
Bel pulang pun berbunyi.
Akira keluar dari kelasnya bersama Kevin untuk menemui Karina yang sudah menunggu mereka di lorong menuju lapangan voly.
"Hai Rin. " Sapa Akira dan Kevin.
"Lama banget sihh lu berdua, gua udah jamuran nunggu disini. " Ucap Karina.
"Wih mana jamurnya lumayan bisa dibikin jamur krispi, gurih-gurih nyoelll. " Jawab Akira.
"Makannn mulu yang ada di otak lu, makanya ****. Gue cape tau berdiri disini!. " Kesal Karina
" Kalo ga makan ga bisa mikir!. Ngerti ga lo!. " Jawab Akira.
"Udahhh lah, kelapangan aja yuk capek gue berdiri terus. " Jawab Kevin.
"Dasar fisik kakek-kakek masih muda ga kuat berdiri lama!. Kaya gitu jadi kapten basket!. Udah kalian duluan aja, gue masih ada urusan. " Ucap Akira meninggalkan Kevin dan Karina.
"Kemana lagi sihh tu anak. " Ucap Kevin.
"Nyari kulkas kayanya ga bolos sehari bikin otaknya panas. " Jawab Karina.
"Hahh?. Gimana sih maksudnya?. Gua ga paham Rin. " Ucap Kevin bingung.
"Darren nyet! Ihh blo on banget sih lu!.bikin gua males ngomong ama lu!. " Bentak Karina.
"Heran gue, tu anak ga pernah ngeliat gue apa???.. Si Darren mulu yang dicariin, apasih kurangnya gue. " Ucap Kevin sok sedih.
"Dia itu ngeliat elo tapi ga nganggep, dan lo tanya kurang apa??.kurang lo itu kurang bermanfaat buat hidup Akira!, udah ayo gausah jadi sadboy lu. " Ajak Karina dan mereka pun pergi kelapangan Voly.
~
Akira berjalan menuju lorong kelas IPA dan menjumpai Darren berjalan dari arah berlawanan. Akira langsung berlari menghampirinya.
"Fy, lo nanti nonton gue latihan kan???.. " Tanya Akira girang.
"Gatau." Ucapnya datar.
"Yahhh, pokoknya lo harus dateng biar gue semangat. Ntar kalo tim gue menang sparing kan ngebanggain SMA Cakrawala juga. " Bujuknya.
"Bodo Amat, gue ga peduli. "
"Yaudah deh pokoknya gue tunggu ya. Ihhh " Ucap Akira gemas mencubit sebelah pipi Darren dan berlari meninggalkannya.
Darren seketika memelototkan matanya kesal namun ia urungkan ketika melihat Thania bersama temannya keluar dari kelas. Darren kemudian menghampiri mereka.
"Than!!!.. " Panggilnya membuat sang pemilik nama menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Iya, ada apa Ren. " Tanya Thania ramah.
"Lo mau kemana??.. " Tanya Darren.
"Mau, nonton anak-anak latihan voly. Emang kenapa ada rapat Osis???... " Tanya Thania balik.
"Ga kok, kalo gitu sekalian gue bareng aja. Gue juga mau nonton. "
"Ohh, iya ayo. " Ajak Thania.
~
Akira sudah bersiap-siap dengan pakaian Volly nya yang bernomor punggung 04 angka keberuntungan baginya. Akira sebagai ketua tim Volly putri sedang melakukan brifing untuk membagi 2 tim kelompok bertanding.
Dan diantara 2 kelompok tersebut pemain terbaik akan dipilih untuk sparing melawan SMA Taruna Bangsa. Akira merupakan spiker, blocker dan juga server terbaik di tim SMA Cakrawala karena itulah Akira menjadi ketua Tim Voly putri di SMA nya dan menjadi pemain pokok.
Akira berada di Tim 1 sedangkan Fiona dan teman-temannya berada di Tim 2. Di tim Volly Fiona jago di bidang Toser dan juga Blocker namun keahliannya itu masih dibawah Akira, karena iri hatinya itulah Fiona sangat membenci Akira.
