Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 21



Sepulang sekolah Akira, Karina dan Kevin masih berdiam di parkiran. Karina dan Kevin dibuat melongo ketika Faishal lewat di depan mereka sambil membonceng Alea.


" Ini seriusan Faishal dijodohin sama Alea?. " Tanya Karina masih tidak percaya.


" Gila tu anak kelewat beruntung kalo sampe jadi sama si Fais. " Imbuh Kevin.


" Lo diem aja gitu Ra?. Liat sahabat lo dijodohin ama anak iblis?. " Tanya Karina.


" Kita jangan ikut campur urusan mereka. Terutama lo berdua. " Ucap Akira.


" Lo kenapa jadi kaya gini sih?. Jangan bilang lo dari pagi ga banyak bacot gegara ini?. " Tanya Karina Akira hanya bisa menundukan kepalanya.


" Kenapa lo ga cerita sama kita?. Kenapa lo simpen sendiri?. " Tanya Kevin.


" Kan gue udah cerita pak. Lo pikir gue ga mikirin Faishal. Sekarang gue masih mikir strategi buat ngebongkar kelakuan busuk tu anak iblis sama emaknya. " Ucap Akira.


" Tenang aja gue bakal bantu lo. " Ucap Karina.


" Gue juga. " Saut Kevin.


" Jangan mendingan kalian ga ikut campur sama urusan ini. "


" Kenapa?. " Tanya Kevin tidak terima.


" Lo mau bokap sama nyokap lo tiba-tiba jatuh miskin cuma gegara bantu gue?. " Tanya Akira.


" Emang kenapa?. Lo bisa apa?.bikin bokap gue bangkrut?.usaha aja kagak punya lu. " Ucap Kevin.


" Ini nih kalo punya otak kagak pernah dipake jadi pikun. Lo lupa bokap Akira siapa?. Ni sekolah punya siapa?.. " Ucap Karina.


" Eh iya lupa kalo itu sih gue mundur deh. Maaf ya tapi kalo lo butuh bantuan apa-apa gue siap bantuin lo. " Ucap Kevin.


" Kalo gue akan tetep bantuin lo. Biar mereka ga bakalan ke luar kota lagi ataupun ke luar negri. " Ucap Karina.


" Gila lo mbak. Kagak-kagak, orang tua nyari duit mati-matian eh anaknya minim akhlak kaya lo. " Ucap Akira.


" Udah gausah mikirin masalah ini. Biar gue yang nylesaiin. Sekarang mending kita nongkrong aja. " Ucap Akira.


" Nongkrong dimana?.katanya hemat uang lu?. " Tanya Kevin.


" Di rumah Karina lah yang gratis. " Ucap Akira merangkul pundak kedua sahabatnya itu.


" Yok berangkat. " Ucap Kevin antusias.


" Kayanya lo gamau gue miskin biar kalo lo lagi ga ada duit tetep bisa makan enak deh. " Ucap Karina curiga.


" Nah itu lo tau makanya mba jangan sampe miskin deh. " Ucap Akira.


" Iya bener jangan sampe lo kismin. Ntar kita ga bisa ngrampok makanan di rumah lo lagi." Imbuh Kevin.


" Dasar monyet bisanya ikut-ikut mulu aja lo kagak punya pendirian. "


Mereka bertiga pun pergi ke rumah Karina.


~


" Urusan keluarganya udah ditanganin sama Alea. Bentar lagi pasti dia bakal diusir dari rumah. " Ucap Fiona.


" Terus Karina?. Kevin?. " Tanya Salsa.


" Itu belakangan sekarang kita tunggu Akira di usir dari rumah. Target berikutnya bukan Karina sama Kevin. " Ucap Fiona.


" Siapa?. " Tanya Salsa.


" Nanti gue kasih tau. Intinya kali ini gue akan butuh banyak anak buah lo. " Ucap Fiona.


~


" Kak Fais mampir dulu yuk ke rumah. " Ajak Alea.


" Ga dulu deh Al. Kayanya kakak harus langsung pulang belajar buat persiapan Olimpiade. " Tolak Faishal.


" Kalo gitu mending kita belajar diluar aja ntar Alea temenin. "


" Kakak ga bisa belajar di tempat rame. Dan harus fokus lain kali aja ya Al. " Tolak Faishal.


