Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 17



Beberapa hari berlalu kaki Akira sudah mulai pulih. Seperti biasa dia harus mengerjakan banyak pekerjaan rumah setiap harinya. Karena hari ini adalah hari minggu Akira memutuskan untuk pergi keluar sebab Sarah, Gilang dan Alea juga sedang pergi.


" Bi nanti kalo papa sama mak lampir mau pulang telfon Akira ya. " Ucap Akira pada salah seorang pembantu.


" Iya non. Non Akira pergi aja kerjaan rumah biar kita yang ngerjain. "


" Yaudah Aku pergi dulu ya bi. "


Akira segera pergi dari rumahnya menuju panti asuhan dengan celana jeans selutut dan kaos lengan pendek berwarna putih. Saat sedang menunggu angkutan umum Faishal tidak sengaja lewat dan bertemu dengan Akira. Faishal menghentikan motornya tepat didepan Akira.


" Mau kemana Ra?. " Tanya Faishal membuka kaca helmnya.


" Eh lo Is. Gue mau ke panti lo sendiri mau kemana?. " Tanya Akira.


" Jalan-jalan aja sih yaudah yuk gue anterin. " Ajak Faishal.


" Yaudah yok hemat uang. " Akira langsung naik ke motor Faishal.


~


Sesampainya di panti asuhan Faishal memarkirkan motornya di halaman dan ikut masuk kedalam panti bersama Akira.


" Nah lo ngapain ikut gue?. " Tanya Akira.


" Gue gatau mau kemana yaudah ngikut lo aja. " Jawab Faishal.


" Yee dasar ga punya rencana malah keluyuran mau jadi polisi masa percobaan?. Yaudah ayo masuk. " Ajak Akira.


Di dalam panti Akira langsung disambut oleh banyak anak-anak panti asuhan.


" Kak Ira.. Kak ira..... " Teriak anak-anak panti kegirangan.


" Anak-anak tenang ya jangan ribut. " Ucap Ibu panti.


" Buk. " Sapa Akira mencium tangan Ibu panti diikuti Faishal.


" Tumben kesini Ra. Udah lama kamu ga kesini. Ini siapa?. Pacar kamu ya?. " Tanya bu panti.


"Cie kak ira punya pacar ciee!!!.." Teriak anak panti ricuh.


" Aduhh bukan kok ini temen kakak. " Ucap Akira menjelaskan.


" Yahhh.. " Jawab mereka kecewa.


" Anak-anak kalian masuk dulu ya, ibu mau bicara sama kak ira dulu. "


" Iyaa bu. " Ucap anak-anak itu masuk kedalam ruang bermain mereka.


" Ayo masuk Ra. " Ibu panti mengajak Akira ke ruangannya


" Silahkan duduk. "


Akira dan faishal duduk disofa.


" Jadi ada apa Ra?. Tumben kamu kesini. " Tanya ibu panti.


" Ya ampun ibuk, aku ga kesini sebulan udah dibilang tumben. Ibu tau lah semenjak ada mak Lampir di rumah Akira jadi gabisa leluasa keluar. "


" Tapi kamu ga disiksa kan?. " Tanya ibu panti membuat Akira tersenyum pias dan menggelengkan kepalanya agar tidak membuat Ibu panti khawatir.


" Oh iya buk ini sumbangan bulan ini. Maaf ya Akira telat kasihnya. " Akira menyodorkan amplop coklat berisi uang.


" Kamu masih aja kasih buat panti uang itu kan tabungan untuk masa depan kamu. " Ucap Ibu panti.


" Tapi itu bukan uangku semua. Dulu bunda selalu rutin nyumbang disini jadi Aku cuma lanjutin aja. " Jawab Akira tersenyum.


" Makasih ya nak. Uang yang kamu sumbangin selama ini bener-bener berarti buat mereka. "


" Iya bu sama-sama ini juga supaya bunda bahagia. Oh iya Lania dimana buk?. Dari tadi kok aku galiat. " Tanya Akira.


Lansonia atau Lania adalah anak perempuan buta berusia 9 tahun. Dulu Akira menemukan Lania dibawah jembatan saat usianya masih 6 tahun. Lania dibuang oleh orang tuanya karena dianggap menyusahkan.


" Dia masih belum mau bergaul sama anak-anak lain Ra. Mungkin sekarang lagi duduk didepan. " Jawab Ibu panti.


" Yaudah bu Akira ke Lania dulu ya. " Ucap Akira pergi menggandeng Faishal untuk menemui Lania.


" Lo sering kesini Ra?. " Tanya Faishal.


" Iya Is, dari kecil bunda sering ngajak gue kesini. Eh itu Lania. " Akira pergi menghampiri Lania dan duduk disebelahnya diikuti Faishal yang berdiri disebelahnya.


" Hai Nia!!. Apa kabar?. " Sapa Akira.


" Kak Ira!. " Ucap Lania senang memeluk Akira.


