
Dirumah Karina.
Akira, Kevin dan juga Faishal melakukan banyak hal. Mulai dari bermain game, bernyanyi, menjahili satu sama lain dan juga menghabiskan makanan dirumah Karina. Mereka begitu senang,hingga apapun yang mereka lakukan pasti diselingi tawa.
Tanpa mereka sadari hari mulai malam. Kevin dan Faishal sudah pulang dari jam 6 sore. Sedangkan Akira baru akan pulang jam 8 malam diantar oleh Karina.
Karina menghentikan mobil sport nya tepat didepan rumah besar Akira, ehm ralat rumah Ayah angkat Akira.
"Rin, lo mau balapan lagi??.. " Tanya Akira masih didalam mobil Karina.
"Iya Ra, lo mau ikut?? Ayo kalo mau ntar gue ajarin trik jadi pembalap handal. " Canda Karina.
"Gila lo, gua masih sayang nyawa kalii!!.. Lo sampe kapan mau kek gini?. Inget lu bukan kucing yang punya 9 nyawa!. "
"Gue tau Ra, mungkin sampe gue kecelakaan terus orang tua gue pulang buat ngerawat gue. " Jawabnya dengan tatapan kosong.
"Tu mulut ya asal nyeplos aja kaga mikir, iya kalo lo idup kalo mati di tempat gimana?. Pokoknya kalo lo sampe kenapa napa ogah gue temenan sama lo. " Ketus Akira.
"Iya-iya ribet lu, jadi turun apa kaga nihh, gua mau cabut. " Usir Karina.
"Iya-iya ini gua turun elah ga ikhlas banget sih. " Ucap Akira turun dari mobil Karina.
"Kalo ga ikhlas gue ga bakal sampe sini kali. " Gerutu Karina.
"Yaudah gue cabut.daaahhh!!. " Pamit Karina melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Atii-atiii!!!.. " Teriak Akira kemudian masuk kedalam rumahnya.
Akira berjalan menuju dapur untuk minum dan mengambil beberapa camilan untuk dibawa ke kamarnya. Disaat berjalan melewati ruang tamu Akira berpapasan dengan Ibu Tirinya dan adik tirinya lebih tepatnya Istri baru ayah angkat Akira.
"Jam segini baru pulang, seenaknya aja keluar masuk!!.. " Teriak Ibu Tirinya.
Namun Akira tidak menggubris dan berjalan melewatinya. Merasa diabaikan Ibu tiri Akira semakin geram untuk memaki Akira.
"Udah untung ada yang mungut juga masih aja lagaknya kaya tuan putri. Ga punya malu. " Makinya lagi. Namun Akira tetap tidak peduli ia membuka lemari es utuk minum dan juga mengambil beberapa makanan.
"Loh asal mama tau ya, disekolah kak Akira itu ngejar-ngejar Kak Darren ketua Osis hits tapi ditolak mulu. " Imbuh Alea adik tirinya.
"Ohhh..pantesan ga punya malu. Jadi gitu ajaran Bunda yang kamu agung-agungin itu. Diajarin jadi perempuan murahan??.. "
Mendengar nama Bundanya disangkut pautkan Akira menjadi Geram dan menghentakkan gelasnya ke meja makan dan beranjak menghampiri Ibu tirinya itu.
"Sebelum ngomong itu ngaca!. Sekarang mikir deh lo itu dulu cuma simpenan!. Udah tau papa punya istri masih aja ganjen. Dasar pelakor!." Ucap Akira tepat didepan wajah Ibu tirinya itu. Hal itu membuat Sarah membulatkan matanya.
"Apa karena papa kaya jadi situ mau dijadiin simpenan?.cuihhhh rendahan lebih rendah daripada *******. " Ucap Akira menjauhkan dirinya dari Sarah, dan kembali ke meja makan untuk mengambil camilannya,kemudian beranjak untuk pergi ke kamarnya.
"Lo gatau bunda jadi stop buat ngehina bunda dengan omongan sampah lo berdua!.. " Ucap Akira ketika melewati Sarah dan Alea.
"Hehhh!!!!... Dasar anak gapunya sopan santun saya aduin kamu ke suami saya. " Teriak Sarah.
"Aduin aja!!!. " Teriak Akira terbiasa dengan ancaman Sarah.
