
Didalam kamarnya Akira tidak bisa tidur memikirkan ucapannya kepada Faishal tadi.
" Apa gue tadi terlalu kasar ya sama Fais. Tapi mau gimana lagi gue terpaksa ngelakuin ini gue gabisa keluar dari rumah ini. Maafin gue ya is. " Batin Akira gelisah.
~
Keesokan harinya saat akan berangkat kesekolah Akira mendengar suara motor Faishal di depan rumahnya. Ia segera keluar untuk melihatnya.
" Lo ngapain kesini?. Kan gue udah bilang kita harus jaga jarak. " Ucap Akira memarahi Faishal namun faishal tetap diam.
" Kak Akira pede banget sih. Kak Fais kesini itu mau jemput gue. " Ucap Alea keluar dari dalam rumah bersama Sarah.
Akira menatap Alea tidak menyangka.
" Yuk kak. " Alea memakai helm dan naik keatas motor Faishal.
" Udah?. " Tanya Faishal.
" Udah kak. " Alea memeluk pinggang Faishal kemudian pergi darisana.
" Bye bye mama. " Teriak Alea kepada Sarah.
" Bye-bye sayang hati-hati. " Jawab Sarah senang.
Akira masih mematung ditempatnya.
" Kenapa kamu masih disini?. Sedih liat temen tersayang udah ga jemput kamu lagi?. " Tanya Sarah.
" Ihh apaan nih ada suara ga ada wujud bau bacem lagi hiii. " Ucap Akira bergidik pergi kesekolah.
" Dasar anak kurang ajar. " Teriak Sarah kesal.
" Liat aja kamu nanti, akan saya singkirkan secepatnya. " Batin Sarah.
~
Disekolah Akira terlihat lesu dan tidak bersemangat. Hal itu disadari oleh Karina dan Kevin.
" Lo kenapa sih hari ini kek ga ada nyawa?. " Tanya Karina.
" Kalo ga ada nyawa gua ga sampe sini pe'a. " Jawab Akira.
" Lagian lo sariawan ya?. Kok hari ini kagak banyak bacot?. " Tanya Karina.
" Gue berisik salah diem salah. Serba salah hidup gue dimata lo mbak lama-lama gue pindah planet juga nih. " Ucap Akira kesal.
" Yee gitu aja ngambek baperan lu. "
" Serah dah lu anggap baper kek wafer kek botok amat. "
" Eh si Fais mana nih?. " Tanya Kevin.
" Udah masuk kelas kali katanya kan mau ikut Olimpiade. " Jawab Karina.
" Mungkin sih. "
Tiba-tiba bel masuk berbunyi
" Buset udah bunyi aja nih. " Ucap Kevin.
" Tau tuh ni pasti pak Darman mencetnya ke pagian. " Imbuh Karina.
" Kita yang berangkatnya kesiangan mba elah nyalahin pak Darman mulu lu. Masih dendam gegara pindah kelas?. " Tanya Kevin.
" Dihh lagian lu kenapa jadi belain pak Darman?. Diangkat anak lu?. "
" Au ah Rin serah. Ayo ke kelas Ra. " Ajak Kevin.
" Gue masuk entar abis istirahat aja. " Akira pergi meninggalkan Karina dan Kevin.
" Mentang-mentang sekolah punya bapaknya seenaknya aja tu makhluk satu. " Ucap Karina.
" Kenapa lagi tu anak?. " Ucap Kevin.
" Gatau dirasukin roh bisu kali. " Jawab Karina.
" Dah gue ke kelas dulu. " Karina pergi meninggalkan Kevin.
Akira memutuskan untuk pergi ke rooftop untuk menenangkan pikirannya. Namun ketika akan pergi kesana ia tidak sengaja menabrak Darren karena tidak memperhatikan jalan.
" Aduhh kalo jalan itu pake mata dong. " Kesal Akira.
" Heh lo yang nabrak lo yang kesel. Seharusnya gue yang bilang gitu. " Ucap Darren.
" Eh Arfy maaf ya gue ga sengaja hehe. " Ucap Akira.
" Kalo gitu gue pergi dulu ya. "
" Mau kemana lo kelas lo kesana bukan kesitu. " Teriak Darren namun Akira tidak menghiraukannya.
" Ada masalah apa sih tu anak gajelas banget hidupnya. Pasti mau bolos lagi. " Batin Darren kesal dan memilih untuk mengikuti Akira.
Sesampainya di rooftop Akira terkejut karena Faishal sudah berdiri disana sambil menatap pemandangan sekolahnya.
" Lo ngapain disini?. " Tanya Akira.
" Karena gue tau lo akan kesini. Kenapa lo minta gue buat ngejauh?. Padahal lo sendiri ga pengen kaya gini?. " Tanya Faishal.
