
Di Ruang BK
"Akira Kenapa kamu tadi lompat pagar??.. " Tanya pak Darman.
"Jadi gini pak say-"
"Stop gausah dijelasin saya tau kamu pasti telat. " Sela Pak Darman.
"Nah itu bapak pinter. " Jawab Akira.
"Akkkirraa!!.. " Geram Pak Darman.
"Kenapa pak kok kesel gitu sih??.muka bapak kalo lagi kesel imut tau. " Goda Akira.
"Kamu bener-bener yaa kalau sampai kamu terlambat lagi, orang tua kamu akan bapak panggil!!!.. " Ancam pak Darman.
"Wihh gapapa pak panggil aja, besok Akira telat lagi ya biar dijenguk sama papa. "
"Ya ampun!!.bapak itu bener-bener udah ga sanggup ya ngehadapin kamu!!. Kamu sebenernya mau digimanain siihhh???. " Kesal pak Darman menyerah dengan kelakuan Akira.
"Kasih duit lah pak kan jarang-jarang guru ngasih uang jajan ke murid. " Jawab Akira sambil bercanda.
Pak Darman hanya bisa menepuk jidat karena kelakuan Akira.
~
Disinilah Akira sekarang, ditengah lapangan berdiri dengan satu kaki dan kedua tangannya memegang telinga. Saking kesalnya Pak Darman hingga ia memilih hukuman itu untuk Akira.
"Kamu berdiri disitu sampai istirahat pertama selesai, kalau sampai kamu kabur saya akan tambah hukuman kamu. " Ancam pak Darman meninggalkan Akira.
Akira hanya menurut, menikmati sinar matahari sambil kembali mengingat kejadian pagi tadi,membuatnya sedikit merasa sedih. Hingga bel istirahat berbunyi. Seluruh siswa keluar dari kelasnya. Lapangan tengah mulai ramai karena banyak siswa yang memperhatikan Akira. Namun Akira hanya cuek bebek mendengar cibiran para siswa.
Tiba-tiba Reina dkk datang menghampiri Akira.
"Cobaan apalagi ini Tuhan. Udah Akira anggap aja lalat lewat." Batin Akira.
"Wihh ga kapok dihukum ya lo. " Cibirnya namun Akira hanya diam malas berdebat dengan fans Kevin itu.
"Heran gue Kevin kok bisa suka sama cewe modelan lu gini. " Oloknya lagi dan Akira lagi-lagi hanya menghembuskan nafasnya malas.
"Hehh lo tu ya ga punya mulut apa!!!.. Daritadi diem aja." Kesal Reina tidak mendapat respon dari Akira.
Akira mulai jengah dan menghentakkan kaki serta tangannya menatap Reina tajam membuatnya takut dan memundurkan tubuhnya.
"Hari ini gue lagi maless banget ngomong ama kalian bertiga. Mending pergi deh husss... husss... " Usir Akira karena moodnya sedang tidak baik hari ini.
"Hehh lo kira kita anak anjing!. " Kesal Reina.
"Emang!. " Jawab Akira enteng.
"Lo ya!... " Gertak Reina.
"Apaaa!. Pergi ga lo apa mau gue lempar pake sendal!. " Ancam Akira.
"Emang lo sekolah pake sendal?. " Tanya Cika.
"Eh iya-ya, salah... Sepatu!. Pergi ga lo!. " Akira melepaskan sepatunya dan mengangkatnya kearah Reina dkk.
"Rein kita pergi aja yukk, kena sepatu sakit loh. " Ajak Anggi yang takut dilempar sepatu oleh Akira.
"Iya Rein ayukk, gue takut nihh. " Imbuh Cika.
"Ehm,yaudah ayo kita ke kantin haus nih gue. " Alibi Reina yang juga ketakutan melihat sepatu ditangan Akira.
Setelah kepergian Reina dkk Akira kembali melanjutkan hukumannya, kemudian datang lagi hama pengganggu yaitu geng Fiona.
"Sebenernya ini sekolah apa sawah sih banyak banget hama tomcat!. Besok-besok bawa semprotan disinfektan gue. " Batin Akira kesal.
Prokk... Prokkk.... Prokkk...
