Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
prolog



Akira Grethania Calesthane.


Siswi Bandel dan juga jaillnya SMA Cakrawala,apa lagi kalo udah bareng sahabatnya Karina, makin menjadi-jadi dehh bandelnya. Suka centil sama Darren si Ketos Keren tapi dinginnya udah kek kutub utara wkwkwk.


"Yahhh, cape-cape lari udah ditutup juga gerbangnya. " Keluh Akira dengan nafas tersengal-sengal.


"Pakk!!.... Pakk Budii! Yuhuuuuuu. " Teriak Akira kepada satpam sekolahnya.


"Ya ampunn kamuu ini, hobi banget telatt ya. " Ucap Pak Budi menghampiri Akira sambil berkacak pinggang.


"Pakk, bukain gerbangnya dong. " Pinta Akira mengatupkan kedua telapak tangannya disela gerbang.


"Ga, lebih baik kamu pulang aja. Setiap hari kok terlambat. " Tegas pak Budi.


"Saya sebenernya juga ga pengen telat pak, tapi entah kenapa setiap sampe gerbangnya udah ditutup. Salah sekolahnya juga sih masuknya kepagian. "


"Kamu ini sudah terlambat, malah nyalahin sekolah!. Kamu pikir sekolah ini punya bapak kamu!."


"Emang iya ini punya bapak saya. " Jawab Akira.


"Kamu ini pagi-pagi jangan ngayalya! Bikin orang kesel aja. Udah sana pulang!. " Usir Pak Budi.


"Yaelah pak kaliii ini aja, yahh pleaseee. Bukain gerbangnya." Mohon Kinara.


"Ga...Pulang. " Usir Pak Budi.


"Arfyyyyyyyyyyy!!!!!. " Teriak Akira melihat Darren lewat tak jauh dari gerbang.


Membuat Darren seketika menoleh mendengar teriakan Akira.


Darren Arfy Reviano Shaquille


Ketua Osis sekaligus salah satu most wanted disekolah Akira. Anak IPA 3 pinter?..pastinya!. Anaknya keren ganteng lagi, sayangnya ya itu sifatnya dingin kek es batu.


"Apaa!. " Jawab Darren masih berdiri ditempatnya.


"Sinii dong, kalo lo disitu gue nanti ngomongnya harus teriak-teriak kan cape."


"Yaelah ni anak pagi-pagi udah ngeribetin orang idup aja. " Gerutu Darren menghampiri Akira.


"Tolongin gue dongg, biarin gue masuk yahh. Terserah deh gue mau dihukum apaan kek yang penting gue bisa masuk. " Rengek Akira kepada Darren.


"Yakinn, lo mau dihukum??.. "  Tanya Darren.


"Iyaa benerann yahh. " Jawab Akira girang.


"Okee.pak bukain gerbangnya. " Ucap Darren kepada pak Budi.


Pak Budi langsung menuruti kemauan Darren dan membukakan pintu untuk Akira. Setelah gerbang terbuka Akira langsung berlari masuk kedalam sekolahnya.


Untungnya Darren sudah hafal sifat bandel Akira sehingga ketika Akira berlari melewatinya Darren langsung menarik tas Akira. Membuat tubuhnya melangkah mundur.


"Mau kabur kemana loo, ayo ikut gue. " Ucap Darren menarik paksa Akira.


"Yahh Fy, gue kebelet nihh, gue ketoilet dulu yaa. " Ucap Akira beralasan.


"Udah gausah alesan, ikut gue sekarang. "   Tegas Darren menarik Akira kehalaman tengah sekolah. Akira hanya mendengus kasar karena tidak bisa lari dari hukuman.


"Tuhh , sapuu semuanya sampe bersih. "  Perintah Darren memberikan sapu kepada Akira.


" Gue beneran kebelet nih!. Ntar kalo ngompol disini gimana?. " Akira masih berusaha beralasan.


"Yaudah ngompol aja, yang penting ni daun-daun ama sampah harus bersih sebelum pergantian jam!. "


"Tega banget sih. Lagian lo bercanda ya Fy, halaman seluas ini gue suruh nyapu?. "   Ucap Akira tak percaya namun hanya dibalas anggukan oleh Darren.


"Fyy, ga kasian sama gue apaa. Nanti kalo gue kecapean gimana. Kalo gue pingsan gimana?." Ucap Akira manja.


