Bad Girl, But Not Too Bad

Bad Girl, But Not Too Bad
Bab 16



Sesampainya dikelas Fiona. Akira, Karina dan juga Darren melihat geng Fiona sedang berbicara dengan Salsa murid baru yang sempat bersitegang dengan Akira.


"Fin ikut gue ke sanggar bentar. " Ajak Akira.


"Ngapain?. Lo galiat gue lagi ngobrol sama orang laen. " Tolak Fiona.


"Lo ikut sekarang atau lo gue keluarin dari tim!. " Ancam Faishal yang kesal dengan rasa tidak bersalah Fiona.


"Seenaknya aja lo main ngeluarin orang!.mentang-mentang jadi ketua Tim. " Saut Salsa.


"Kalo ga punya urusan mending diem aja lah. Sadar diri. " Sindir Karina membuat Salsa kesal akan menghampiri Karina namun ditahan oleh Fiona.


"Oke gue ikut kalian, tapi Mika sama Lyla juga harus ikut!. " Jawab Fiona.


"Yaudah ajak aja kali, takut amat gue apa-apain. " Ucap Akira berjalan pincang menuju sanggar olahraga.


Di sanggar, setelah mereka semua masuk Karina mengunci pintu ruangan membuat Fiona cemas, sedangkan Mika dan Lyla sudah saling berdempetan ketakutan


Akira menyenderkan dirinya di depan meja sambil melipat kedua tangannya. Sedangkan Faishal dan Karina berada dibelakang Mika dan Lyla.


"Apa yang mau lo omongin!. " Ucap Fiona ketus.


"Wihhh kalem dong mba santaii aja kaya dipantai. " Canda Akira.


"Gausah basa-basi langsung aja ke intinya!. "


"Oke deh lo yang minta. "


"Gue tau lo yang sengaja bikin gue jatoh, dan lo sengaja bikin tim kita kalah supaya gue dicap sebagai ketua tim yang ga becus nglatih regu gue yang hampir ga pernah kalah. " Ucap Akira mengubah nada suaranya menjadi lebih serius.


Fiona semakin terkejut karena tidak menyangka Akira bisa menebak rencanya hingga sejauh itu. Dirinya mulai panik takut jika Akira sampai membocorkan hal ini ke anggota tim lainnya yang akan membuat dirinya gagal menjadi ketua tim.


"Udah gausah heran kenapa gue bisa tau rencana lo. Lo itu kalo bikin rencana ga pernah mulus belajar lagi deh, ngebimbing dua anak buah lo aja ga becus apa lagi mau mimpin tim. Gue ga pernah minta buat jadi ketua tapi anak-anak yang milih gue cuma berusaha jaga kepercayaan mereka!. Jabatan itu ga penting tapi kelayakan lo sebagai pemimpin yang dinilai!."


"Kali ini gue maafin , ini cuma sebagai peringatan dan gue ga akan bilang ke anak-anak jadi gue harap lo bisa berubah!. " Ucap Akira kemudian meninggalkan sanggar bersama Karina dan Faishal.


Fiona yang masih di tempat sangat kesal dengan Akira.


"Aaaaaaaaaaa!!!.. " Teriak Fiona membuat Mika dan Lyla otomatis terkejut.


"Lo bakal nyesel udah ngehina gue!. Liat aja bentar lagi gue akan bikin lo kehilangan semua hal yang lo punya!. " Ucap Fiona penuh amarah.


"Fin please jangan lakuin sesuatu yang nekat!. " Tegur Mika.


"Iya Fin lo harus berhenti sampe sini!. " Imbuh Lyla. Mereka seakan tau rencana nekat yang ada difikiran Fiona.


"Diem lo, lo berdua gausah ngatur-ngatur gue!. " Fiona pergi meninggalkan Mika dan Lyla.


~


Pulang Sekolah


"Jadi kerumah Kevin nih?. " Tanya Akira pada kedua sahabatnya sambil menyandarkan diri ke mobil Karina.


"Ihh jangan nyender ntar mobil gue catnya lecet. " Karina mendorong Akira menjauh dari mobilnya.


"****** lu, pake dorong-dorong segala, kaki gue sakit ****. " Teriak Akira pada Karina.


