Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 14



Sebelum ketempat nasi goreng langganan mereka terlebih dahulu ke UGD 24 jam untuk mengobati keseleo Akira agar tidak bertambah parah.


Setelah selesai ditangani dan menebus obat barulah mereka menuju pedagang nasi goreng kaki lima yang sering mereka kunjungi.


"Mang nasi gorengnya 4 kaya biasanya ya minumnya es teh anget 4." Teriak Akira duduk di meja bersama ketiga sahabatnya itu.


"Yang bener yang mana neng es teh apa teh anget. " Jawab mamang penjual nasi goreng.


"Eh ternyata si amang fokus juga he... he es teh mang es batunya jangan dipisah. "


"Si eneng mah ada-ada aja. "


"Ya adalah mang emang saya setan ada suara ga ada orang. " Jawab Akira membuat mamang nasi goreng menggelengkan kepalanya.


"Kaki lagi sakit juga masih aja ngisengin orang. " Saut Karina.


"Helooo mbaknya yang sakit kaki bukan mulut. Emang kalo kaki keselo terus jadi bisu gitu?. "


"Iya kalii. "


"Wah si mba kurang Aquaaaa, air kencing quda. " Ucap Akira dengan nada iklan air mineral.


"Lo kaya gatau Akira aja, kalo ga lagi sariawan tu mulut apa pernah bisa diem. " Imbuh Faishal.


"Emang sih, kan tu mulut, mulut netijen. "


"Ni berdua ya sukaaaa banget kalo suruh ngledek gue!. "


"Kaya situ kaga aja!. Ngaca woii ngaca. " Jawab Karina.


"Ini lagi, Hehhh lo kenapa sih diem diem bae!. " Kejut Akira menyenggol Kevin yang sejak datang terus saja termenung.


"Iya tumben ga kumat. " Imbuh Faishal dibalas hembusan nafas berat oleh Kevin.


"Palingan juga mikir ntar sampe rumah maknya bawa senjata apa buat mukul tu serigala jadi-jadian!. " Jawab Karina tanpa dosa.


"Hehh Lo tau darimana?. Lo dukun ya?.apa jangan-jangan lo suka ngikutin gue waktu pulang malem?. " Teriak Kevin terkejut karena Karina tau apa yang sedang ia pikirkan.


"Emang gue kaga punya kerjaan apa ngintilin lo,artis juga bukan!. Lagian ya isi pikiran lo itu gampang ke tebak!." Jawab Karina sinis.


"Bwahahaha.... " Seketika tawa Akira dan Faishal pecah mengetahui apa yang dipikirkan oleh Kevin hingga membuatnya termenung.


"Eh kalo lo takut digebukin mak lu mending pulang deh cari zona aman aja gue kasian ama barang-barang mak lu ntar pada rusak buat gebukin lo. " Ucap Akira masih terus tertawa bersama Faishal.


"Diem lu!. " Kesal Kevin.


Begitulah aktivitas mereka menunggu nasi goreng yang dipesan matang. Saling meledek dan bercanda ria dan tak lama kemudian akhirnya nasi gorengnya pun datang.


"Ni neng nasi goreng biasanya sama es tehnya, udah bener ya es batunya ga dipisah. " Canda mamang nasi goreng.


"Ceilah si amang masih aja diinget, makasih ya mang. "


"Iya neng sama-sama. " Mamang nasi goreng itu pergi dari meja Akira.


Akira, , Faishal, Karina dan Kevin langsung melahap nasi goreng mereka dan tiba-tiba Akira mengingat Thania dan bertanya pada Faishal.


"Ehm Is, tadi si Thania waktu ngasih air lemon bilang buat tanda Terima kasih maksudnya apa sih?. Terus kok dia ga gabung sama kita lagi?. " Tanya Akira bertubi-tubi.


"Eh lo nanya apa introgasi sih kepo amat. " Ucap Karina.


"Ah elah mba sales teflon diem ya!. "


"Iya-iya gue diem. "


"Jadi kemaren waktu lo pergi dari rumah terus hujan gue langsung pergi nyari in lo tapi ga ketemu dan malah ketemu Thania lagi keujanan, yaudah deh gue anterin pulang. Waktu di mobil gue bilang sama dia buat ga gabung sama kita. " Terang Faishal.


"Eh bentar-bentar lo bilangnya gimana. Dia ga marah emang?. " Tanya Kevin ikut penasaran.


"Gue bilang kalo kita itu bawa pengaruh buruk buat dia lebih baik kita temenan biasa aja."


"Eh kok dia nurut sih, dulu gue juga ngomong gitu tapi dia malah bilang kalo dia bisa jaga diri. " Ucap Akira heran.


"Eh ra ini itu babang Fais yang punya pesona bikin semua cewe klepek-klepek. " Bela Kevin.


"Kok gue biasa aja ya. " Saut Karina.


"Emang lo cewe?. "


"Maksud lohhh?. "


"Gajadi." Nyali Kevin menciut melihat aura menyeramkan Karina.


