
HAPPY READING
.
.
"Lebih baik kamu ikut aku dari pada ikut orang-orang yang kamu sayangi tapi tidak mempercayai mu"
Nissa Nareswari.
.
.
.
"Mom ini mau kemana? kenapa nggak ngajak Nissa juga?" sudah sedari tadi Arika bertanya tapi tidak di jawab oleh Citra maupun Alvian, kedua orang tua tersebut seakan menulikan indra pendengarannya kala putri semata wayangnya bertanya.
"Mom? Dad? kalian nggak bisukan?" kata-kata dari Arika mampu membuat Citra langsung menoleh ke putrinya tersebut dengan perasaan marah tentunya.
"Jaga bicara mu Arika!" bentak Citra membuat Arika langsung menunduk dan berhenti berbicara sedangkan Citra menyesali ucapannya yang pasti akan melukai hati putri kecilnya tersebut tapi apa boleh buat? ini hanya untuk kesehatan putri kecilnya, ia tak mau putri kecilnya terus begini.
Selang beberapa jam.
Setelah hening beberapa saat, akhirnya mobil berwarna hitam milik keluarga Arika berhenti di sebuah rumah bertuliskan Psikiater. Rumah itu nampak sederhana jika di lihat dari depan.
"Halo ada yang bisa saya bantu?" tanya sekaligus sapa dokter laki-laki dengan nada sopan setelah keluarga Arika memasuki rumah tersebut membuat Alvian langsung menarik tangan dokter tersebut, ingin membicarakan suatu hal penting karena takutnya putrinya mendengarkan pembicaraannya.
Lima menit kemudian.
Setelah berbincang-bincang lima menit lamanya akhirnya dokter tersebut serta Alvian datang menghampiri Arika.
"Ikut dokter yuk, Arika" ajak dokter tersebut dengan ramah lalu menarik pelan tangan Arika membuat Arika mau tak mau menggikutinya, Arika masih bingung dengan keadaan sekitar.
"Arika umur berapa?" tanya dokter tersebut setelah sampai di ruangan khusus untuk pemeriksaan, ruangan itu nampak polos dengan cat putih dan tiga bangku berhadapan serta meja di tengah-tengah bangku tersebut.
"Wah Nissa kamu di sini juga?" tanya Arika girang, melupakan dokter yang tengah menatapnya aneh.
"Arika kamu bicara sama siapa?" kini giliran dokter itu yang bertanya membuat Arika langsung menoleh menatap dokter tersebut.
"Nissa Om, dia teman ku sejak kecil! walaupun aku di tinggal sendirian sama Mommy sama Daddy tapi aku nggak nangis Om karena ada Nissa yang selalu bersama ku" ucap Arika antusias jika dia berbeda dari yang lain, ketika semua anak akan menangis jika di tinggal oleh Ibu maupun Ayahnya tapi tidak dengan Arika yang bisa tertawa sekencang-kencangnya walaupun tidak bersama kedua orang tuanya.
"Oh Arika hebat yah!" ucap dokter tersebut sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Udah jelas anaknya kayak gini karena ulah kedua orang tuanya yang tidak becus mendidik anaknya sendiri malah bilang anaknya kurang waras padahalkan anaknya cuman bisa melihat hantu atau indigo itu pun karena faktor lingkungan batin dokter tersebut turut prihatin.
"Iya lah Om, Om puji Nissa juga dong" mohon Arika.
"Arika kamu gak boleh lagi lihat mereka yah? dan untuk Nissa walaupun saya tidak bisa melihat mu tapi tolong menjauhlah dari Arika kasihan Arika nanti di kira gila" ucap Dokter tersebut dan tiba-tiba saja lampu ruangan tersebut berkedap kedip padahal tidak ada yang menyalahkan maupun mematikan saklar lampu tersebut.
"Itu tandanya Nissa marah Om, soalnya Nissa nggak mau jauh-jauh dari ku Om, dulu pernah aku suruh menjauh karena di suruh Mommy ku besoknya Nissa marah jadi dahi ku di lempar vas bunga sampai berdarah banyak" jelas Arika membuat dokter tersebut langsung merinding ketakutan.
Wah gak beres nih! batin dokter tersebut.
"Udah Nissa jangan marah, aku nggak akan jauh-jauh kok dari kamu! kasihan dokternya ketakutan" setelah mengatakan itu tiba-tiba lampu ruangan tersebut menyalah terang membuat dokter tersebut langsung belari pergi dari ruangan yang menurutnya aneh.
"Kamu tau? aku melindungi mu! Mommy mu yang amat kamu sayangi itu menggangap kamu gila!" marah Nissa membuat Arika langsung benggong.
Mommy udah nggak sayang Arika? padahal Arika sudah bersusah payah agar Mommy sayang Arika batin Arika menatap kosong ke arah depan.
Pantas saja akhir-akhir ini kedua orang tuanya itu nampak menjauhinya.
BERSAMBUNG~
ARIKA SABAR😢
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING DAN TAMBAHKAN FAVORIT 👈JANGAN LUPA
SEE YOU NEXT CHAPTER😄😉
BABAY~