
HAPPY READING
.
.
"kenapa di saat gue bersikap baik semua orang malah tak peduli?"
Arika Puspa Candrakranti
.
.
.
tit...... tit....... tit...... tit
hanya itu yang gue dengar di ruangan berbau obat obat an bernama rumah sakit, entah sampai kapan gadis di depan gue mau membuka kembali mata nya
jujur gue rindu, rindu ketawa bareng sama dia, dan tentu nya rindu senyuman nya
sudah dua minggu lama nya gue masih setia menggengam erat tangan nya, menunggu nya di sini berharap di mau membuka mata nya
gue takut apa yang dokter itu kata kan benar
"saya takut nona Oktavania Luci tidak akan pernah bangun lagi atau meninggal karena batas nya hanya dua minggu jika melewati batas bisa di nyatakan meninggal, saya harap ada keajaiban yang datang di nona Oktavania Luci"
ucapan itu masih terngiang ngiang di otak gue, gue langsung mempererat genggaman tangan gue di dia seolah olah dia bisa kembali, dia pasti kembali! ya gue yakin itu! (mungkin)
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit
bunyi itu terus saja menggema di ruangan ini membuat gue langsung menatap Vania kosong, secepat itu kah? padahal kita baru saja pacaran dan baru saja melakukan kencan pertama kita
tapi dia, dia udah dulu an ninggalin gue!, gue masih tetap menatap kosong Vania seolah olah ini hanya mimpi gue
Brakkk
hingga suara pintu ruangan yang di dorong paksa terdengar jelas di telinga gue menampilkan dokter dengan nafas yang ter engah engah
"maaf tuan permisi, saya mendengar bunyi patient monitor yang terdengar sangat nyaring di sini" pamit dokter itu langsung menggambil tangan Vania dari genggaman gue untuk di periksa denyut nadi nya
seketika lamunan gue buyar dan menatap cemas dokter di depan gue yang nampak mulai serius lalu merubah raut wajah nya menjadi sedih
"maaf tuan, nona Vania tidak dapat di selamat kan lagi, saya turut berduka cita ya atas kematian nona Vania, maaf saya pamit undur diri" pamit dokter itu lalu melangkah kan kaki nya keluar ruangan menyisakan gue dan Vania emmm mungkin lebih tepat nya mayat Vania
"secepat itu kah kamu ninggalin aku Van?" gumam gue pada Vania
hening
hanya itu yang dapat mendesripsikan ruangan ini saat itu, gue masih tetap mengajak nya bicara seakan Vania masih hidup dan gue berharap dia akan menjawab semua ucapan gue namun nihil
"mana janji kamu buat nggak ninggalin aku?" di pemakaman Vania gue pun masih tetap mengajak nya bicara
gue langsung mengelus sayang nisan bertuliskan "Oktavania Luci" lalu menyenderkan kepala gue di nisan itu tentu saja dengan isakan tangis yang menggiringi makam tersebut
"inget ini aku gak akan pernah ikhlas melepaskan mu pergi! gak akan pernah! sampai kapan pun itu!" marah gue lalu mulai berdiri dan melangkah kan kaki gue menujuh mobil gue berada dengan perasaan yang kacau
ya, seperti kata gue, gue masih belum ikhlas melepas kepergian dia! egois? ya memang, katakan lah gue pria egois karena apa? karena dia yang mampu merubah sikap datar dan dingin gue menjadi sedikit lembut dan penuh perhatian, hanya dia!
semenjak saat itu gue mulai kembali ke kehidupan gue yaitu datar dan dingin
banyak perempuan yang tergila gila dengan gue bahkan sampai ada yang menyatakan cinta nya langsung dengan gue
tapi entah mengapa perempuan tersebut langsung di nyatakan meninggal dengan berbagai kejadian yang menurut gue sangat aneh
perempuan pertama, dia yang dengan berani nya menyatakan cinta dengan gue bahkan memberi gue bunga mawar namun gue tidak menerima nya bahkan bersikap biasa saja
tapi esok nya dia di nyatakan meninggal karena di bunuh secara sadis dengan semua tubuh nya di potong kecil kecil layak nya daging
perempuan kedua, dia yang dengan lancang menggoda gue bahkan dia rela tidur dengan gue tapi gue tidak menghiraukan nya
esok nya dia meninggal dengan berbagai sayatan di sekujur tubuh nya lalu mayat nya di gantung di pasar dengan keadaan telanjang
sangat aneh bukan? gue kira itu ulah para perampok atau apa lah itu namun setelah di selidiki oleh pihak berwajib, mereka tidak melihat ada bekas ulah manusia
seakan pembunuhan itu bukan ulah manusia?
dan begitu lah seterus nya membuat semua perempuan tak lagi berani mendekati gue bahkan ada yang langsung lari ketika berhadapan langsung dengan gue
flashback off
"jadi gitu" ucap Daffa ketika menyelesaikan cerita panjang nya bahkan mereka berdua membolos pelajaran pertama cuman gara gara cerita Daffa
"ehm, gue punya saran buat lo, mungkin ini agak sedikit berat bagi lo yang udah di penuhi cinta, iya gue tau melepas cinta pertama itu bakalan sulit" ucap Arika membuat Daffa langsung menatap serius Arika
"oke apa pun itu bakal gue lakuin" ucap Daffa dengan tekad yang membara
"jadi gini"
BERSAMBUNG
MINAL AIZIN WALFAIDZIN, AUTHOR MO MINTA MAAF NIH KALAU ADA SALAH DI SENGAJA ATAU PUN NGGAK😉
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE, DAN TAMBAH KAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA 😢
SEE YOU NEXT CHAPTER😄
BABAY~