"Oh gitu syukur deh. " Ucap Akira dan mereka berempat pun kembali melanjutkan makan.


~


Selesai makan.


"Vin bayar. " Suruh Akira.


"Punya gue sama punya lo doang kan?. " Tanya Kevin.


"Perhitungan banget sih ya sekalian berempat ****!. " Ketus Karina.


"Duit gue cuma cukup buat bayarin punya gue ama Akira napa lu?. " Ledek Kevin.


"Eh kalian berdua kenapa sih masalah beginian aja berantem. Udah gue yang bayar. " Lerai Faishal pergi membayar nasi goreng.


"Pelit amat sih jadi orang!. " Olok Akira.


"Pelit darimana sih kan gue mau bayarin punya lo. "


"Au ah serah lu nyet!. " Akira ikut kesal.


"Yuk pulang. " Ajak Faishal selesai membayar.


"Yuk." Jawab ketiganya.


Kevin bergegas pulang terlebih dahulu karena sudah membayangkan ibunya membawa alat untuk memukul dirinya. Sedangkan Faishal pulang bersama dengan Karina dan Akira untuk memastikan mereka sampai dengan selamat.


~


Darren sampai mengantar Thania di depan rumahnya. Darren juga ikut turun dari mobil bersama Thania untuk memastikan dia masuk kedalam rumahnya.


"Makasih ya ren, kamu jadi repot nganter aku pulang. " Ucap Thania tulus.


"Iya sama-sama Than. Udah lo masuk istirahat besok upacara,kita juga ada rapat lagi. "


"Oke deh aku masuk dulu. "


Thania masuk kedalam rumahnya dan Darren juga masuk kedalam mobil untuk pulang.


"Kak Ren. " Panggil Denaya pada Darren yang sedang fokus menyetir.


"Hmm, ada apa?. " Saut Darren.


"Kakak suka ya sama kak Thania?. "


"Ngarang aja, ya gak lah dia kan temen kakak sekaligus sekertaris OSIS yang sering bantu tugas kakak, cuma karena itu kakak baik sama Thania. " Terang Darren spontan.


"Ah masa baru kali ini lo Naya liat kak ren baik sama cewe. "


"Sok tau kamu!. "


"Tapi ya kak Ren, aku lebih suka kak Akira daripada kak Thania. Kak Akira orangnya baik multi talented lagi. "


"Ya lebih baik Thania jauhh dong Nay. Thania itu ya udah cantik pinter lagi dan yang paling penting dia ga bandel kaya Akira. " Bantah Darren.


"Tuh kan kalo kak Ren gasuka sama Kak Thania ga mungkin dibelain sampe segitunya. " Ucap Denaya berhasil menjebak kakaknya itu.


"Tau ah brisik kamu!. " Darren gelagapan karena tuduhan Denaya.


"Cieee suka ama kak Thania cie. " Goda Denaya.


"Nay diem ah, kakak jadi ga fokus nyetir ini!. "


"Iya-iya ini Naya diem. "


~


Rumah Akira


"Bisa turun ga lo. " Tanya Karina dari luar mobil.


"Bisa!, dipikir gue lumpuh apa. " Jawab Akira keluar dari mobil berjalan pincang menghampiri Karina.


"Dianter masuk ga?. "


"Gausah pulang aja sono gue capek dan makasih tumpangannya. Gue masuk dulu yee bye-bye. " Akira meninggalkan Karina diluar.


"Emang ya ni orang satu. Kaga tau diri banget udah dianterin malah ngusir. " Ucap Karina menatap Akira masuk ke rumahnya tanpa menengok.


"Untung temen kalo bukan udah gua ajak ribut tu orang. " Karina masuk kedalam mobilnya kemudian pulang.


~


Didalam rumah.


Akira berjalan pincang dengan wajah yang terlihat lelah. Seperti biasa ia akan pergi ke dapur untuk minum dan mengambil berberapa camilan.


Kedatangan Akira tak luput dari pandangan Alea dan Sarah, mereka sudah duduk di meja makan siap memaki Akira. Namun Sarah baru berancang-ancang menghentakkan meja Akira sudah menoleh ke arahnya.


"Ssstttt brisik!. besok aja malu ama tetangga. " Ucap Akira meletakkan jarinya di bibir kemudian mengambil sebotol air dan pergi ke kamarnya membuat Sarah semakin geram.


"Hehhh tu anak bisa-bisanya ya udah salah malah pergi gitu aja!. " Kesalnya.


"Lagian tadi waktu kak Akira susut


t-susut mama kenapa diem aja coba?. " Tanya Alea.


"Iya-ya kenapa tadi mama diem aja?. " Bingung Sarah.


"Wahh kayanya kak Akira punya ilmu hipnotis nih. " Saut Alea.


"Sembarangan!. Kalo ngomong. "


"Nah buktinya tadi mama diem aja. "


"Udah biarin besok mama ga akan kasih ampun ke dia. "