"Ya, urusan loo lah siapa suruh telat. Udah sekarang lo sapu sampe bersih biar lo bisa cepet masuk kelas, dan satu hal lagi nama panggilan gue DARREN bukan ARFY. " Jawab Darren meninggalkan Akira.


"Suka-suka gue dong orang nama lo juga ada Arfynya" teriak Akira namun tidak digubris oleh Darren.


"lo peka dikit napa sih fy. Gua tu pengen manggil loo beda dari yang lain. " Batin Akira.


"Daripada cape, mendingan gue ke kantin makan. " Gerutu Akira membuang sapu ditanganya dan akan pergi dari sana.


"Hehhh, mau kemana lo!, kalo lo kabur lagi besok-besok gua ogah nolongin lo lagi kalo telat. "   Ucap Darren dari lantai atas.


Langkah Akira seketika terhenti dan berbalik mengambil sapu yang ia buang, dan mulai menyapu seluruh bagian halaman sekolah sambil terus diawasi Darren.


a few moments later


(Beberapa saat kemudian)


"Huhhhh akhirnya kelar juga. " Ucap Akira melempar sapunya ke sembarang arah setelah menyelesaikan hukumannya.


"Kantin ahh, laper gue."  Ucapnya lagi beranjak mengambil tas dan hendak pergi ke kantin.


"Hehh siapa yang nyuruh ke kantin?. Kelas!. Belom waktunya istirahat. " Tegur Darren menghampiri Akira.


"Ckkk.. Lo belum puas apa nyiksa gue, sekarang gue laper mau makann. "  Ucap Akira meninggalkan Darren.


"Nyiksa?. Kan lo sendiri yang minta dihukum. Sekarang gue kasih pilihan Lo mending ke kelas apa ke BK. " Ancam Darren.


"Huhhhh... Untung gua sayang. " Batin Akira menghela nafas dan berbalik ke arah Darren.


"Yaudah ke kelas, tapi anterin yahh. " Ucap Akira dengan mata berbinar.


"Dihh ogah. " Ucap Darren meninggalkan Akira.


"Itu orang apa bukan sii. Cuek nya kagak punya bates. Liat aja ntar gue pasti in lo bakal jadi pacar gue. " Batin Akira berjalan ke kelasnya.


Semakin cuek Darren semakin gencar Akira mengejarnya. Entah kenapa sejak pertama bertemu, Akira merasakan Hal yang berbeda terhadap Darren yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Sebuah cinta pertama.


~


"Jam berapa ini kenapa kamu baru dateng. " Ucap guru Sejarah bersendekap menghadap Akira.


"Tadi abis bantu-bantu tukang kebun nyapu halaman Bu. Liat nih saya keringetan." Jawab Akira masuk kedalam kelas.


"Bantu-bantu apa dihukum?. " Jawabnya dibalas cengiran oleh Akira


"Sudah terlambat bohong lagi!. Sekarang kamu keluar, hari ini kamu tidak boleh ikut jam saya. " Usirnya.


"Yahh Bu ga kasian apa sama saya, saya abis nyapu halaman seluas stadion masa ga boleh masuk kelas. Setidaknya hargailah pengorbanan saya bu. " Akira memelas.


"Ga, lain kali kalau kamu mau ikut jam ibu jangan terlambat. Sekarang kamu keluar. " Bu Siska melanjutkan aktivitasnya menulis di papan.


Akira masih berdiam didalam kelas menatap seseorang berharap agar dia bisa membantunya.


"Hehhh bantuin napa sih. " Bisik Akira pada memberi kode kepada Kevin.


Kevin Reagan Fadeyka


Kapten tim basket SMA Cakrawala. Sahabat Akira sekaligus naksir sama Akira. Anaknya tengil dan suka jahil apa lagi kalo udah sama Akira.


"Ehhmm Bu. " Belum sempat melanjutkan kata-katanya Kevin sudah di skak mat oleh Bu Siska.


"Kalo kamu mau nemenin Akira silahkan keluar. "  Ancam Bu Siska tanpa berbalik.


Akirapun memutar bola matanya malas karena Kevin juga tidak bisa menolongnya. Sedangkan Kevin hanya bisa mengendikkan bahunya.


Akira kemudian memutuskan untuk keluar dari kelas dan pergi ke kantin melaksanakan niatnya yang tertunda.


~


Bel istirahat berbunyi.


Seluruh siswa SMA Cakrawala keluar dari kelas untuk makan, ke perpustakaan ataupun sekedar menghirup udara segar setelah pelajaran.


