
HAPPY READING💛
"Jadi ini bagaimana pak? Padahal kasus ini telah ditutup serapat mungkin oleh pihak sekolah."
Nampak sang kepala sekolah memijat pelipisnya pelan "Bagaimana bisa terbuka?"
"Seorang perempuan dengan akun Sintya membeberkan semua kejadian lampau pak hingga membuat sekolah kita gempar dan sekaligus membuat sebagian murid pindah karena takut hantu itu mengusili mereka Pak."
"Dan jangan lupakan tadi ada anak murid yang kesurupan, itu lah juga salah satu penyebab sebagian murid kita pindah." Celetuk wanita paru baya yang menjabat menjadi guru BK.
"Apa dari kalian tau tentang anak bernama Sintya ini?" Kedua guru itu menggelengkan kepalanya.
"Dia cuman memberikan identitas kalau dirinya bersekolah disini itu saja pak."
Hening.
Hanya suara helaan nafas penuh furtasi dari sang kepala sekolah.
"Saya ada cara..." semua pasang mata menatap wanita paru baya yang jadi satu-satunya wanita disana "Ada murid bernama Arika, mungkin dengan cara kita mencuci otak semua orang disini bisa menutup kembali rahasia ini?"
"Ceritakan detailnya Bu."
"Saya mendengar jika gadis ini adalah gadis indigo sehingga dia dijauhi oleh semua teman-temannya karena mereka beranggapan gadis ini adalah teman setan, siapa saja yang mendekati gadis itu maka sama saja dia bermain dengan setan."
"Bagaimana kalau gadis itu kita skor? Agar semua yang telah termakan hasutan itu jadi mengira semua penyebab ini dikarenakan gadis itu?"
Baik sang kepala sekolah maupun Guru BK serta Guru olaragah tersenyum penuh makna.
"Bu tolong panggil gadis itu ke ruangan BK...."
💛LIKE💛
Gadis dengan surai yang dibiarkan menjuntai kebelakang itu pun tengah mencuci wajahnya dikeran yang sedari tadi mengeluarkan air jernih.
Arika mulai mengangkat wajahnya, melihat wajahnya sendiri dipantulan cermin didepannya ini, Nampak sangat cantik jika tak memakai kacamata.
Tiba-tiba kaca itu menampakkan seseorang pria tengah menundukkan kepalanya dari arah belakangnya, membuat Arika cepat-cepat memakai kembali kacamatanya lantas berbalik.
Arika membulatkan matanya tekejut kala sosok itu ralat hantu itu yang selama ini Arika cari-cari keberadaannya, hantu itu melayang mendekatinya.
Semakin dekat dan....
Tiba-tiba arwah itu terhempas kuat hingga menabrak tembok, membuat lelaki itu meringis kesakitan sembari menatap siapakah yang berani menganggu aktivitasnya.
"Jangan berani kau dekati manusia ini." Nissa duduk santai diatas tempat cuci muka sembari menatap tajam arwah gentayangan didepannya ini.
"Tsk, hanya arwah penasaran."
"Kau pun begitu." Sahut Nissa malas, hantu lelaki itu menggenggam erat jemarinya sendiri lantas pergi dari sana.
"Nissa? Kenapa kamu sampai sini?" Nissa hanya mengangkat bahunya acuh "Lalu kenapa kamu mengusirnya? Aku sudah lelah mencari dia! Tapi kamu malah mengusirnya begitu saja! Aishh."
"Kau bodoh ya? Dia jelas-jelas ingin merasukimu!"
"Biarkan saja, agar identitasnya terkuak."
"Aku tak ingin berbagi tempat dengan arwah gentayangan seperti dia! Bahkan sekedar mengingat dirinya telah mati atau belum pun tak bisa."
"Panggilan ditujukan untuk Arika Puspa Candrakrantin, untuk segera ke ruangan BK sekarang..."
Arika melotot sempurna setelah mendengar namanya sendiri dimikrofon sekolah, ada apa lagi ini? Dirinya bahkan belum pernah berbuat salah? Tapi mengapa langsung disuruh ke ruangan BK?
Aneh....
Gadis itu lantas cepat-cepat pergi dari sana, meninggalkan Nissa yang masih disana dengan melipat kedua tangannya didepan dada.
Tanpa diketaui Arika, Nissa tak langsung menghilang begitu saja namun arwah yang selalu berada disisi Arika itu pun beranjak pergi menuju bilik kamar mandi yang sudah tak terpakai.
"Sedang meratapi nasib?"
"Jangan ikut campur urusan ku!" Desis Diego kala Nissa tiba-tiba datang, gadis itu tertawa pelan.
"Dasar arwah gentayangan yang merepotkan, kau bahkan tak tau kau sudah mati."
"Tidak! Aku masih hidup."
"Orang yang hidup tak akan bisa melihatku kecuali orang itu bisa melihat hal-hal mistis seperti manusia tadi."
Tubuh Diego mendadak lemas "Aku memerlukan bantuan mu! Serta gadis itu tadi! Aku mohon... Hanya kau dan Gadis tadi yang dapat menolongku karena hawa kalian berdua sangat berbeda sekali."
"Tak ingat kah kau tadi mengejek ku?"
"Aku... Aku minta maaf, ku mohon..."
Nissa menatap malas arwah didepannya ini yang tengah menatapnya penuh tatapan kasihan "Aku tak suka menolong, Jangan pernah kau mecoba memasuki tubuh manusia tadi! Atau arwah jelekmu ini ku makan."
Perlahan tubuh Nissa menghilang selepas mengatakan itu, membuat Diego menundukkan kepalanya lemas.
"Pantas saja hawanya dipenuhi akan aura kebencian yang mencengkam."
Nissa bukan lah tandingan Diego saat ini jadi lelaki itu tak bisa apa-apa jika Nissa berkata demikian, Diego hanya minta mencari tau siapa pembunuhnya agar dirinya bisa terbebas dari sekolahan ini.
Lelaki itu sudah berpuluh-puluh tahun lamanya tak mendapat teman, kesepian selalu saja hinggap pada dirinya.
Sekarang dia sudah mendapatkan orang yang pas untuk menyelidiki kasusnya namun sayangnya orang itu telah dimiliki arwah yang lebih kuat dari pada dirinya.
Karena tadi Diego sempat melihat dibelakang gadis pendek tadi terdapat aura berwarna merah pekat. Pertanda gadis tadi telah membunuh beribu-ribu orang yang tak berdosa.
👻KOMEN👻
"Apa Bu? Saya diskor!" Guru Bk itu lantas mengangguk "Tapi Bu, saya tak pernah melakukan pelanggaran berat! Nilai saya selalu bagus! Saya selalu sopan terhadap Guru-Guru disini."
"Kamu pasti tau kan berita disini? Semua berita ini merunjuk padamu! Ibu tak bisa berbuat apa-apa lagi selain skor kamu hingga situasi disini membaik."
"Saya tidak pernah berbuat itu Bu! Sungguh!" Ucap Arika serius yang membuat Guru BK itu semakin tak tega namun dia bisa apa? Ini keputusan pihak sekolah.
"Ibu tidak bisa berbuat apa-apa, Arika."
"Sa saya permisi."
MAAP YA KALAU ADA TYPO:) INI AKUNYA BURU" BENTAR LAGI UJIAN AWOKAWOK SO MAKLUM SAJA YAk😙
MAU NEXT? LIKE DULU DONG 😙