ARIKA

ARIKA
26



HAPPY READING💛


23.00 malam dikediaman Arika.


"Hei, apa kau yakin?"


Bukannya menjawab yang ditanyai malah terkekeh pelan seraya menatap temannya itu, "Ayo lah, kamu sudah puluhan kali menanyakan itu! Sekarang biar aku yang bertanya, apa kamu tak capek?"


Nissa mendengkus sebal mendengarkannya, "Aku hanya memastikan, kau kan penakut." Cibir Nissa pelan.


"Aku bisa mendengar itu." Ucap Arika yang tengah memastikan senternya menyala dengan baik. Takut-takut jika senter itu ditengah perjalanan malah mati, kan gak lucu?


"Apa? Aku benarkan? Aku bahkan nyaris tak percaya bahwa yang memanggilku selarut ini kau!"


"Misi kali ini harus dituntaskan, bukan?"


"Ouh, ternyata kau sudah besar rupanya! Kau kan selalu berpikir sempit! Hanya tau menolong hantu tapi tak tau resikonya, aku sudah bosen ya setiap kali kau menolong hantu dan malah aku yang menanggung semua resikonya!" Oceh Nissa panjang.


"Yayaya, aku sudah menyiapkan semuanya. Ja-"


"Menyiapkan apa? Yang ku lihat dari tadi hanya lah senter."


"Hehe, biar keren gitu loh." Nissa memutar bola matanya malas, "Kalau begitu misi kita kali ini adalah sekolahan ku!"


"Kau yakin?"


"Kamu bertanya itu lagi." Dengkus Arika berjalan ke arah jendela seraya membuka jendela tersebut setelah itu gadis tersebut mulai berfikir, "Aku sudah memikirkan ini, jika aku lewat pintu. Pintu tersebut pasti terkunci! Lebih baik aku lewat sini." Gumam Arika mulai menyusun rencana.


"Bukan! Bukan begitu! Maksudku adalah, disanakan banyak hantu yang jauh lebih kuat di-"


"Aku tau kamu lebih kuat, maka dari itu aku membawamu." Arika tersenyum saat melihat hasil karyanya.


Seprei kasur yang awalnya tertata rapi kini dijadikan Arika tali untuk ke bawah. Gadis itu mulai turun ke bawah dengan bantuan selimut tersebut yang sudah ia ikat dikaki ranjang.


Nissa menghela nafas lelah saat melihat Arika telah berhasil kebawah dengan wajah riangnya, "Aku akan membantumu." Tiba-tiba Nissa menghilang begitu saja.


/LIKE/


Gleg.


Sudah sedari tadi gadis dengan kuncir kuda dikepalanya, menelan susah payah salivanya sendiri. Gadis itu menarik nafasnya kembali lalu mengeluarkannya begitu seterusnya sampai ia benar-benar yakin.


Ditatapnya dengan yakin gedung mewah nan besar didepannya ini. Gedung itu nampak gelap sekali karena lampu-lampu disana telah dimatikan oleh penjaga sekolahan ini. Nampak sangat hening, dan sepi sekali hingga membuat Arika kembali ragu tuk masuk kesana.


"Sudah sampai gerbang! Tak mungkinkan jika aku kembali lagi?" Gumam Arika seraya mulai memanjat pagar setelah sampai gadis itu menyalakan senter yang ia bawa. Arika menarik nafasnya lagi untuk terakhir kalinya.


Setelah tekadnya yakin, Arika mulai berjalan pelan guna mencari hantu bernama 'Diego'


Ditengah perjalanan Arika melihat sekelebat bayangan putih hingga membuat Arika berlari mengejar bayangan tersebut.


"Diego?" Panggil Arika yang masih terus mengejar hingga sampai lah dirinya didepan kelas dengan nafas yang terengah-engah.


Arika yakin seratus persen jika bayangan putih tadi masuk ke dalam kelas ini. Senter gadis itu ia arahkan ke atas guna melihat ruangan apa ini? Disana tertulis X IPS 9, kelas paling pojok yang selalu mendapat rumor aneh.


Tanpa babibu Arika langsung masuk ke dalam dengan ditemani senter yang ia arahkan ke kanan, dan kekiri.


"Diego? Hei, aku akan membantumu! Jadi kemari lah." Ucap Arika saat tak menemukan bayangan putih tadi, aneh. Sejak pertama kali masuk pun ia tak dikejutkan oleh makhluk halus yang tinggal disini? seharusnya gedung megah ini terdapat beberapa makhluk haluskan? setiap rumah pasti memiliki makhluk tak kasat mata sendiri.


Kepala gadis itu menggeleng pelan mencoba tuk mengenyahkan fikiran negatif yang mulai bersarang diotaknya, fokus Arika! Kamu harus menemukan Diego! sebelum hantu itu makin mengamuk.


Arika yakin bayangan tadi kesini! Namun saat dicek mengapa malah tak ada? Gadis itu menghembuskan nafasnya pelan lalu mulai berbalik pergi tapi saat ia hendak menutup kembali pintu kelas tersebut, tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh mata berwarna merah pekat yang tengah menatapnya.


"Aaaaa." Teriak Arika nyaring lalu mulai berlari pergi tak tentu arah.


Iya dia baru ingat sekarang! Rumor aneh yang ada dikelas X IPS 9 adalah hantu berwarna merah pekat dengan badan hitam semua sehingga tak nampak mempunyai badan. Rumornya hantu ini paling kuat diantara hantu lainnya hingga membuat hantu ini paling berkuasa.


Hantu tersebut tak menganggu manusia namun sekalinya ia diganggu bakalan marah besar, contohnya saat kita tak sengaja Datang malam sekali ke kelas tersebut, hantu ini akan beranggapan jika dirinya sedang diusik alhasil tak ada para siswa yang berani beta dikelas tersebut lebih malam atau tidak lebih pagi sekali.


"Aku tidak bermaksud menganggumu." Gumam Arika masih terus saja berjalan, ia menoleh sekilas ke arah belakang, dan malah dikejutkan mata itu lagi yang sudah dekat dengannya.


Tinggal beberapa centi lagi kuku-kuku panjang itu mencakar tubuhnya, untung saja didepan ada belokan. Arika terus saja berlari tanpa mau menoleh kebelakang. Sosok itu sangat mengerikan walau hanya tinggal mata doang.


Gubrak.


Tiba-tiba saja Arika terjatuh, "Kyaaaaa." Teriaknya kencang dengan keringat dingin yang bercucuran, membuat hantu tersebut semakin mendekatinya.


Arika memejamkan matanya erat, tamatlah sudah!


Mendadak Arika merasakan angin kencang menerpa tubuhnya hingga membuatnya membuka mata, gadis itu terkejut saat melihat hantu tadi terpental tak jauh darinya.


"Aku sudah bilang... Panggil aku, bodoh!"


Selamat!


.


.


.


.


LIKE JANGAN LUPA! SEE YOU NEXT CHAPTER.