
HAPPY READING
.
.
"Bersabarlah suatu saat kamu pasti bahagia"
Unknow.
.
.
.
"Hei, kamu mau tau kisah tentang ku?" tanya Nissa tiba-tiba ketika berada di kamar milik Arika sambil melepaskan boneka beruang yang tadi ia buat mainan dengan Arika.
Selepas berkunjung dari rumah Psikiater tadi keluarga Arika hanya mampu menatap iba anak gadisnya itu setelah tadi di bilang dokter Psikiater bahwa dia tak bisa menanganinya dan berpesan untuk selalu siap sedia menjaga putri kecilnya itu.
"Maksud kamu?" tanya balik Arika ikut melepaskan boneka barbienya dari genggaman tangannya, kini ia berfokus sepenuhnya pada Nissa.
"Kamu nggak capek tinggal di sini? Mommy sama Daddy mu tidak lagi mempercayaimu lagi apalagi kamu selalu di tinggal sendirian?" tanya lagi Nissa membuat kening Arika mengkerut menandahkan bahwa ia tengah binggung dengan ucapan sahabatnya tersebut?
"Lihat di depan! ikut aku.... aku akan membawa mu bersama ku, ke alam ku yang seharusnya" sambung Nissa menarik paksa pergelangan tangan Arika membuat gadis tersebut ikut saja apa kata sahabatnya.
Dia tidak tau bahwa sahabat masa kecilnya yang selalu ia sayang kini mengajaknya untuk melompati pagar kamarnya atau mengajaknya bunuh diri.
BRAKKKK.
Tiba-tiba pintu kamar Arika terbuka paksa menampilkan kedua orang tua Arika dengan nafas yang terengah-engah dan seorang dukun di belakangnya sambil membawa air yang sudah di mantrai.
"Pergi kamu setan!" usir dukun tersebut sambil mencipratkan air ke tubuh Nissa membuat Nissa kepanasan dan menjerit tidak karuan.
"Tidak mungkin!" ucap dukun tersebut menatap tak percaya tubuh lemas Arika sedangkan kedua orang tua Arika langsung menghampiri tubuh Arika membawanya kedalam pelukannya lalu menaruhnya di tempar tidur milik Arika.
"Waspadalah, kini tubuh Arika bukan cuma ada rohnya saja" sambung dukun tersebut membuat kedua orang tua Arika menatap bertanya-tanya dukun itu.
"Ada apa Kek? apa ada yang terjadi dengan putri saya?" tanya beruntun Alvian.
"Dia mempunyai kepribadian dua! mohon untuk lebih memperhatikan Arika, saya takut dia akan melakukan hal-hal di luar batasnya" pesan dukun tersebut sekalian pamit untuk pulang membuat kedua orang tua Arika menatap kasihan tubuh putrinya, tapi ada rasa lega di dalam dirinya karena mereka berdua tepat waktu menyelamatkan nyawa putrinya walaupun tubuh putrinya di masuki sesuatu aneh yang jelas tidak di ketahui oleh kedua wanita dan pria parubaya tersebut.
"Tenang sayang kamu aman sekarang" ucap Citra mengecup lama dahi putrinya.
"Tidurlah Nak, Daddy akan selalu ada di samping mu" ucap Alvian mengelus sayang rambut Arika lalu mengajak istrinya untuk tidur karena hari mulai malam.
Bohong jika kedua orang tua itu tak Lagi menyayangi putri kecilnya, mereka hanya menggunakan cara yang salah.
Cklek.
Bunyi pintu tertutup rapat membuat mata Arika kini terbuka sepenuhnya, mungkin bukan lagi Arika?
"Mungkin berada di dalam tubuh ini tidak terlalu buruk, maafkan aku karena telah menghianati mu sahabat kecil ku" ucap Arika ralat Nissa sambil tertawa nyaring, dan mulai detik itu juga Arika mempunyai kepribadian dua mungkin akan membawa dampak negatif atau dampak positif?
"Aku tidak sabar menantikan hari esok" gumam Nissa menarik selimutnya sampai dagunya lalu mulai memejamkan kedua matanya.
BERSAMBUNG~
CERITA YANG SESUNGGUNYA TELAH DI MULAI😉
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, AND TAMBAH KAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA 😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~