Fiona bertepuk tangan membuat seluruh perhatian siswa kearah mereka.
"Ternyata Bad Girlnya SMA Cakrawala suka banget dihukum yah. " Ucap Fiona mengeraskan suaranya membuat seluruh siswa juga ikut menertawakan Akira.
Akira tetap diam, ia ingin tahu sejauh apa Fiona akan menghinanya.
"Nyadar dong cewek berandalan kaya lo itu ga pantes sekolah di SMA Cakrawala apalagi jadi kapten tim voly. Ya nggak temen-temen??... " Tanya nya pada seluruh siswa yang sedang memperhatikan mereka.
"Iya tuhh benerr. "
"Cewe ga punya aturan kok sekolah di SMA elite. "
Cibir para siswa. Akira masih santai menghadapi mereka.
"Tuh denger kan , gue kasian deh pasti nyokap lo hidupnya ga tenang karena punya anak kaya lo." Seketika wajah Akira berubah marah.
Plakkk
Akira menampar pipi Fiona membuat seluruh siswa terkejut dan diam.
"Heh apa-apaan lo nampar gue!!!!... " Teriak Fiona menyentuh pipinya tak terima dipermalukan didepan umum.
Akira hanya diam dengan tatapan marah mendorong tubuh Fiona hingga menatap tembok dan mencekik lehernya.
"Berani banget lo nyebut tentang nyokap gue pake mulut kotor lo itu haaa!!!!.. " Teriak Akira.
"Le-lepasin gue, uhuk.. Uhukkk. " Fiona kesulitan bernafas.
"Kayanya nyokap lo juga sama berandalan nya kaya lo ya. Jadi anaknya makin menjadi-jadi juga. " Ucapnya berusaha melepaskan tangan Akira dari lehernya.
Dalam kondisi tersebut Fiona masih saja memancing emosi Akira. Kemarahan Akira semakin memuncak hingga ia mengepalkan tangannya akan menonjok muka Fiona.
"Lo!!!!... " Akira melayangkan tinjunya namun ada seseorang yang menahannya.
"Ra, udah lepas!. " Lerai Faishal dan Kevin menjauhkan tubuh Akira dari Fiona.
"Uhukkk.... Uhukkk.. " Fiona terbatuk merasakan nyeri dilehernya dan meninggalkan bekas merah memar.
"Is, Vin lepasss biar gue kasih pelajaran tu tomcat sialannn!!!! " Umpat Akira.
Akira pun perlahan mulai tenang. Sedangkan Karina menghampiri Fiona.
"Wah...wah...wah ternyata udah mulai kelewatan ya lo. " Ucapnya pada Fiona.
"Apaan lo haaa, Sama-sama berandalan aja sok-sok an. " Cibirnya.
"Simi-simi birindilin iji sik-sik in!!.Hehh gue peringatin ke elo ya!!., jaga tu mulut, lo belum tau kan gimana marahnya iblis. Ini belum seberapa jadi ati-ati!. " Ucap Karina tenang namun bagai sambaran didiri Fiona. Karina kemudian pergi ke arah sahabat-sahabatnya itu.
Faishal dan Kevin mulai melepaskan Akira. Akira menatap tajam seluruh siswa yang memperhatikannya sedari tadi.
"Kalo lo semua ada yang punya masalah sama gue, bilang!!!... Kita selesai in kalian mau gimana gue ladenin. Jangan cuma ngomong doang!." Ucap Akira membuat seluruh siswa ketakutan dan membubarkan diri.
Tanpa Akira sadari Darren juga memperhatikan kejadian itu sedari tadi.
"Dihh berandalan kaya gitu ngejar-ngejar gue hhhh bukan selera gue banget. " Batin Darren meninggalkan tempatnya.
Kevin, Faishal dan Karina membawa Akira ke kantin untuk mendinginkan pikirannya.
"Nihh biar adem otak loo. " Ucap Karina menempelkan air mineral dingin ke dahi Akira. Kemudian duduk disampingnya.
"Parah!!. Kalo kita ga dateng pasti udah bonyok tuh si mak Lampir. " Ucap Kevin.
"Ga cuma bonyok Vin, udah masuk IGD kali. " Imbuh Karina.
