulu Al, kita masih ada kegiatan evaluasi, nanti biar kakak yang nganter pulang. " Tahan Faishal membuat Alea membelalakan matanya
"Tapi kan kak kasian kak Akira kakinya kekilir, masa gaboleh izin pulang duluan. " Rayu Alea.
"Idihh ogah gue pulang bareng lo, kalo mau pulang, pulang aja kali ribet amat. Gue bukan kang ojek yang ketipu Google maps jadi ga bakal nyasar. Sabar dulu kalo mo nyiksa gue!." Ucap Akira blak-blak an membuat Alea salah tingkah.
"Mama sama Alea itu sayang sama kak Akira mana mungkin nyiksa kakak. Kalo emang kakak masih ada urusan yaudah deh disini aja.Alea pulang duluan. "
"Tapi sebelum itu, Kak Fais Alea boleh foto bareng kak Fais ga?. " Pinta Alea.
"Udah iya in aja biar cepet pulang. " Bisik Kevin.
"Ehmm , i-iya. " Jawab Faishal ragu.
"Yeayy nih fotoin. " Alea menyodorkan handphone nya pada temannyap.
Cekrek.. Cekrekk...
"Nih Al. " Teman Alea mengembalikan HP miliknya.
"Udah kan?. " Tanya Faishal.
"Bentar selfie sekali lagi. " Alea mendekatkan dirinya dan meletakkan lengannya dipundak Faishal,sedangkan faishal merasa risih dan sedikit menjauhkan dirinya dari Alea.
Alea pun mengambil banyak foto selfie bersama Faishal.
"Nah, udah kak Fais makasih ya, Alea pulang dulu bye-bye. " Alea dan temannya pergi meninggalkan lapangan untuk pulang.
"Sekarang kita ngapain nih?. " Tanya Faishal menghampiri sahabat-sahabatnya.
"Sebenernya sih gue pengen evaluasi disini tapi kayaknya gamungkin deh. Disekolah orang jangan sampe mereka tahu masalah di tim kita. " Ucap Akira.
"Yaudah kita suruh pulang aja yang lainnya, besok aja disekolah kita bahasnya. " Ucap Faishal dibalas anggukan oleh Akira.
Faishal pergi menghampiri anak-anak lainnya dan menyuruh mereka pulang.
"Untuk kali ini ga dulu, besok aja disekolah kita bahas. Kalian semua pulang aja. " Ucap Faishal kembali ke tempat Akira dan yang lain.
Tiba-tiba Reina dan gengnya kembali datang.
"Yah kok udah selesai sih tandingnya. " Ucap Reina.
"Lo kelamaan di kamar mandi sih Rein. " Ucap Anggi.
"Ya kan biar cantik buat Kevin. "
"Dandan lama hasil sama aja, ga ada bedanya juga. " Ucap Cika membuat Reina tersinggung.
"Lo ngomong apa?. Coba sekali lagi. " Kesalnya.
"Eh kaga-kaga Rein, tadi tiba-tiba kepikiran pembantu dirumah masaknya lama tapi makanannya gaenak he.. he.. " Elak Cika.
"Lo sih ngomong sembarangan. " Tegur Anggi.
"Udah-udah sekarang kita ke Kevin aja, cuss. " Reina dkk datang menghampiri Kevin.
"Sayang pulang yuk. " Ucap Reina tiba-tiba menggandeng lengan Kevin.
"Dih pulang sendiri sono ngapain ngajak gue emang gue ojol. " Tolak Kevin.
"Ya anterin dong masa kamu tega ngebiarin aku pulang sendiri malem-malem. Ntar kalo aku diculik gimana?. Ntar kalo aku kenapa-napa gimana?. " Rengeknya membuat Karina dan Akira ikut geli mendengarnya.
"Dasar alay!. " Ucap Karina dan Akira bersamaan.
"Diem lo berdua!. "
"Emang gue supir pribadi lo, dibayar juga kagak udah pulang sono gue masih ada urusan. " Kevin melepaskan tangan Reina dari lengannya.
" Aku ikut!. Pokoknya kemanapun kamu pergi aku bakal ikut. "
"Yaudah sekarang lo ikut gue ke kebun binatang buat buat ngasih makan buaya!. " Kesal Kevin.
"Kok lo tega sih sama gue Vin. " Rengeknya lagi.
"Lah bodo amat, sekarang lo pulang ga!. Kalo ga gue bawa ke kandang buaya beneran nih. " Ancam Kevin.
"Iya-iya ini pulang, Hati-hati ya jangan deket-deket sama Akira. Bye-bye muahhh. " Reina mencium tangannya kemudian meniupnya kearah Kevin.
"Idihhh, jijik gue. " Kevin bergidik.
"Ha... Ha... Ha... Kenapa ga lo pacarin aja sih Vin. " Olok Akira.
"Kan gue maunya sama lo. " Jawab Kevin.
"Guenya yang ogah. " Jawab Akira.
"Udah-udah kita kemana nih buat ngobrol jangan disini mulu. " Ucap Karina.
"Kita cari makan aja yuk, beli nasi goreng. " Ucap Faishal.
"Nah gue setuju. " Jawab Akira.
"Lo mah kalo urusan makanan apa sih yang ga setuju. " Cibir Karina.
"Yaudah ayo berangkat. " Ajak Kevin.
"Ayo!. " Ucap ketiganya melangkah pergi.
"Hehhhh bantuin gue woyy emang temen laknat ya kalean. " Teriak Akira.
"Oh iya lupa kaki lo sakit yah. " Ucap Ketiganya berbalik.
"Ga kaki gue ketinggalan puas lo!. " Jawab Akira membuat ketiganya tertawa.
"Btw lo bawa mobil kan Rin?. " Tanya Akira.
"Iya lah gue kan emang selalu bawa mobil. "
"Oke deh sekarang gimana nih gue jalannya. "
"Udah mau gue gendong apa digendong Kevin. " Ucap Faishal.
"Kevin aja biar bermanfaat dia jadi temen gue. " Jawab Akira.
"Yeileh tu mulut kaga disaring kalo ngomong. " Kesal Kevin.
"Yaudah nih naik ke punggung gue!. " Ucap Kevin berjongkok didepan Akira.
Akira pun perlahan naik kepunggung Kevin dan melingkarkan tangannya dileher Kevin.
"Aduhh!. Ternyata lo berat juga ya Ra. " Kevin sedikit kesusahan berdiri.
"Makannya se ember suruh ga berat. " Cibir Karina.
"Kuat ga sih lo lemah banget!. " Sindir Akira.
"Kuat lah buat lo mah gue kuat-kuat in. " Jawab Kevin berjalan menuju parkiran diikuti Faishal dan Karina.