ARIKA

ARIKA
16



HAPPY READING


.


.


.


"teruslah melangkah dan jangan hiraukan orang orang di belakang lo, gue di sini akan selalu menjadi penyemangat lo"


Daffa Arya Ghossan


.


.


.


gudang, hanya tempat itu yang belum Arika Cek semua penjuruh rumah sudah ia cek satu persatu namun hanya gudang


perlahan namun pasti kaki jejang Arika terus berjalan menujuh knock pintu dengan senter yang tak begitu terang milik nya


cklek


baru saja dua langkah ia telah menjadi tontonan utama para pocong yang kini menatap nya di setiap sudut ruangan membuat nyali Arika semakin menciut


percaya lah! mempunyai indra keenam itu sangat lah tidak enak!


Arika terus melangkah kan kaki nya menujuh depan yang di sana terdapat sosok makhluk tak kasat mata tengah menunduk kebawah sedang duduk membelakangi nya


tes tes tes


suara itu makin keras kala Arika berada tepat di belakang perempuan tersebut mendadak arah pandangan nya terarah pada lantai yang kini tengah di banjiri oleh darah perempuan di depan nya ini


ternyata! bunyi itu berasal dari tubuh nya yang sedari tadi mengeluarkan darah!


"emm bisa kah kau kecil kan sedikit suara mu?" pertanyaan bodoh memang namun Arika tak bisa berbuat apa apa sekarang hanya bisa melontarkan pertanyaan bodoh tadi


1 detik 2 detik 3 detik...... 1 menit


tiba tiba tubuh perempuan itu langsung berbalik menghadap Arika dengan senyum lebar yang terarah ke Arika


melihat itu sontak Arika langsung membulatkan mata nya" Vania?" tebak Arika membuat Vania langsung tersenyum amat lebar hingga melebihi batas mata nya


sangat mengerikan! di tambah aura negatif yang amat terasa, Arika langsung melirik ke arah kanan dan kiri, hey dimana ke empat pocong tadi! apa mereka juga takut seperti diri nya! sungguh konyol!


semakin mendekat semakin Arika menjauh dan terus saja begitu hingga entah dari mana gudang yang awal nya penuh debu namun rapi kini menjadi berantakan sekali tentu saja semua itu ulah arwah Vania yang Arika tak tau apa maksud kedatangan nya


"hoam bisa kah kalian diam sebentar, suara kalian amat menggangu tidur ku" ucap santai Nissa yang kini sudah terduduk di ban mobil bekas


"cih, arwah gentayangan! pergi ke alam mu sana!" kesal Vania karena percakapan nya terganggu gara gara makhluk cebol di depan nya ini


"diem kau makhluk lemah!" sahut Nissa kesal karena dirinya di anggap arwah gentayangan?


"aku gak ada urusan sama kamu, yang harus nya diem di sini ya kamu!"


"kau!"


"berhenti!" teriak Arika melerai kedua nya bisa nambah hancur berantakan nanti gudang nya


"suruh tamu tak di undang kamu pergi, dia begitu jelek!" ejek Nissa sambil melipatkan kedua tangan nya di dada


"diem kamu cebol!"ejek balik Vania membuat Nissa melototkan mata nya


"sudah sudah"


"aku di sini cuman mau mengucapkan terimakasih dan tolong jaga Daffa untukku, aku percaya Daffa dengan mu Arika sekali lagi terimakasih!" ucap terakhir Vania kemudian tubuh nya berubah menjadi debu dan melayang melewati jendela lalu terbang menujuh langit malam


"cih, makhluk lemah yang tak tau diri" ejek Nissa menatap malas beberapa debu yang masih tertinggal


"sudah lah setidak nya aku tak sendiri an ya kan Nissa!"


"Nissa!" panggil Arika sambil mengambil beberapa barang yang jatuh berserakan karena ulah Nissa dan Vania


karena merasa tak ada sahutan Arika langsung memutar tubuh nya kebelakang, dan benar saja Nissa sudah pergi meninggalkan nya!


bukan, bukan itu masalah nya!


si Nissa pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab atas ulah nya setidaknya bantu Arika sedikit lah!


"dasar Nissa!" kesal Arika lalu mulai menggambil beberapa barang lagi


seperti nya diri nya tidak tidur hari ini! dan entah lah esok ia akan mendapat hukuman atau tidak karena lambat bangun


BERSAMBUNG~


NISSA AND VANIA GABOLEH GITU:V LUPA MULUK MAU UP INI TvT


LIKE, VOTE, KASIH RANTING 5, KOMEN DAN TAMBAH KAN FAVORIT JANGAN LUPA👈😢


SEE YOU NEXT CHAPTET😉


BABAY~