
" Ngomong-ngomong mereka kemana ya?. " Batin Akira penasaran.
Dia pun pergi menemui salah satu pelayan di rumahnya untuk bertanya.
" Bi papa mau kemana sih?. " Tanya Akira.
" Katanya sih mau makan malam sama temen bisnisnya non. Kenapa emangnya?. "
" Ga biasa aja sih makan malam ama temen bisnis kok ajak si anak iblis. " Jawab Akira.
" Sabar ya non bibi yakin suatu saat nanti non juga diajak. "
" Kalo yang itu mah udah biasa bi. Tenang aja aku juga ga berharap diajakin kok. " Jawab Akira tersenyum lepas.
~
" Gimana kamu setuju sama perjodohan ini?. " Tanya Gilang kepada rekan bisnisnya.
" Apa ga terlalu dini Lang?. Mereka aja masih sekolah. " Jawabnya.
" Justru ini kesempatan supaya mereka bisa deket dan ga kaget kalo udah nikah. " Jawab Gilang.
" Iya lagian sebentar lagi Faishal kan juga lulus. " Ucap mama Faishal mendukung keinginan Gilang.
Dan ternyata acara makan malam itu adalah sebuah perjodohan Alea dan Faishal yang direncanakan Gilang atas keinginan Alea dan Sarah.
Disana Faishal hanya diam dengan wajah murung. Kenapa harus ada acara perjodohan segala.
" Aku tergantung Faishalnya aja gimana?. " Ucap papanya bertanya pada Faishal.
Saat akan menolak tiba-tiba saja mamanya langsung menjawab pertanyaan itu.
" Udahlah mau aja cinta akan datang karena terbiasa. " Ucapnya membuat Sarah dan Alea tersenyum menang.
" Aku gaperlu ngomong apa-apa semua nya sudah berjalan lancar. " Batin Sarah.
" Rencana busuk apa lagi yang mau mereka perbuat. " Batin Faishal menatap sinis Alea dan Sarah.
Selesai acara makan malam Gilang berpamitan untuk pulang bersama Sarah dan Alea.
" Semoga perjodohan ini akan berhasil dan semakin mempererat pertemanan kita. " Ucap Gilang menjabat tangan papa Faishal kemudian pulang.
" Ma kenapa sih harus pake perjodohan segala?. " Tanya Faishal protes.
" Iya kamu kayanya pengen banget Faishal dijodohin sama anaknya Gilang. " Tanya papa Faishal ikut curiga pada istrinya.
" Fais perusahaan om Gilang itu perusahaan gede dan sukses. Kalo kamu jadi menantunya nanti kan semua aset Gilang jadi milik kamu!. " Ucap mama Faishal.
" Jadi mama ngejodohin Faishal cuma karena harta?. " Tanya Faishal tidak percaya.
" Semua ini juga demi masa depan kamu Faishal. Daripada kamu sama anak berandalan itu yang ga jelas asal usulnya mendingan kamu sama Alea. Dan mulai sekarang jauh-jauh deh dari anak berandalan itu. " Ucap mamanya.
" Mama gatau se busuk apa Alea sama ibunya. Dan mama ga pernah tau gimana Akira jadi jangan pernah mama ngehina Akira. " Ucap Faishal pergi dari sana.
" Fais!!. " Panggilnya akan menyusul Faishal namun ditahan oleh suaminya.
" Biarin dia sendiri. Lagian kamu tega banget sama Faishal. " Ucap papa Faishal.
" Ini demi kebahagiaan Faishal pa dia itu anak tunggal kita. Wajar dong kalo mama pengen yang terbaik buat dia. "
" Terbaik buat kamu bukan buat Faishal. Lagipula justru dia anak tunggal aku masih mampu biayain masa depannya!. Udah ayo pulang. " Papa Faishal menarik tangan istrinya itu.
" Faishal?. "
" Biarin dia sendiri!. "
~
" Pa dulu papa bisa suka sama mama gimana?. " Tanya Darren kepada Dendra .
Mereka berdua sedang bersantai di balkon rumahnya.
" Kenapa kamu nanya itu?. " Tanya Dendra.
" Ya gapapa pengen tau aja. "
" Jadi dulu mama kamu itu anak paling pinter dan cantik di sekolah. Banyak banget yang suka sama mama kamu. Sedangkan papa adalah anak bandel yang setiap hari bikin ulah cuma biar dapetin perhatian mama kamu. " Jawab Dendra tersenyum mengingat masa lalunya bersama Daniar.
" Kenapa?. Kamu suka sama cewe ya?. " Tanya Dendra membuat Darren tersenyum malu.
" Siapa?. Akira?. " Tanya Dendra membuat Darren seketika berubah ekspresi.