" Kamu lagi ngapain disini?. Kenapa ga main sama yang lain?. " Tanya Akira.


" Aku lagi dengerin motor lewat kak. " Jawab Lania tersenyum.


" Heii engga kok kamu cuma perlu membuka diri ke mereka. Kakak yakin mereka pasti ga mikir begitu. " Ucap Akira berusaha membujuk Lania namun Lania tetap diam saja.


" Oke-oke kakak ga akan maksa kamu. Kakak kesini bawa temen loh kamu mau kenalan ngga?. " Ucap Akira lagi dibalas anggukan senang oleh Lania.


" Is. " Senggol Akira.


Faishal pun berjalan mendekati Lania dan berjongkok dihadapannya.


" Hai Lania aku Faishal. " Faishal menggenggam kedua tangan Lania.


" Hai Kak Faishal!. Aku Lania. " Ucapnya senang.


" Kak Fais tolong jaga Kak Ira ya. Kak Ira itu orangnya baik dan semua orang akan butuh dia. " Ucap Lania tiba-tiba.


" Iya Lania tenang aja kakak akan jaga kak Ira kamu. " Jawab Faishal mengelus rambut Lania.


" Lania ayo kita main yuk. " Ajak Akira.


" Main apa kak?. "


" Main pesawat-pesawatan. "


" Aku gabisa mainnya kak. " Tolak Lania.


" Siapa bilang gabisa bisa!. " Ucap Faishal tiba-tiba mengangkat tubuh Lania ke pundaknya kemudian mengajaknya berlarian.


Akira tersenyum dan ikut bermain bersama mereka berdua.


Disaat yang sama mobil yang ditumpangi Alea, Gilang dan Sarah tidak sengaja lewat panti asuhan itu. Mobil mereka sedang berhenti di lampu merah Alea tidak sengaja menoleh dan melihat Akira bersama Faishal sedang bermain-main. Hatinya sangat panas dan kesal kemudian meminta Sarah untuk menoleh. Sarahpun ikut geram saat melihatnya.


~


Di sekolah Darren dan semua anggota OSIS sedang rapat untuk persiapan dies natalis dia bulan lagi. Semua anggota sedang mencari sponsor untuk membantu pembiayaan acara itu.


Saat ini mereka sedang beristirahat. Darren pergi menghampiri Tania yang sedang duduk sendirian di tribun lapangan Voly. Darren duduk disebelah Tania sambil menyodorkan sebotol air mineral kepada Tania.


" Makasih Ren. " Ucap Tania meminum air yang diberikan Darren.


" Capek ya?. " Tanya Darren.


" Lumayan. " Jawab Tania tersenyum ramah yang memancarkan aura cantiknya.


" Oh ya minggu depan kan ga ada rapat. Lo ada acara ga?. " Tanya Darren.


" Emm kayanya engga sih. Kenapa emang?. "


" Gue mau ajak lo nonton. "


" Ohh boleh deh ayok. " Jawab Tania.


" Oke minggu depan gue jemput jam 9 ya. " Ucap Darren antusias


" Oke Ren. "


~


Setelah cukup lama di panti asuhan Faishal dan Akira pamit untuk pulang. Namun sebelum itu Akira meminta Faishal untuk mengantarnya ke makam Alina. Akira juga tidak lupa membeli sebuket bunga tulip putih kesukaan Alina.


Faishal menemani Akira menuju ke makam Alina. Akira meletakkan bunga itu di depan nisan Alina.


" Bunda Akira dateng maaf ya baru sempet kesini lagi. Biasalah Akira kan banyak kegiatan. " Ucap Akira dengan nada bahagia memandang nisan Alina.


" Disini juga ada Faishal bunda, dia selalu jagain Akira jadi Bunda ga perlu khawatir disana. Akira hidup sehat dan makan banyak olahraga juga kok. " Ucap Akira.


Faishal melihat kesedihan di mata Akira meskipun dia tetap tersenyum. Bagaimanapun juga Faishal sudah berteman dengan Akira sejak SMP jadi dia tau bagaimana jatuh bangunnya hidup Akira selama ini.


" Iya tante tenang aja Faishal akan jaga Akira sesuai permintaan tante. " Ucap Faishal dibalas senyuman oleh Akira.


Tak lama kemudian ponsel Akira berbunyi.


" Halo ada apa bi?. " Jawab Akira.


" Tuan sama nyonya sebentar lagi pulang non. " Ucapnya.


" Oke bi Akira pulang sekarang makasih ya. " Akira mengakhiri sambungan telfon.


" Is ayo pulang nenek sihir mau pulang. " Ajak Akira terburu-buru.


" Bunda Akira pulang dulu ya. Aku sayang bunda. " Akira mencium nisan Alina dan berlari menggandeng Faishal.


" Yuk Is buruan gue harus sampe di rumah sebelum mereka. " Ucap Akira ngos-ngosan.


Faishal segera menyalakan motornya dan mengantar Akira pulang secepat mungkin.