"Yaelah salah sendiri main nyender aja. "


"Ihh lo bedua malah berantem mulu jadi kagak?. "


"Tau tuh jadi kagak rin. "


"Jadi kita naik mobil gue aje bertiga. "


"Lah terus motor gue?. " Tanya Faishal.


"Tinggal di sekolah lah, ntar lu gue anterin kesini lagi. " Jawab Karina.


"Yaudah yuk. "


"Nih lo yang bawa. " Karina melemparkan kunci mobilnya kepada Faishal.


" Woy gue bukan supir *****, pindah salah satu. " Ucap Faishal yang sudah duduk di kursi kemudi.


"Lo pindah rin kaki gue sakit. " Alibi Akira yang sudah nyaman ditempatnya.


"Ogah, mobil-mobil gue kok lo yang ngatur. Lo lah yang pindah. " Ucap Karina membuat Akira mau tidak mau pindah ke kursi depan.


Faishal pun mengemudikan mobil Karina menuju rumah Kevin.


~


Dikamar Kevin.


"Eh sakit apaan lu nyet. " Tanya Akira mendudukkan dirinya disebelah Kevin yang berselimut tebal.


" Gatau tiba-tiba aja demam semalem, btw kaki lo gimana?. "


"Ngapain mikirin gue?.yang lagi sakit itu elo monyet!. "


Merekapun kembali bercanda meskipun Kevin masih lemas. Lama kelamaan Kevin semakin sehat karena tingkah sahabat-sahabatnya yang tidak ada akhlak itu.


Hingga tak terasa hari mulai sore. Mereka bertiga segera pamit sebelum mama Kevin pulang.


" Yuk anterin gue pulang!. " Ucap Akira duduk di kursi belakang.


" Iya nyai. " Jawab Karina.


Faishal melajukan mobil Karina pergi dari rumah Kevin menuju rumah Akira. Dan sesampainya dirumah Akira langsung turun sedangkan Karina dan Faishal juga langsung pergi ke sekolah untuk mengambil motornya.


~


Saat masuk kedalam rumah Akira berpapasan dengan Gilang saat akan naik ke kamarnya.


" Papa. " Ucap Akira.


" Katanya kaki kamu keseleo?. " Tanya Gilang datar.


" Iya pa kemaren waktu sparing Akira jatoh. " Jawab Akira tersenyum ramah.


" Jangan sampai kejadian ini terulang lagi, cuma karena keseleo semua pekerjaan yang seharusnya kamu kerjakan jadi terhambat. " Ucap Gilang.


" Iya pa maaf. " Jawab Akira namun tidak dijawab oleh Gilang yang langsung pergi.


Akira sangat senang karena Gilang memperhatikannya meskipun terlihat seperti memarahi tapi Akira mengerti bahwa sebenarnya Gilang juga mengkhawatirkannya.


Ia masuk kedalam kamarnya dengan perasaan bahagia.


~


" Gimana lo setuju sama ajakan gue?. " Tanya Fiona pada Salsa.


" Apa keuntungannya buat gue?. " Tanya Salsa.


" Gue bakal kasih semua yang lo mau. "


" Oke boleh juga, lagi pula gue juga punya dendam sama tu anak karena udah ikut campur urusan gue. Jadi apa rencana lo?. " Tanya Salsa.


" Pelan - pelan aja pertama kita bakal hancurin keluarganya. "


" Hah?. Keluarganya gimana?. " Tanya Salsa bingung.


" Alea. " Jawab Fiona tersenyum sinis.


" Urusan keluarganya lo aja yang urus. Gue bakal atasin sahabat- sahabatnya. "


" Oke!. Liat aja gue yakin rencana kita bakal berhasil, karna dia punya banyak musuh di sekolah ini. "


" Kita harus jalanin rencana dengan bersih jangan sampe kita kena masalah. " Ucap Fiona memperingati Salsa.


" Tenang aja gue punya banyak anak buah. Jadi kita ga perlu susah- susah ngotorin tangan. " Jawab Salsa.


Mereka berdua tersenyum sinis memikirkan rencana jahat yang akan mereka lakukan.