
HAPPY READING
.
.
"Tenang girl, Daddy yakin semua ini akan berlalu"
Alvian Candrakranti.
.
.
.
"Hihihi ternyata kamu bisa melihat ku ya?" tanya arwah penunggu sekolahan ini yang berada tepat di sebelah Arika membuat Arika berusaha sebisa mungkin agar tidak berbicara dengan makhluk tak kasat mata tersebut karena dia pernah berbicara sekali dengan sosok hantu penunggu sekolahannya dulu tiba-tiba dia di suruh menyelesaikan masalahnya ralat di paksa karena kalau tak selesai arwah itu akan selalu membuntuti Arika.
Dengan terpaksa Arika menurutinya karena jika tidak hantu tersebut akan selalu bersama Arika dan itu membuat Arika risih sekali, mana ada orang yang mau di ikuti hantukan?
"Hihihi pura-pura tidak dengar ya" ucap makhluk tersebut sambil meniup-niup pipi sebelah kiri Arika membuat Arika tambah risih di buatnya.
"Apa mau kamu!" kesal Arika untung saja lapangan tersebut sepi jika ramai, Arika akan di cap gila seperti tadi.
"Aku cuman ingin menjadi teman mu kok! aku tau kamu di sini tidak ada teman, bahkan kamu di kucilkan di sekolah baru mu"
"Nggak dan itu tidak akan pernah!" kesal Arika tidak menghiraukan makhluk yang berada di sebelahnya ia malah fokus ke hukumannya yaitu hormat di tiang bendera sampai istirahat tentu saja dengan terik matahari yang lama kelama membuat Arika merasa pusing tetapi ia tahan.
Tringggg tringgggg.
Untung saja bel pertanda istirahat berbunyi membuat Arika langsung cepat-cepat menuju kantin, meninggalkan makhluk tersebut yang diam-diam tersenyum simrik.
Tapi belum sampai di dalam kantin mendadak kantin tersebut ricuh dan mulai berbisik-bisik siapa lagi kalau bukan dia yang menjadi bahan topik pembicaraannya membuat Arika memilih untuk pergi ke perpustakan sekolah, mungkin itu tempat yang tepat bagi dirinya saat ini.
"Siang Bu" sapa Arika tersenyum manis membuat Guru tersebut membalas senyuman manis Arika sekilas lalu di sibukan dengan kertas-kertas di hadapannya lagi.
Arika langsung mencari buku yang ia sukai setelah selesai ia mulai duduk di bangku yang telah di sediakan dengan keadaan yang tenang dan sunyi karena kebanyakan siswa dan siswi di sini tidak suka dengan perpuskatan dengan alasan "di sana tidak boleh berisik gak asik" atau "males baca tulisan yang gak ada gambarnya" alhasil perpustakan tersebut sepi dan jarang ada pengunjungnya.
"Ternyata lo tidak aneh seperti orang-orang bicarakan ya" ucap seseorang gadis secara tiba-tiba membuat Arika langsung kaget untung saja dia tidak punya penyakit jantung jika punya sudah di pastikan sekarang ia akan berada di rumah sakit.
Arika menghembuskan nafasnya "Itu hanya gosip dari orang-orang yang iri dengan ku" jawab Arika enteng lalu kembali fokus ke bukunya.
"Hei kenalin gue Candy Milea Chin, nama gue imut kan? namanya aja imut apalagi orangnya" pede Candy sambil merebut paksa buku di genggaman tangan Arika membuat Arika terpaksa fokus ke Candy.
Eh, tapi tunggu! dia mengajak Arika berkenalankan? iya kan? itu Artinya Candy mau menjadi teman Arika? bukan begitukan?
"Kamu gak takut dengan aku?" tanya Arika pelan yang dapat di dengar oleh Candy.
"Hahaha lo lucu juga ya! ngapain gue harus takut ke lo, lo nggak gigitkan?" tanya Candy membuat Arika terkekeh begitu juga dengan Candy.
Untuk pertama kalinya Arika senang, karena ada yang mau mengajaknya berkenalan bahkan mau menjadi temannya. Dia berdoa agar Candy selalu bersamanya.
Sementara Candy dia hanya penasaran saja dengan gadis yang di bully satu sekolahan tapi nyatanya gadis itu tak seperti orang lain katakan, Arika mudah bergaul dan Candy suka itu.
BERSAMBUNG~
YEY DAPAT TEMAN BARU😅
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KSN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA😄
SEE YOU NEXT CHAPTER 😉
BABAY~