" Gue tau dan seharusnya kita hadepin mereka bareng-bareng lo punya gue, Karina sama Kevin. "
" Lo ngerti ga sih Is kenapa gue gamau libatin kalian. Karena gue gamau kalian kena dampak dari masalah ini. Lo tau sendiri bokap gue punya pengaruh besar di dunia bisnis. Papa bisa dengan mudah ngehancurin bisnis orang tua kalian. Dan lo pikir gue bakal biarin itu semua?. Gue minta buat lo percaya sama gue dan jauhin gue demi kebaikan kita. " Ucap Akira panjang lebar membuat Faishal mengerti apa yang Akira pikirkan.
" Kalo emang gitu keputusan lo gue akan dukung. " Ucap Faishal.
" Makasih Is. " Akira memeluk Faishal.
Saat mereka berpelukan Darren menyaksikan dari jauh.
" Mereka berdua pacaran?. Kok bisa bukannya Akira suka sama gue?. " Batin Darren.
" Eh mikir apa sih gue. Seharusnya sekarang gue negur mereka malah mikir kek gini bodo amat kan dia mau pacaran ama siapa aja. " Batin Darren tersadar kemudian menghampiri mereka berdua.
" Ehmm ngapain kalian berdua disini?." Tegur Darren membuat mereka melepaskan pelukannya.
" Kalo mau pacaran di luar jangan disekolah. Sekarang kalian berdua ikut gue ke Bk. "
" Fy jangan dong yah. Ntar pak Darman ceramah kita malah gajadi masuk kelas. " Bujuk Akira.
" Mending kalian diceramahin daripada bolos kaya gini. Udah ayo ikut. "
" Is gimana sih bantuin dong. "
" Ya mau gimana lagi kita salah jadi harus tanggung jawab. "
" Lo mah jadi orang kelewat disiplin. " Kesal Akira.
" Heh ayo. " Teriak Darren membuat mereka mau tidak mau pergi ke ruang BK.
Alhasil Faishal dan Akira berada di ruang Bk hingga jam istirahat. Karena oak Darman menceramahi mereka panjang lebar seperti pidato kemenangan presiden.
~
Di kantin
" Gimana kenyang?. " Tanya Karina.
" Kenyang banget bisa sampe setaun puas lo."
" Lagian diajak masuk kelas malah bolos. " Ucap Kevin.
" Lagi apes aja gue ketauan Arfy. "
" Liat sakit ga tuh yang ngelaporin orang tercinta. " Ejek Karina.
" Ya gapapa dong itu tandanya dia sayang sama gue. Perhatian pengen yang terbaik buat masa depan gue. "
" Idih pede banget lo, liat udah setahun lebih ngejar kagak ada hasil. Tinggalin ajalah Kevin ada Fais ada tinggal pilih. "
" Idih ogah gue ama ni monyet entar gue di bilang pelakor ama miss centil. " Ucap Akira membuat Kevin yang tadinya sudah percaya diri menjadi kesal.
" Eh ngomong-ngomong si Fais mana sih daritadi kagak dateng-dateng. " Tanya Karina.
" Cie nanyain Fais cie. " Ledek Kevin membuat Karina kesal dan menyumpal mulutnya dengan roti.
" Ini udah kedua kalinya ya lo giniin gue. Dipikir mulut gue tong sampah apa roti segede gini dimasukin ke mulut orang. " Kesal Kevin.
" Emang mulut lo tu kek tong sampah isinya ga berguna semua. "
" Eh sekarang sampah kan bisa di daur ulang. "
" O jadi lo ngaku sampah nih?. "
" Ya engga lah, lo tu ya bisa aja kalo ngejatuhin harga diri gue. "
Kevin dan Karina terus bertengkar sedangkan Akira memilih diam karena malas menanggapi keduanya.
" Lo kenapa sih Ra dari pagi aneh banget. " Tanya Kevin.
Belum sempat Akira menjawab mereka dikejutkan dengan Faishal yang datang ke kantin bersama Alea.
" Ehh tunggu-tunggu kenapa Faishal bisa sama tu anak iblis?. " Tanya Kevin tidak percaya.
" Wahh ada yang ga beres nih. " Imbuh Karina.
" Yuk samperin. " Ajak Kevin namun Akira langsung menghalangi keduanya.
" Kenapa sih Ra. Liat masa lo biarin Faishal sama Alea?. " Tanya Kevin.
" Jangan ikut campur urusan mereka. "
" Kenapa?. " Tanya Karina.
" Faishal dijodohin sama Alea. "
" Apaa!!!!!..... " Ucap Kevin dan Karina kompak menggebrak meja membuat semua perhatian tertuju pada mereka.
Akira hanya bisa menepuk jidat dengan kelakuan kedua sahabatnya itu.
" Kok bisa sih?. " Tanya Kevin tidak percaya.
" Ntar gue jelasin sekarang bisa ga kalian duduk diem!." Ucap Akira membuat Kevin dan Karina diam sambil terus berfikir bagaimana bisa Alea dijodohkan dengan Faishal.