
Sesampainya di rumah Akira meminta Faishal menurunkannya di depan gerbang.
" Lo buruan pulang Is, makasih udah nemenin gue hari ini. Gue masuk dulu. " Ucap Akira berlari menuju rumah besar milik Gilang.
" Aduhh ni rumah gede amat sih. " Gerutu Akira dengan nafas tersengal-sengal sampai di dapur.
Tiba-tiba Akira mendengar pintu terbuka. Ia segera mengambil alih pekerjaan salah satu pelayang yang sedang mencuci piring.
" Bibi kerjain yang lain aja ini biar Akira yang selesai in. " Ucap Akira.
" Iya non. " Pelayan itu pergi dari dapur.
" Yaudah papa sama mama ke kamar dulu ya sayang. Kamu masuk ke kamar juga gih mandi terus istirahat. " Ucap Gilang pergi ke kamar bersama Sarah.
" Iya pa. " Jawab Alea manis.
Sebelum ke kamar Alea pergi ke dapur untuk menemui Akira.
" Hebat banget kamuflase lo. " Ucap Alea namun Akira tidak menjawab dan terus melanjutkan pekerjaannya.
" Gue tau kok lo tadi keluar sama kak Faishal ke panti. " Ucap Alea lagi membuat Akira seketika berhenti mencuci piring.
" Terus kenapa?. " Tanya Akira menghadap Alea.
" Kalo gue bilang ke papa bisa-bisa bulan depan lo ga dapet uang jajan loh. " Ancam Alea.
" Hobi banget ngadu sih lo!. Suka heran gue. " Ucap Akira.
" Salah sendiri udah dibilang jangan deket-deket kak Fais lagi tetep aja ngeyel. " Ucap Alea.
" Dih ngatur. " Jawab Akira.
" Oke gue bakal aduin ke papa. " Ucap Alea meninggalkan Akira.
" Aduin aja sono dasar anak iblis turunan wanita tanah jahanam lu. " Teriak Akira kesal.
~
Keesokan harinya di sekolah
" Ngapain lo ngajak gue ketemu?. " Tanya Alea.
" Gue mau nawarin lo kerja sama. " Jawab Fiona.
" Kerja sama apa?. Sok deket sama gue lo. " Ucap Alea.
" Heh inget lo tu junior gue ga sopan banget. "
" Emang lo pikir gue peduli yang punya sekolah ini aja bokap gue. " Sombong Alea.
" Sombong juga lo. Padahal gue mau ngajak lo buat ngehancurin Akira biar kesempatan lo dapetin Fais lebih gampang. Tapi lo nya begitu yaudah gajadi. " Ucap Fiona akan meninggalkan Alea.
" Tunggu!. Apa lo bilang?. " Tanya Alea membuat Fiona menghentikan langkahnya tersenyum menang.
" Gue punya rencana buat ngehancurin Akira. " Ucap Fiona.
" Rencana apa?. " Tanya Alea lagi.
Fiona pun menjelaskan semua rencana yang sudah ia buat. Alea merasa tertarik dengan ajakan Fiona karena rencana itu juga akan sangat menguntungkan dirinya dan Sarah.
" Oke gue akan ikut. Emangnya cuma kita berdua?. " Tanya Alea.
" Tenang aja gue ajak musuh Akira juga. Dia punya geng mafia terkenal. " Jawab Fiona.
" Hebat juga lo. "
Fiona tersenyum jahat.
~
" Arfyyyyyy.... " Panggil Akira pada Darren yang sedang duduk di kelas.
" Pa an?. " Jawab Darren.
" Ihh cuek banget sih. Yuk makan dikantin masa lo mau seharian dikelas sih gue aja ni ya sejam di kelas rasanya kaya lagi nungguin lo suka sama gue lamaaaa banget dah. " Akira duduk di depanbangku Darren.
" Gue ga laper. " Darren masih terus membaca buku.
" Buku apa sih yang lo baca. " Akira mengambil buku yang dibaca Darren.
Darren menghembuskan nafasnya menahan amarah.
" Bisa ga sih sehari aja jangan ganggu gue?. Ga cape apa setiap hari ke kelas gue mulu. Urat malu lo dah putus?. "
" Ngapain malu toh mereka udah biasa. Gue tu cuma mau bikin lo terbiasa sama kehadiran gue. Biar nanti kalo gue ga ganggu lo sehari aja lo nyariin gue. "
" Dih ga bakalan!!. Sini buku gue. " Darren mengambil bukunya.
" Woiii ayo makan!!!. " Teriak Karina di dari luar kelas Darren.
" Eh buk lo di kelas orang teriak-teriak ga malu?. "
" Dih yang seharusnya malu tuh elo ga ikut punya kelas malah nyangsang mulu disini. " Jawab Karina.
" Aisssh punya temen ga ada adab semua. " Batin Akira.
" Iya ayo. Bye-bye Ren kapan-kapan gue pasti berhasil ajak lo makan." Pamit Akira pergi.
