Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 12



"Oke jadi untuk babak pertama yang bakal main..... Bla... Bla... Bla... " Faishal dan Akira melakukan brifing pada tim masing-masing, karena 15 menit lagi pertandingan dimulai.


Akira mulai memasang pelindung siku dan mengikat kuat tali sepatunya. Juga memastikan pemain utama yang akan bertanding sudah siap.


Pertandingan pun dimulai dengan tim putri terlebih dahulu. Para pemain saling bersalaman sebelum memulai permainan. Kemudian Wasit melakukan pelemparan koin untuk menentukan siapa yang akan melakukan serve terlebih dahulu.


Dan hasilnya adalah tim lawan yang mendapat bola. Wasit meniup peluit menandakan pertandingan dimulai. Akira dan timnya sudah bersiap pada posisi untuk melakukan yang terbaik dalam pertahanan dan penyerangan.


~


"Kak ayokk udah mulai itu. " Denaya menarik lengan Darren.


"Siapa suruh minta beli cemilan segala, antrinya lama juga. "


"Ya kan biar ada yang dimakan waktu nonton ga diem aja, udah ayo!. "


Denaya terus menarik lengan Darren. Hingga tiba-tiba Darren menghentikan langkahnya.


"Sini!. " Darren berganti menarik lengan adiknya untuk memilih bangku duduk.


Denaya hanya menurut, mendudukkan tubuhnya dan menikmati pertandingan juga camilan yang dibelinya.


"Hei Than!. " Sapa Darren duduk disebelah Thania.


"Eh!. Ren kamu kesini juga. " Tanya Thania ramah.


"Iya adik gue ngajak nonton. "


"Kak siapa?. " Bisik Denaya curiga tak biasanya kakak laki-lakinya itu ramah pada perempuan.


"Temen kakak. Than kenalin ini Denaya adik gue. " Ucap Darren memperkenalkan adiknya pada Thania.


"Ooo, hai kenalin nama kakak Thania. " Mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah pada Denaya.


"Denaya." Menjabat tangan Thania.


"Kamu cantik banget ya. " Puji Thania.


"Kakak bisa aja, kak Thania jauh lebih cantik dari aku kok. " Jawabnya.


"Sama siapa Than?. " Tanya Darren.


"Sendiri soalnya Dila ga bisa ikut. "


"Ohh, entar pulangnya gue anterin aja ya, malem-malem ga baik pulang sendiri, ntar lo kenapa-napa lagi. "


"Loh terus adik kamu gimana?. "


"Gue bawa mobil. "


"Oh yaudah deh boleh, thanks Ren. "


Keduanya kembali fokus pada pertandingan namun tidak dengan Denaya yang merasa curiga dengan kakaknya.


"Ga biasanya kak Ren baik sama cewe, patut dicurigai nih. " Batin Denaya memperhatikan raut kakaknya.


~


Memasuki babak terakhir team Akira unggul 2-0. Dan saat ini skor sangat sengit yaitu 23-24 jika di babak ini ia menang maka teamnya akan menjadi juara dalam pertandingan kali ini.


Jump serve dilakukan oleh team SMA Taruna Bangsa, di terima dengan baik oleh libero di team Akira. Akira sudah berancang-ancang melakukan smash terbaiknya untuk memenangkan pertandingan,dan kemudian...


Brukkk


"Auuuuu!."


Akira tiba-tiba terjatuh saat akan melomopat dan kakinya terkilir, ia merasa ada yang menjegal kakinya namun ketika ia menoleh ternyata Fiona juga terjatuh.


Dengan sigap Faishal datang dan menggendong Akira untuk ke tepi lapangan. Pertandingan sejenak dihentikan karena kecelakaan tersebut. Akira benar-benar kesakitan merasakan kakinya yang terkilir.


"Kak Ren!. Tolongin kak Akira itu kenapa?. " Ucap Denaya menggoyangkan lengan Darren.


"Udah biarin aja, dia punya banyak temen jadi kalo kakak kesana juga ga ada manfaatnya. "


Faishal dengan tlaten memijat pergelangan kaki Akira yang lebam karena terkilir. Sedangkan Kevin dan Karina memberinya minum dan juga mengipasi tubuh Akira yang penuh keringat.


"Aduhh Is sakit bangett, jangan kenceng-kenceng mijetnya. "


"Lo gabisa main lagi Ra, mending istirahat aja biar digantiin sama yang lain. " Ucap Faishal memutuskan.


"Ga Is kurang satu poin lagi tim gue bakal menang!. " Akira mencoba berdiri tapi tidak bisa karena kakinya terkilir parah.


"Auuuuu." Tubuhnya oleng hampir jatuh namun ditahan oleh Kevin dan Faishal.


"Ra!. Kaki lo parah ini berdiri aja susah, kalo lo tetep maksain bisa makin serius kekilirnya. " Ucap Kevin.


"Iya Ra, kalo lo tetep maksain kaki lo bakal tambah parah, dan lo malah gabisa main voly lagi buat waktu lama. " Imbuh Karina.


"Tapi-."


"Udah pokoknya lo gaboleh lanjut. " Tegas Faishal kemudian meminta pemain cadangan menggantikan Akira.