Untuk latihan awal Tim putri bermain terlebih dahulu. Akira mengawali jump serve dengan kerass namun masih bisa diatasi oleh libero Tim 2. Sesekali Akira melihat ke arah tribun penonton. Senyum nya mengembang ketika melihat Darren ada disana. Akira menjadi lebih semangat untuk latihan.
~
Di Tribun.
Di area tribun terdapat banyak penonton terutama perempuan. Karena Faishal memiliki banyak fans, jadi kebanyakan dari mereka ingin sekedar melihat Faishal bermain.
"Akiraaaaa!!!!...... Semangattttt!!!!!!...... " Teriak Kevin heboh di atas Tribun.
Karina yang berada di sebelah Kevin tidak kuat mendengar teriakan Kevin yang begitu kencang, membuka sebungkus roti dan memasukannya kedalam mulut Kevin secara paksa, membuat Kevin kaget.
"Ehh.. Apa-apa an sih Rin. " Kesal Kevin mengambil roti di dalam mulutnya.
"Lagian lo teriak kenceng banget, malu -maluin tau ga. Jadi kapten basket kek ga ada harga dirinya lu. " Ketus Karina.
"Apaan sih biarin dong, gue kan mau nyemangatin Akira. "
"Nyemangatin sih nyemangatin tapi jangan alayy!!!.... "
"Bodo amat. Akiraaa!!!!!.... Akira!!!!!... " Teriak Kevin lagi memicu perhatian disekitarnya. Karina yang merasa risih menjadi pusat perhatian langsung membekap mulut Kevin dengan tangannya.
*****
Akhirnya latihan untuk Tim putri selesai m, dimenangkan oleh Tim 1 dan akan dilanjutkan oleh permainan Tim Putra. Akira dengan baju yang basah datang menghampiri Karina dan Kevin.
"Minum-minum."
"Nihhh... " Kevin menyodorkan air mineral yang dibawanya.
Akira langsung meminum air tersebut dalam sekali tegukan saking hausnya. Kevin juga membawa handuk untuk mengelap keringat Akira namun Akira langsung mengambil handuk itu untuk mengelap keringatnya Sendiri.
"Gila main lo, ganass abis sih emangnya lu dendam ama siapa sii?. " Puji Karina.
"Iya Ra, apalagi smash lo gila mantep banget deh. " Imbuh Kevin.
"Dendam pala lu tu. Gue main ya kaya biasanya calon pemain nasional gitu loh. " Sombongnya.
"btw mana makanannya kemaren kan lo bilang mau bawain. " Tagih Akira.
"Urusan makanan aja, inget mulu lo. Nihhh. " Kevin menyodorkan snack kepada Akira.
"Hehe... Lo emang temen gue yang palinggg baik deh. " Puji Akira.
"Kratakkkkk.. Cuma temenn. " Cibir Karina meledek Kevin. Membuat Kevin kesal namun memang benar hatinya patah tapi berusaha ia sembunyikan dari Akira.
~
Permainan Tim putra pun dimulai. Diawali oleh jumps serve oleh Faishal dengan nomor punggung 07. Di tribun Darren masih setia menonton disebelah Thania sambil sesekali bertanya.
"Lo suka banget sama voly ya Than??.. " Tanya Darren yang melihat Thania tak berhenti tersenyum sejak permainan dimulai.
"Iyaa." Jawabnya masih dengan senyum yang mengembang.
Tiba-tiba....
"Arfyyyyy.. " Panggil Akira duduk disebelah Darren.
"Paan sih lo. "
"Gapapa, Thanks ya udah nonton. " Ucap Akira.
"Idihhh ge er banget sih loo. Gua kesini mau nonton si Faishal. " Ucap Darren.
"Biarin dehh yang penting kan nonton. " Ucap Akira dengan senyum yang dibuat semanis mungkin. Dan setelah beberapa lama berbicara pada Darren Akira kembali menuju ke tempat Kevin dan Karina duduk.