~
" Lo tu ga capek apa ke kelas Darren mulu?. " Tanya Kevin.
" Gue mending ke kelas Darren daripada di kelas gue sendiri. "
" Emang kenapa?. " Tanya Kevin lagi.
" Di kelas isinya setan semua ada aja kelakuannya. Masa hampir setiap hari di hukum mulu. "
" Setannya elo *****. Lo yang bikin ulah sekelas yang kena hukum. " Jawab Kevin.
" Gimana rasanya sekelas ama Akira?. " Tanya Faishal tertawa mendengar jawaban Kevin.
" Wuhhh rasanya kek lo lagi dirazia satpol PP pas ada kebakaran. Untung aja si Karina di pindah kalo engga kelas gue bisa- bisa ancur. "
" Hehh lo kalo suruh ngejelek-jelekin gue pinter banget ya!. Ga nyadar apa situ sukanya ikut-ikut kalo gue ama Akira bikin heboh. " Karina kesal sambil menjitak kepala Kevin.
" Tau tuh lagian ya di kelas kalo ga ada gue udah kaya rumah hantu ada setan tapi ga ada kehidupan. "
" Gue ga ngebayangin sih gimana pusingnya Evan jadi ketua kelas anak buahnya macem lo berdua. "
" Gausah di bayangin dah biasa tu anak. " Jawab Akira.
" Btw ni makanan gue siapa yang bayarin?. " Tanya Akira.
" Ya elo lah masa gue. "Jawab Karina.
" Bayarin dong gue harus hemat uang ni. Bulan depan terancam ga dapet uang jajan. " Ucap Akira memelaskan diri.
" Ko bisa?. " Tanya Karina.
" Biasa tukang ngadu gue kemaren keluar ga pamit eh ketauan anak iblis jadi ya gitu. "
" Duh malangnya nasibmu nak. " Tawa Karina.
" Gue sebenernya pengen bayarin tapi ni hari aja gue lupa bawa uang." Ucap Kevin.
" Alesan aje lu bambank!. Terus gimana dong masa ngutang. Malak aja yuk Rin. " Ajak Akira antusias langsung mendapat pukulan dari Darren dengan bukunya.
" Ga ada malak-malak gue yang bayarin. "
" Tunggu!. Darimana datengnya tu buku perasaan tadi ga ada?. " Tanya Akira.
" Ada lo aja yang galiat. Udah gue mau bayar dulu. "
" Eh Is Is sekalian punya gue ya. " Ucap Kevin.
" Iyaa!!. " Jawab Faishal ketus.
~
Sepulang sekolah sebenarnya ada latihan Voly namun hanya Tim putra saja. Akira sementara tidak ikut menemani Faishal karena kakinya baru saja pulih. Dia juga harus mengerjakan banyak hal di rumah. Karena tidak ada Akira, Kevin dan Karina juga memilih untuk pulang.
Setelah latihan mereka beristirahat di tribun. Faishal duduk disebelah Evan dan mengobrol.
" Gimana rasanya jadi ketua kelas IPS 2?." Tanya Faishal.
" Ujian banget setiap hari gue harus ke ruang Bk. Apalagi urusan ama pak Darman waktu istirahat gue kelar cuma buat dengerin dia ceramah topik yang sama tiap hari. " Jawab Evan panjang lebar.
" Ga ada niatan ngundurin diri gitu?. "
" Sering tapi kagak ada yang mau ngegantiin laknat semua tu setan kelas. "
" Hahaha Sabar aja ya bro. " Jawab Faishal.
" Lo kok betah sih ama 3 orang itu ga abis pikir deh gue. "
" Lo sendiri juga betah-betah aja tuh yang sekelas. Lagian ya mereka itu bener berisik tapi asik. "
" Haha lo bener juga sih kalo Akira ama Kevin kagak masuk kelas gue udah kek kuburan. Soalnya yang bikin anak-anak berani heboh itu mereka berdua. Apalagi sebelum Karina di pindah ancur kelas gue. " Jawab Evan.
" Nikmatin aja bentar lagi udah kelas 3 terus lulus. Btw Van gue balik dulu ya udah mau malem. "
" Iya deh hati-hati. "
~
Kediaman Gilang.
Saat sedang menyapu lantai Akira melihat Alea, Sarah dan Gilang sudah berpakaian rapi seperti akan menghadiri sebuah pesta.
" Papa mau kemana?. " Tanya Akira saat mereka akan keluar.
" Bukan urusan kamu. Dan karena kemarin kamu sudah melanggar peraturan bulan depan uang saku kamu saya potong. " Ucap Gilang pergi bersama Alea dan Sarah.
" Wahh bener-bener ngadu tu anak iblis. " Batin Akira.
Saat melewati Akira Sarah terlihat tersenyum sinis kepada Akira dan Alea juga ikut mengejeknya.
" Gila apa ya tu dua orang?. " Ucap Akira bergidik.
" Untung cuma dipotong ga di ambil semua. " Ucapnya lagi meneruskan pekerjaannya menyapu rumah.