Dengan cideranya Akira memberi peluang membuat Tim lawan membalik poin. Pertandingan ke tiga dimenangkan oleh tim SMA Taruna Bangsa sehingga babak pertandingan ditambah menjadi 5 babak.


Jika saja kaki Akira tidak terkilir pasti saat ini timnya sudah menang. Namun bagaimana lagi untuk berdiri saja susah apalagi ikut bertanding.


***


5 babak pertandingan sudah selesai. Tim lawan berhasil memenangkan pertandingan dengan poin 3-2. Kali ini Tim Akira mengalami kekalahan yang membuatnya kecewa. Selangkah lagi timnya akan menang namun kakinya malah terkilir.


Kevin dan Karina berusaha menenangkan Akira yang begitu emosi. Terlihat dari sorot matanya yang tajam.


"Ra lo tenang aja, sekarang yang penting kita semangatin Faishal urusan ini kita selesain setelah pertandingan selesai. " Ucap Karina dengan tatapan tajam.


"Iya Ra, kita urus nanti. " Imbuh Kevin mengusap pundak Akira untuk menenangkannya.


~


Pertandingan tim laki-laki dimulai. Servis awal didapatkan oleh Tim Faishal dan dilakukan oleh Evan. Teriakan fans Faishal begitu heboh saat pertandingan berlangsung. Akira juga mulai tenang dan ikut menyemangati Faishal bersama Kevin dan Karina.


"Kak Ren!. " Panggil Denaya.


"Hmm?. "


"Itu yang servis siapa sih?. "


"Itu Faishal temen sekelas kakak kenapa?. " Jawab Darren curiga dengan pertanyaan adiknya.


"Ganteng ntar Naya fotoin sama dia ya. " Pinta Denaya berbinar.


"Kecil-kecil udah centil banget sih!. "


"Ga centil cuma kagum, ya ya fotoin. " Menggoyangkan lengan Darren.


"Isshhh, iya-iya lepasin tangan kakak!. " Denaya seketika melepas lengan Darren.


***


Pertandingan berakhir dan Tim Faishal berhasil menang telak dengan skor 3-0. Seluruh tim utama dan cadangan berlari ke tengah lapangan bersorak atas kemenangan mereka. Penonton yang kebanyakan perempuan fans Faishal juga ikut heboh memenuhi lapangan.


Untuk memberi selamat dan juga mengajak selfie, Faishal terlihat risih namun berusaha ia tahan. Kemudian segera menghampiri Akira di tribun yang ditemani oleh Karina dan Kevin.


Akira baru saja ingin menyodorkan minum tiba-tiba....


"Nih Is buat kamu, selamat ya. " Thania memberikan sebotol air lemon pada Faishal disebelahnya juga ada Darren dan Denaya. Darren menatap Thania bingung. Sedangkan Akira mengurungkan niatnya untuk memberi air mineral pada Faishal.


"Ngapain ya Thania kasih minum buat Faishal?. " Batin Darren menyimpan sejuta tanda tanya.


"Eh, makasih Than. "


"Iya, Sama-sama anggap aja ucapan Terima kasih. " Jawab Thania dengan senyum cantiknya.


"Selamat ya Is buat kemenangan lo yang kesekian kalinya ini. " Ucap Darren.


"Iya thanks ya Ren. Btw tumben lo nonton?. "


"Nihh, adek gue maksa minta nonton. " Menyenggol Denaya yang tak henti menatap Faishal dengan senyumnya yang menawan.


"Ohh." Faishal meneguk minuman yang diberi oleh Thania, kemudian mengambil handuk dan duduk disebelah Akira sambil mengelap keringatnya.


Akira tiba-tiba kesal sendiri melihat Thania bersama Darren yang juga memberi perhatian kepada Faishal. Membuka air mineral yang tadinya akan ia berikan ke Faishal. Baru saja akan ia minum tiba-tiba Faishal merebutnya dari tangan Akira dan meminumnya.


"Woiii, tu tenggorokan gurun ya?.abis minum air sebotol langsung ngresep sampe-sampe minum gue diambil juga. " Kesal Akira.


"Bukannya tadi mau lo kasih ke gue ya?. " Ucapnya tanpa dosa.


"Kan tadi, lo udah minum juga. " Akira heran.


"Udah Ra, tenang nih minum, gue bukain sekalian. " Kevin menyodorkan sebotol air mineral ke arah Akira.


"Lo emang sahabat gue yang paling baik, ga kaya makhluk dehidrasi sebelah gue nihh. " Sindir Akira membuat Faishal tersedak.


"Uhukkk...uhukkk..." Menatap Akira kesal.


"Duhh mulai deh drama rebutan tupperware diskon. " Cibir Karina.


Tanpa disadari ekspresi Thania berubah kecewa.


"Yaudah Ren, kita pulang yuk. " Ajak Thania.


"Uhukkk.... Uhukkkk..... " Akira yang sedang minum ikut tersedak mendengar ucapan Thania.


"Hehh minum tu pelan-pelan jan kek kambing. " Ucap Karina.


"Yaudah, yuk Than. " Jawab Darren.


"Eh.. Tunggu-tunggu. " Tahan Akira.


"Kalian pulang bareng?. " Tanya Akira dibalas anggukan keduanya.