
///HAPPY READING///
.
"nggak deket deket amat sih, tapi khawatir"
Candy Milenia Chin
.
.
.
"ARIKA!" teriak seorang laki laki dengan nafas yang memburu setelah mendengar dari geng chilis menurut nya, bahwa ada hantu di gudang
awal nya dia hanya menanggapi nya sebagai candaan, tapi mendengar kabar bahwa Arika menghilang dari sahabat satu satu nya Arika-Candy membuat Daffa belari mengecek gudang, entah mengapa firasat nya di sana ada Arika
"astaga, Arika lo gak papa?" tanya Candy meneliti tubuh Arika barang kali ada luka yang dengan sengaja di buat para geng pembuat onar
"gak papa kok" jawab Arika sambil menggengam erat kacamata nya yang kini sudah terbagi dua
Arika langsung berdiri"emm, udah bel gue masuk dulu ya" sambung Arika meninggalkan kedua teman nya yang menatap nya dengan tatapan binggung
>>>>>>>>LIKE<<<<<<<<
"dad" panggil Arika kepada daddy nya yang kini tengah sibuk melihat laptop begitu juga dengan mommy nya
kedua orang tua itu sangat sibuk bahkan melupakan putri semata wayang nya
"iya?"
"dad, kacamata nya rusak" ucap Arika sambil menundukkan kepala nya
"oh ya gak papa, nanti beli lagi" jawaban dari daddy nya mampu membuat Arika menatap tak percaya daddy nya
"tapi dad...."
"sudah lah Arika, ini sudah malam lekas lah tidur" sahut mommy nya tapi tetap saja tatapan mereka berdua tak sedikit pun berahli ke Arika
"sekalian saja kalian gak usah pulang" ucap Arika tenang membuat kedua orang tua itu berhenti sebentar lalu menatap putri nya
"apa maksud mu Arika?"
"kalian di sini hanya sibuk dengan benda pipih itu hingga kalian lupa kalau kalian punya anak yang harus nya mendapat kan kasih sayang" setelah mengucapkan itu Arika langsung berdiri dan berjalan menujuh kamar nya berada, menahan air mata nya yang hendak turun
Brakkk
Arika menutup kencang pintu nya, tak peduli jika nanti diri nya di marahi kedua orang tua nya atas sikap nya yang kurang ajar
Arika menjatuh kan tubuh nya di atas kasur king size milik nya sambil menatap datar atap nya
"Nissa" gumam Arika
"heh, cenggeng ada apa?" tanya Nissa tak santai di atas lemari tinggi milik Arika
"kuy, main congklak" ajak Arika yang tiba tiba bangun dari tidur nya
"hmm" jawab Nissa melemparkan congklak ke arah Arika lalu menjentikan jari nya seketika tubuh Nissa berada di depan Arika
Arika tak terlalu kaget akan hal itu karena diri nya sudah terbiasa melihat Nissa yang super duper ajaib hanya dengan menjentikan jari nya saja
"kamu isi 7" suruh Arika dan di turuti oleh Nissa, setelah selesai Arika langsung memulai permainan karena diri nya yang pertama
biji kecil kecil itu terus saja berputar hingga masuk ke lubang yang besar dari pada yang lain, pertanda bahwa Arika kalah selanjutnya giliran Nissa
"Nis kamu pernah ngerasahin kayak aku?"
"seperti kamu yang sekarang ini?"
"iya"
"bahkan dulu aku lebih sengsara dari pada kamu, Arika"
"kenapa?" tanya Arika lagi membuat Nissa terdiam beberapa menit
"dulu...."
BERSAMBUNG~
DULU AKU CANTIK SEKARANG MASIH CANTIK:V
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE, DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😢
SEE YOU NEXT CHAPTER 😉
BABAY~