
HAPPY READING
.
.
"kita hidup di zaman di mana kita hidup di nilai orang tanpa tau sebenar nya"
Candy Milea Chin
.
.
.
"enggh" lenguh Arika pelan, mata berwaran ungu nya mulai melihat ke seliling
setelah sadar Arika langsung bangun dan mulai mengingat ingat kejadian tadi
flashback on
"ya udah yuk sayang" ajak Arika lalu mulai menarik pergelangan tangan Daffa
"Daffa milik gue" samar samar Arika mendengar itu tapi ia seolah tidak mendengar dan bahkan tak memperdulikan tatapan tajam milik Vania yang mengarah tepat pada diri nya
bugh
tiba tiba Arika jatuh tersungkur ke tanah, tentu saja itu ulah Vania
"lo gak papa?" tanya Daffa yang kini mulai membantu Arika untuk berdiri
ia tidak tau jika Arika jatuh karena ulah Vania yang ia tau Arika jatuh dengan sendiri nya seolah sedang di dorong oleh angin yang berlalu lalang
"nggak papa" jawab Arika sambil meringis pelan
Arika yakin bahwa sekarang lutut nya berdarah karena tadi ia sempat terjatuh di batu
Arika langsung menatap Vania sekilas sedang Vania ia tersenyum puas tapi seketika senyum Vania luntur saat melihat Arika dan Daffa berpegangan tangan
"udah gue bilang Daffa milik gue" marah Vania lalu mulai menggeluarkan entah apa itu yang jelas berwarna putih cerah mengarahkan nya ke Arika
membuat Arika langsung jatuh pingsan untuk saja Daffa sempat memegang tubuh lemas milik Arika
"Arika!" panggil Daffa khawatir sambil menguncang guncang tubuh Arika berharap Arika mulai membuka mata nya kembali
sekarang ia benar benar binggung ada apa dengan Arika sebenarnya? tadi Arika mendadak jatuh habis itu tiba tiba pingsan?terus setelah ini apalagi?
jujur ini sangat rumit menurut Daffa namun Daffa langsung mengendong ala brindal styel tubuh Arika membawa nya menujuh mobil nya
flashback off
"gue kan udah bilang Daffa milik gue" ucapan itu, Arika hafal betul siapa yang mengucapkan kata kata itu
Arika langsung mundur kebelakang namun entah ada apa di belakang nya seperti ada yang menganjal membuat ia hanya bisa berdiam di sana
tentu saja dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuh nya, Arika tidak tau ia sedang ada di mana namun yang jelas ia mengira ngira pasti ada di alam yang berbeda
karena hawa di sini tidak seperti hawa di kehidupan nya, di sini serasa seperti mencengkam dan nyaris tidak ada oksigen
"jangan ganggu Daffa! kasihan dia, akibat lo, Daffa terganggu" ucap Arika lantang yang entah dari mana keberanian nya
"Daffa milik gue!" lagi lagi Vania mengucapkan kata kata itu dan mulai mencekik leher Arika tentu saja dengan penampilan yang sangat menyeramkan
"D...Da....Daffa.... b...bu....kan....mi...lik...si..siapa... siapa" ucap terbatah batah Arika, ia mencoba memberontak dari cekikan milik Vania tapi semua itu sia sia
dia akan mati di sini!?
namun semua hayalan fantasi milik Arika seketika pudar kala tangan penuh darah milik Vania melemas alhasil Arika jatuh dan mulai menghirup rakus oksigen
"hiks hiks gua sayang Daffa namun kita sudah beda alam" tangis Vania dan berjongkok di sebelah Arika
"uhuk, gue ngerti perasaan lo tapi lo harus belajar ikhlasin Daffa nanti urusan Daffa biar gue urus jadi lo bisa tenang di sana tanpa khawatirin si Daffa" bujuk Arika dengan senyum yang tulus
membuat Vania menatap tak percaya gadis di samping nya ini, ia langsung mengganguk dan mulai tersenyum
namun setelah itu Arika kembali pingsan
"janji ya" samar samar Arika dapat mendengar itu
"hosh hosh, gue di mana?" tanya Arika yang telah sadar dari pingsan nya
"astaga untung aja lo gak kenapa kenapa, gue bener bener binggung tadi, lo tadi tiba tiba nggak ada detak jantung lagi gue kira lo mati"
Arika langsung menatap terkejut Daffa yang kini di basahi dengan air mata namun tiba tiba Daffa langsung mengusap paksa air mata yang hendak turun tadi
"lo nangis?"
BERSAMBUNG~
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE, DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~