ARIKA

ARIKA
8



HAPPY READING


.


.


.


"Berteman dengan gadis indigo, boleh juga"


Candy Milea Chin.


.


.


.


Tap tap tap.


Bunyi itu menggema di seluruh penjuru sekolahan karena belum ada yang datang hanya ada seorang gadis yang kini tengah berjalan menuju kelasnya sambil membawa beberapa buku, dia Arika. murid baru yang tiba-tiba saja di bully satu sekolahan.


XI-IPA 1, tempat itu kini telah di masuki Arika. Ia langsung duduk di bangkunya sambil membaca novelnya yang tidak sempat ia baca kemarin.


07.00, tak terasa ruangan yang awalnya sepi kini telah ramai oleh candaan dari teman-teman Arika sedangan Arika. Ia bahkan tak peduli dengan sekelilingnya karena telah fokus dengan novelnya.


Beginilah jika Arika di gabungkan dengan dunia halu apalagi itu novel yang membuatnya tertarik.


"Anak-anak duduk di tempat masing-masing kita kedatangan siswa baru di sini" suruh Anna selaku wali kelas XI-IPA 1 membuat kelas tersebut mendadak hening karena penasaran dengan wajah anak baru itu.


"Mari masuk Nak" panggil Anna membuat sosok laki-laki tersebut mulai memasuki kelas itu.


"Daffa Arya G panggil Daffa" ucap Daffa memperkenalkan dirinya dengan nada datar.


"Duh ganteng banget sih"


"Sini duduk sama gue Bang"


"Apaan sih! dia tuh duduk sama gue!"


"Dih ngaku-ngaku lo berdua, dia tuh duduk sama gue!"


"G-nya itu apaan ya?"


Begitulah komentar-komentar murid kelas XI-IPA 1 tentang penampilan Daffa bahkan ada yang menyatakan cintanya ke Daffa secara terang-terangan sedangkan Daffa ia malah menujukkan muka datarnya, tak berniat sama sekali meladeni ocehan para teman-teman barunya itu.


"Sudah! sudah! jangan berisik! Ibu harap kalian bisa berteman baik dengan Daffa, untuk Daffa kamu duduk di kursi yang kosong ya" ucap ramah Anna sedangkan Daffa langsung berjalan menuju bangkunya dan mulai duduk dengan tenang.


Hal itu membuat para cewek-cewek langsung menghujat Arika dan mendesah kecewa karena tak bisa duduk bersama Daffa.


Arika langsung menutup novelnya dan melihat wajah sosok laki-laki yang mau duduk di sebelahnya, satu kata "tampan" pantas saja kelasnya tadi mendadak ricuh.


Tapi tunggu di belakangnya terdapat sosok perempuan dengan dress putih yang kini telah berganti warna menjadi merah entah karena apa? Arika tidak dapat melihat mukanya karena tertutupi oleh rambut-rambut gadis itu.


Dia ketempelan!


Arika yang ingin berkenalan pun langsung mengurungkan niatnya karena merasakan hawa-hawa negatif di sekitarnya mungkin menandahkan ia harus menjauhi laki-laki di sebelahnya ini, ini sangat menyeramkan dari pada hantu-hantu yang pernah ia temui.


Arika langsung menghadap ke depan seolah papan tulis sangat menyenangkan untuk di lihat sambil tangannya pura-pura menulis sesuatu.


"Dia ketempelan" gumam Arika pelan tapi masih bisa di dengar oleh Daffa, Daffa langsung menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Lo-" ucap Daffa terpotong karena tiba-tiba Arika langsung berdiri.


"Maaf Bu saya izin ke kamar mandi" pamit Arika dan di balas anggukan dari Anna.


Arika langsung cepat-cepat berjalan menuju toilet tentu saja banyak cibiran-cibiran dari murid-murid kelas tersebut untuk Arika, tidak ia berbohong untuk pergi ke kamar mandi karena ia tak mau lagi berurusan dengan yang namanya hantu. Apalagi hantunya sangat menyeramkan.


Gue harus temuin dia! batin Daffa mantap karena hanya dia yang bisa menolong Daffa?


BERSAMBUNG


ADA TEMAN BARU LAGI😅


LIKE, VOTE, KASIH RANTING 5, KOMEN, DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄


SEE YOU NEXT CHAPTER😉


BABAY~