"Semangatt... Iss. " Teriak Akira, Kevin dan juga Karina heboh. Membuat seluruh tribun menatap mereka namun mereka tetap heboh sendiri. Dunia serasa cuma milik mereka wkwkwk.
******
Pukul 07.00 pm
Semua latihan beserta keputusan siapa saja yang akan bertanding besok Minggu sudah ditentukan. Saat ini Akira, Karina, Kevin dan juga Faishal masih berada di tribun bersama Thania, Darren serta teman Thania.
"Permainan kamu keren tadi Fa. " Puji Thania.
"Iya, makin pro aja loo. " Imbuh Darren.
"Thanks pujiannya. " Ucap Faishal terkekeh sambil mengelap keringatnya.
"Lo emang ter the best deh Is. " Ucap Akira merangkul pundak Faishal.
"Baju gue basah ini. " Ucap Faishal.
"Udah biarin baju gue juga udah kotor. " Jawab Akira.
"Yaudah Is, Ra semuanya gue pulang dulu . " Pamit Thania dan temannya.
"Gue juga sekalian, cabut dulu Is. " Pamit Darren juga.
"Gue kok ga dipamitin sih Fy. " Namun tidak mendapat balasan dari Darren.
"Fyyy!!!!... " Teriak Akira lagi.
"Udahh, ayok kita makan dulu sebelum balik. " Ajak Faishal menarik tubuh Akira.
******
Kevin, Karina, Faishal dan Akira berada disebuah restoran steak untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
"Eh, Ra lo yakin ngikuti Fiona buat sparing??.. " Tanya Faishal ditengah makan mereka.
Brakkk
"Apa!!!... Jadi lo milih Fiona buat ikut Ra!!.. " Ucap Kevin menggebrak meja. Membuat semua orang yang ada disana menoleh kearah mereka. Karina menepuk jidatnya kesal akan kelakuan Kevin.
"Santai aja sihh, vin gausah bikin heboh. lo tu ya. Ihhhh. " Ucap Akira menjitak jidat Kevin.
"Aduhhh, bisa ga sih ga pake ngejitak segala??.. "
"Salah sendiri, lo tu malu-malu in muluu heran gue. " Kesal Akira.
"Udah sekarang back to topic, ngapain sihh lu ngikutin tu mak Lampir. " Ucap Kevin.
"Kenapa??.. Dia itu mainnya bagus meskipun agak ceroboh tapi masih bisa gue atasin, gue harus profesional. "
"Tapi dia kan benci sama lo Ra!!. Bisa aja dia sengaja bikin tim lo kalah nanti. " Imbuh Karina, membuat Akira terdiam sejenak.
"Udah gini aja, kita lihat nanti kalo emang dia sengaja mau bikin tim kita kalah, lo ganti aja Ra. " Ucap Faishal.
"Iya, gue setuju sama sarannya Fais. " Ucap Kevin sok-sok an.
"Ihhh, lu ya sumpah ngeselin tau ga. Tadi aja nolak keras gue ngikutin si Fiona sekarang aja setuju sama Fais plin plan banget jadi orang. " Kesal Akira kembali menjitak dahi Kevin namun langsung ditepis oleh Kevin.
"Ga ada jitak-jitak kan lagi. " Ancam Kevin.
"Yaelahh gitu aja ngambek, baperan lu. " Jawab Akira mengacak acak rambut Kevin.
"Raa!!!.... Rambut keren gue berantakan ini. Nanti gue jadi ga ganteng lagi. " Kesal Kevin.
"Idihhhh." Saut Karina dan Faishal ikut mengacak-acak rambut Kevin.
"Hehhhh!!!... Lo semua ga ada akhlak emangg!!!... "
"Alayyy." Teriak ketiganya kompak.
"Heran deh kalian kalo ngebully gue bisa kompak gitu ya. " Ucap Kevin menatap heran ketiga temannya itu namun diacuhkan dan kembali fokus kepada makanan mereka masing-masing.