" Ya bukanlah liat sifat Akira itu berbanding terbalik sama mama. Sedangkan cewe yang aku suka itu anaknya pendiem dan kalem. " Jawab Darren.
" Wahh anak papa udah gede ternyata. Kapan-kapan ajak dia kesini deh papa jadi penasaran siapa yang bisa bikin bongkahan es nya papa mencair. " Canda Dendra.
" Ya entar lah pah ini aku masih tahap pdkt. Minggu depan aku mau ngajak dia nonton kalo sempet mungkin sekalian aku ajak kerumah. " Jawab Darren.
~
Sesampainya di rumah Gilang meminta Akira untuk datang menemuinya di ruang keluarga.
" Kenapa pa?. Tiba-tiba manggil Akira?. " Tanyanya dihadapan Gilang, Sarah dan Alea.
" Mulai besok jauhi Faishal. " Ucapnya tanpa melihat wajah Akira.
" Kenapa pa?. Faishal itu sahabat aku dari SMP. Aku ga akan bisa jauhin dia. " Tolak Akira.
" Faishal sudah dijodohkan dengan Alea. Saya tidak mau kamu merusak perjodohan ini!. " Jawab Gilang.
" Apaa!!!. " Teriak Akira kaget.
" Iya kak Akira, kak Faishal udah di jodohin sama aku. Jadi tolong ya jauhin kak Fais. " Ucap Alea sok lembut dihadapan Gilang.
" Tapi pa-. "
" Kamu tidak berhak menentang semua ini. Kalau kamu sampai membuat Faishal menjauhi Alea saya tidak segan-segan mengusir kamu dari rumah ini!. " Ancam Gilang pergi dari ruang keluarga meninggalkan Akira bersama Alea dan Sarah.
" Gimana?. Masih mau ngelawan?. " Tanya Alea.
" Lo!!!!. Inget ya gue ga akan pernah nyerah buat nunjukin ke papa tentang kebusukan kalian berdua!. " Ancam Akira.
" Kamu pikir kita juga akan nyerah buat ngusir kamu dari rumah ini?. Lihat aja saya pastikan kamu tidak akan bertahan di rumah ini lebih dari 1 bulan!. " Ucap Sarah dan Alea meninggalkan Akira.
Setelah kepergian mereka berdua HP Akira berbunyi. Faishal yang menelfon meminta Akira untuk menemuinya di taman dekat rumah Gilang.
" Faishal pasti mau cerita soal perjodohannya. " Batin Akira berusaha pergi keluar rumah sembunyi-sembunyi.
Akira pergi keluar beralasan untuk membuang sampah. Akira menemukan Faishal duduk termenung dibawah sinar lampu redup taman masih mengenakan setelan jasnya. Akira menghampirinya dan duduk disebelah Faishal.
" Lo dateng juga Ra. Gue bener-bener ga ngerti jalan pikiran mama. Dia ngejual gue ke om Gilang cuma biar nanti gue yang ngewarisin Perusahaannya. " Ucap Faishal bercerita panjang kepada Akira.
" Sabar Is ini ujian buat lo. " Jawab Akira.
" Tapi Gue gabisa terima ini semua. Mereka mutusin semua ini tanpa persetujuan gue. "
" Mereka pengen yang terbaik buat lo Is. Kita ga akan tau beratnya jadi orang tua karena kita belom ngalamin. "
" Gue tau itu tapi yang lebih bikin gue keberatan. Mama Minta gue buat jauhin elo. " Ucap Faishal membuat Akira teringat ucapan Gilang.
"Ngomong-ngomong soal itu, kayanya kita emang harus jaga jarak untuk sementara ini. " Jawab Akira.
" Maksud lo apa?. Lo setuju sama perjodohan gue sama Alea?. " Tanya Faishal sedikit emosi.
" Is lo gatau beban berat apa yang harus gue pikul sekarang. Dan dengan kita jaga jarak itu akan ngebantu gue. " Ucap Akira.
" Tapi Ra?. "
" Ini adalah terakhir kalinya kita ketemu diluar sekolah. Tolong jauhin gue dan gue akan jauhin lo juga. Maaf Is. " Akira pergi meninggalkan Faishal.
" Ra gue gabisa jauhin lo. " Ucap Faishal membuat Akira menghentikan langkahnya.
" Mulai sekarang lo harus bisa. " Jawab Akira tanpa menoleh.
" Maafin gue Is. Ini yang terbaik gue gaboleh keluar dari rumah papa itu akan jadi kesempatan buat Tante Sarah celakain papa. " Batin Akira dalam hati.
~
" Halo, hari ini semua udah berjalan lancar. "
" Bagus ini adalah awal dari rencana kita. "