" Yaudah deh kakak semangat belajarnya ya. " Ucap Alea dibalas senyum paksa oleh Faishal kemudian pergi dari sana.


Sarah yang sudah memperhatikan putrinya dari dalam rumah segera keluar.


" Gimana Al?. Kamu udah makin deket sama Faishal?. " Tanya Sarah.


" Belom ma kak Faisnya masih agak jarak sama aku. Dan asal mama tau tadi pagi bisa-bisanya kak Akira bolos sama kak Faishal. Tadi mereka ada diruang Bk berdua. " Rengek Alea.


" Wah iya juga ya ma." Alea girang.


" Yaudah yuk masuk makan. Kita harus nikmatin proses ini sebentar lagi kita bisa nguasain semua harta papa kamu." Ucap Sarah mengajak Alea masuk kedalam rumah.


~


Di rumah Karina...


Kevin dan Karina sedang bermain ps sedangkan Akira bermain media sosial menstalker Darren dan idola-idola favoritnya.


" Lo lagi ngapain sih Ra?.fokus banget sama HP. " Tanya Kevin disela permainannya.


" Biasa paling juga stalker gajelas. " Jawab Karina.


" Ssstt udah gausah ikut campur gue seharian ini ketemu Arfy cuma bentar. " Jawab Akira.


" Btw DN 3 minggu lagi ya?. " Tanya Karina.


" Iya kali mana gue tau gue bukan panitia." Jawab Akira.


" Seharusnya lo tau meskipun bukan panitia lo kan ada mulu waktu rapat OSIS dah kek setan ada tapi ga dianggap. " Jawab Karina.


" Lu kenapa sih suka banget ngatain gue setan. " Kesal Akira.


" Gatau pantes aja lu jadi setan. "


" Dasar mulut cabe. " Kesal Akira.


" Eh lo bilang DN nya kapan tadi?. " Tanya Kevin.


" 3 minggu lagi kenapa?. " Tanya Akira.


" Hahh!!. " Teriak Kevin mempause gamenya.


" Anjirrr lo ga enak-enakin orang ngegame aja bentar lagi misinya selesai itu. " Kesal Karina.


" Bisa ga sih tu mulut teriak-teriaknya di kondisikan. Dah kek cewe aja lu. Udah pantes jadi pacarnya miss centil. " Imbuh Akira.


" Woyy 3 minggu lagi basket ada lomba njirr. Lo juga harus ikut. " Ucap Kevin.


" Lah kaga gue mau bantuin Arfy. Enak aja DN setaun sekali juga. Gue mau tampil juga biar menang di kontes siswa terpopuler. " Tolak Akira.


" Gabisa lo harus ikut!. "


" Kaga kalo gue bilang kaga ya kaga. "


" Woy mendingan lo berdua sekalian baku hantam aja deh daripada berisik di kamar gue. Ini juga gimana game nya kurang dikit lagi juga. " Kesal Karina.


" Udah tuh lanjutin ps an lo orang DN nya belum tentu bentrok sama lomba juga. "


" Jiwa emak-emaknya keluar di kasih makan apa sih ku gedenya jadi kek gini. " Ucap Karina.


" Eh gini-gini gue banyak yang suka. Cowo terpopuler nomer 3." Sombong Kevin.


" Heran apa yang diliat dari lo. Keren kagak somplak iya. " Jawab Karina.


" Matanya lagi katarak Rin. Apalagi si Reina udah buta dia lihat si Kevin. " Imbuh Akira.


" Terserah iri tanda tak mampu. "


~


" Than bukannya lo mau olimpiade ya?. Kenapa lo ga pulang aja gausah ikut kumpul dulu. " Ucap Darren.


" Tenang aja Ren nanti aku bisa belajar sepulang kumpul. " Jawab Thania tersenyum ramah kepada Darren membuatnya terdpaku.


" So beautiful. " Batin Darren terpana.


" Ren. " Panggil Thania menggoyangkan tangan Darren.


" Eh maaf-maaf. " Ucap Darren gugup dan menjadi canggung dengan Thania.


Untungnya Evan datang untuk mencairkan suasana diantara mereka.


" Ren ini guess starnya udah di boking?. " Tanya Evan.


" Udah dari sebulan lalu tenang aja. "


" Yaudah bantu gue susun acara. " Ajak Evan dan Darren pun pergi bersamanya.