Sedangkan Akira sedari tadi masih berada di Kantin untuk menunggu kehadiran sahabat-sahabatnya.


"Wihh udah disini aja lo. Udah abis berapa?. Sejuta dua juta?." Sapa Karina.


Karina Adelicia Belva


Sahabat Bad Girl nya Akira. Anak broken home. Suka balapan liar sekaligus temen malaknya Akira. Tapi si Karina ini ga gampang telat kek Akira yaa. Setia kawannya bukan main. Mulutnya pedes sama kek Akira cuma lebih parah Karina. Sebenarnya dulu Akira dan Karina berada satu kelas, tapi karena mereka sering berulah jadi para guru setuju untuk memindahkan Karina ke kelas IPS 4


"Udah abis emas batangan 5. " Jawab Akira.


"Wih makan apa lo abis segitu, makan daging ikan hiu?. Btw Ga ikut pelajaran loo?. " Tanya Karina.


"Kaga."


"Wah ke enak an idup lo. " Ucap Akira tak terima.


"Enak pala loo itu gua tadi telat, terus disuruh nyapu halaman sama Arfy enak darimananya coba. " Jawab Akira tak kalah ketus.


"Haii Ra, Rin. " Sapa Kevin mengalihkan perhatian keduanya.


"Hmm." Jawab Akira dan Karina.


"Tinggal si Fais nihh yang belom sampe. Emang di perempatan lorong macet ya?." Ucap Akira.


"Dikira perempatan monas!.Anak IPA mah biasa, keluarnya pasti paling akhir. " Saut Karina.


"Lagian loo Ra, udah ada gue masih aja nyariin Fais. " Cibir Kevin.


"Ye baperan lu gausah dibawa kesini, kaga bakal dibales sama manusia tidak berakhlak disebelah gue. " Saut Karina.


"Lagian ni orang pikirannya bucinan mulu, Si Fais temen lu juga nyet!. " Ucap Akira menjitak dahi Kevin, membuat Kevin mengaduh.


"Sakit Ra. " Ucap Kevin.


"Salah sendiri, heran gue otak lo dimana sihh. Di pala apa di dengkul?." Ketus Akira.


"Namanya otak ya dikepala lah Ra. Masa di kaki. " Balas Kevin.


"Lagian punya otak kaga dibuat mikir, daripada ga kepake jual ajalah biar lebih bermanfaat."


"Hehh udah-udah malah berantem. Tuh si Fais. " Ucap Karina menunjuk Faishal yang sedang berjalan menghampiri mereka. Mengalihkan pertengkaran Kevin dan Akira.


Faishal Aryan Delano


Kapten Tim Voly putra SMA Cakrawala. Sahabat Akira sejak SMP. Diantara Kevin, Karina dan Akira, Faishal lah yang paling pintar sekaligus lebih pendiam dan ga neko-neko. Dia juga salah satu most wantednya SMA Cakrawala temen sekelasnya Darren anak IPA 3. Si Faishal ini udah suka sama Akira sejak lama hanya saja ia ungkapkan melalui tindakan bukan kata-kata.


Akhirnya lengkap sudah gengnya Akira berada di kantin. Mereka kalo udah ngumpul pasti bikin heboh satu kantin. Gegara ketawa Akira yang udah kaya petir.


"Ehh Is, si Arfy kemana kok ga ke kantin. "Tanya Akira pada Faishal.


"Yaelah idup lu kaga pernah bersyukur ya, dasar gorengan udah di sediain saos ama sambel masih aja nyari cabe. " Cibir Karina.


"Tau tuhh, yang dicari pasti yang ga ada. " Saut Kevin.


"Kalo udah ada ngapain dicari bambank. Gue kasih tau ya cabe itu pedesnya lebih berasa cetarnya daripada saos ama sambel. "


"Tapi kan saos ama sambel juga ada cabenya. " Ucap Karina.


"Terserah loo dehh terserahhh males gue nanggepin mayones yang kaga tau rasa, dimana Is si Arfy. " Tanya Akira lagi.


"Kayanya di ruang osis rapat acara Dies Natalis sekolah. " Jawab Faishal.


"Yaudah, gue kesana dulu yaa jemput jodoh gue. " Ucap Akira meninggalkan teman-temannya.


"Ga makan loo ra. " Teriak Faishal.


"Udah kenyang makan hati gua. " Jawab Akira tak kalah berteriak.


"Jodoh loo disini Ra, woiii. " Teriak Kevin namun tidak mendapat sautan dari Akira.