"Ha..ha..ha.. Lo bener banget Rin, sebenarnya sih tu anak emang perlu dikasih pelajaran sekali kali. "
Faishal menatap khawatir ke arah Akira yang masih menekuk wajahnya. Faishal tiba-tiba pergi dari sana dan membawa makanan kesukaan Akira yaitu Bebek goreng sambal.
Seketika Akira menoleh senang melihat Faishal menyodorkan bebek tersebut dihadapannya.
"Buat gue ni Is?. " Tanya Akira girang.
"Iya, makan. "
Tanpa pikir panjang Akira memakan bebek tersebut dengan lahap membuat Karina dan Kevin berdecak heran.
"Setan macam apa sih lo sebenernya, abis ketemu makanan aja langsung adem apinya. "Cibir Karina.
"Kaya orang ga sarapan aja lo Ra. " Saut Kevin.
"Emang." Jawab Akira.
"Apa!!!!.... " Ucap Kevin terkejut.
"Jadi lo ga sarapan tadi??. Kok ga bilang ke gue sihh lo Ra. Seharusnya gue yang beli in lo makanan bukan Fais. " Ucap Kevin kesal.
"Hehh pahlawan kesiangan gausah ribut!. " Tegur Karina.
"Bisa ga sih sehari aja lo ga bikin ribut Vin, pusing nih pala gue. " Ucap Akira lirih,lelah dengan semua kejadian tadi.
"Maaf." Jawab Kevin terdiam. Dan ketiganya pun ikut diam memakan makanan mereka.
Akira terus melanjutkan makannya hingga selesai. Dan membuka suara.
Earghhhh!!!
Akira bersendawa
"Kenyang gue. " Ucapnya tersenyum.
"Jorok lu Ra. " Kesal Karina.
"Ha... Ha... Ha... Maap yak, eh itu murid baru ya. " Ucap Akira melihat kedatangan seorang siswi dengan raut wajah jutek dan terlihat seperti anak geng.
Ketiganya pun menoleh kearah siswi yang ditunjuk Akira.
"Iya, keknya 11 12 kaya lo deh Rin. " Ucap Kevin. Membuat Karina menatap Kevin bingung.
"Maksudnya?. "
"Anak berandalan yang suka balapan gitu?. " Jawab Kevin.
"Berandalan?. " Karina menaikkan sebelah alisnya.
"Iya maksudnya suka balapan gitu loh!. " Kevin membenarkan ucapannya karena merasa terancam dengan tatapan Karina.
"Tapi gue juga kaya pernah liat tu anak sih??.. " Ucap Karina masih memperhatikan siswi baru itu.
"Kalian kenapa sih kepo banget sama tu anak?. " Tanya Faishal.
"Tau tuh, gue kan cuma nanya itu anak baru bukan eh malah merembet kemana-mana. " Imbuh Akira.
"Oh iya gue seharian ini belom ketemu sama calon pacar yaa. Lo tau ga si Arfy lagi dimana??. " Tanya Akira pada Faishal.
"Ngapain sih dadar gulung mulu yang dicari in?. " Kesal Kevin.
"Dihh suka-suka gue dong, lo tu sewot mulu ya kalo gue nanya ke Fais tentang Arfy orang yang gua tanya aja ga protes kok lo yang ribet. "
"Rin bilangin si Akira napa sihh. " Pinta Kevin pada Karina.
"Lah kenapa jadi gue?. Itu kan urusan Akira. " Tolak Karina.
"Udah-udah malah ribut si Fais ga jawab-jawab nanti ah elah lu berdua mah." Kesal Akira.
"Gue gatau Ra, coba aja cari di ruang OSIS kalo ga di perpus. "
"Oke deh makasih ya Is, lo emang sahabat gue yang paling baik jadi tambah sayang deh gue. "
"Kalo gue lo sayang ga Ra?. " Tanya Kevin girang.
"Kalo lo mah bikin kesel mulu ngapain gue sayang, dah gue cabut dulu bye. "
"Gue kan juga mau disayang sama lo Ra!!. " Teriak Kevin.
"Tembok nganggur noh. " Teriak Akira.