Akira masuk kedalam kamarnya, untuk mandi dan juga ganti baju. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya dikasur. Mengaktifkan ponselnya sambil memakan camilan yang tadi ia bawa.
Ketika HP nya menyala terdapat notif masuk dari Kevin dan Faishal. Akira memilih untuk membalas pesan Faishal terlebih dahulu.
Fais😲: Ra, udah sampe rumah?.
Akira😱: udah, udah mandi juga. ada apa?.
Fais😲: cuma mastiin aja 😁oh ya besok pulang sekolah kita latihan, soalnya minggu malam ada sparing sama SMA Taruna Bangsa.
Akira😱: okee dehhh.
Fais😲:......................
~
Kevin😒: woiii pulang!!!, jangan nyangsang mulu dirumah orang🤣🤣
Kevin😒: ngapain disono lo kedinginan??🥺.
Akira😱: Y
Kevin😒: besok pulang sekolah ada acara ga?.
Akira😱:latian, minggu sparing
Kevin😒:yaudah deh besok gue nontonin lo aja😁
Akira😱: Jangan cuma nonton bawa makanan juga biar ada manfaatnya lu jadi temen gua!!...
Kevin😒: iya-iya, buat lo apa sih yang ga😚
Akira😱:sipp deh kalo gini kan enak.
Kevin😒:..............
~
"Waktunya chat my baby honey" Batin Akira selesai membalas pesan kedua sahabatnya.
Akira😱: Malam Arfy ❤ Lo lagi ngapain?? Gue kangen nihh🥺
Akira😱:yahh diread doang:( Yaudah gue cuma mau bilang besok Gue ada latihan voly loo dateng ya😊 Biar gue semangat:) Bye-bye good night ❤
Akira pun beranjak tidur setelah selesai mengirim pesan kepada Darren. Walaupun pesannya hanya dibaca tanpa dibalas.
****
Darren pov
"Heran gue sama ni anak ga ada capek-capeknya ngejar gue. " Batin Darren membuka chat dari Akira tanpa berniat membalas. Yah pesan dari Akira mana pernah dibales sama Darren. Jangankan di bales di save aja ga jahat kan Darren.
~
Keesokan harinya dirumah Akira.
Akira bangun pagi-pagi untuk memasak sarapan khusus untuk Papanya. Setelah semuanya matang barulah Akira bersiap-siap untuk pergi sekolah. Sebelum berangkat ia menyempatkan untuk sarapan bersama keluarganya.
Dengan keceriaan di pagi hari Akira membawakan nasi goreng buatannya khusus untuk papanya itu.
"Pagi pa, Akira masak nasi goreng spesial buat Papa loh. " Meletakkan sepiring nasi goreng dihadapan Gilang.
Prangggg!!!!.....
Gilang menyempar piring nasi goreng buatan Akira. Akira kaget namun ia selalu dapat mengendalikan dirinya karena hampir setiap hari Gilang melakukan hal itu terhadap masakan Akira. Sedangkan Alea dan Sarah tampak menikmati kejadian itu seperti sebuah sinetron favorit mereka.
"Berapa kali saya harus bilang kamu gausah sok peduli sama saya. " Marah Gibran pada Akira.
"Akira cuma pengen masak buat Papa. " Jawab Akira.
"Stoppp!!!.. Sudah berapa kali juga saya bilang saya bukan Papa kamu!. " Bentak Gilang. Membuat Akira tertunduk.
"Kamu pikir saya tidak tau, kamu sudah menghina istri saya!!. Seharusnya kamu bersyukur masih saya biayai kebutuhan kamu jadi jangan ngelunjak hargai istri saya dan anak saya disini!!!!... Paham kamu!. " Hardik Gilang lagi.
"Yaudah, Papa lanjutin sarapannya maafin Aku. Akira berangkat sekolah dulu ya. " Ucap Akira mengangkat kepalanya tersenyum pada Gilang dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Udah sekarang Papa lanjutin sarapan aja ya. " Bujuk Sarah.
"Ga ma, Papa sarapan di kantor aja. " Tolak Gilang mood nya sudah berantakan karena Akira.
"Yaudah Papa pergi dulu ya. " Mencium kening Sarah.
"Papa hati-hati dijalan yaa. " Ucap Alea.
"Iya sayang, kamu sekolah yang pinter yaa. " Jawabnya seraya mengelus puncak kepala Alea dan pergi ke kantor.