ARIKA

ARIKA
23



HAPPY READING💛


"Weh-weh udah denger belum?"


"Soal apa?"


"Ini nih, nih coba dengerin rekaman yang dibawa Sintiya dimenit ke 15:54."


"Wah gila ada suara minta tolong ya kan?"


"Settingan tuh pasti biar tenar!"


"Kalau beneran gimana?"


Arika berjalan sambil menunduk, dirinya mengernyitkan keningnya bingung kala indra pendengarannya menangkap bisik-bisik sepanjang koridor sekolah.


Gadis itu terus saja berjalan hingga kelasnya berada namun tiba-tiba semua pasang mata tertuju padanya, Arika menelan susah payah salivanya saat dirinya mendapat tatapan tajam dari para teman-temannya.


Ada apa ini? Seingatnya dia tak pernah berbuat kesalahan? Apa gara-gara dirinya berdekatan dengan mostwanted sekolah akhir-akhir ini.


Tak lama suara bisik-bisikan pun terdengar kala Arika duduk tenang dibangkunya.


"Lihat tuh temennya setan dateng!"


"Apa jangan-jangan rekaman Sintiya ada sangkut pautnya lagi sama anak aneh itu?"


"Maksudnya?"


"Secarakan dia temenya setan, jadi bakalan banyak setan-setan yang akan kesekolah kita."


"Kalau beneran seperti itu kenapa dia gak pindah aja sih!"


"Meresahkan banget ih!"


Arika menunduk tak berani menatap tatapan mematikan yang dilemparkan untuk dirinya, gadis itu tak tau apa-apa! Bahkan tentang rekaman yang dimaksud para teman-temannya itu.


"Kalau gak ada bukti jangan asal nuduh bisa?" Ucap datar sang mostwanted sekolah, dia Daffa.


"Tapi ini udah jelas Daf, gadis itu harus pergi dari sekolahan ini!" Sahut sang ketua kelas dengan geramnya.


"Lo ketua kelas disini kan?" Lelaki berkaca mata itu mengangguk "Gak pantes lo jadi ketua kelas." Lanjut Daffa tajam sembari berjalan menuju bangkunya berada.


Mendadak ruangan itu menjadi hening hingga guru mapel Fisika datang, yang membuat semuanya duduk rapi dibangku masing-masing.


Arika menghembuskan nafasnya lelah, ia tak tau lagi nanti kedepannya akan bagaimana.


Detik demi detik, menit demi menit sudah dilalui hingga suara bel pertanda istirahat pun berbunyi membuat semua langsung berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin.


Begitu juga dengan Arika yang dengan sigap menata semua buku-bukunya lalu pergi menuju perpustakaan dengan Daffa yang membuntutinya.


Dddrrt.


Arika memilih buku yang menurutnya bagus lantas duduk dibangku yang telah disediakan setelah menyapa Guru penjaga perpustakaan.


"Loh kamu ngikutin aku?" Tanya Arika kaget, dan dibalas anggukan dari Daffa.


Setelah itu hening, Daffa hanya menatap Arika yang tengah fokus membaca buku. Bukannya membaca buku Daffa malah menatap Arika.


Drrrt.


Tiba-tiba pintu ruangan perpustakaan terbuka menampakkan kedua teman Daffa.


"Disini lo Daf! Kita-kita cariin juga!"


"Malu gue bawak lo." Daniel langsung duduk disamping Daffa diikuti Adit dibelakangnya.


"Eh btw dah liat berita hot belom lo pada?" Tanya Adit yang mulai mengeluarkan handphonenya.


"Mulut lo diciptakan untuk ngoceh ya?"


"Sumpel aja lah Nil."


Arika menutup bukunya "Emang beritanya apa?" ke tiga pemuda itu menatap heran ke arah Arika, Namun beda lagi dengan Adit yang mulai tersenyum lebar.


"Tuhkan! Berita gue ditanggepin! Sini deh Rik gue beritau, sapa tau lo bisa merasakan secarakan lo anak indihome.... biar bagus lagi tuh nama lo disekolahan elit ini." Arika nampak menghampiri Adit yang mulai memiringkan handphonenya, ide Adit tadi sangat tepat sekali bagi Arika.


"Jaga jarak woy!" Kesal Daffa namun tak digubris sama sekali oleh lelaki humoris itu.


"Sia*an lo Dit!" Entah mengapa tiba-tiba Daniel ikutan merasa kesal.


Adit mulai menyetel rekaman yang dibawakan oleh akun bernama 'Sintiyaaja' rekaman itu sangat ramai dibicarakan oleh semua siswa disini.


"Hai semua disini gue Sintiya! Sebagai penyiar rekaman berjudul 'pondcase' nah kali ini gue mau mengungkap fakta yang ada disekolah kita gesd, jadi disekolah kita tuh terkenal akan hantu bernama Diego...."


Terdengar instrumen mengerikan setelah si pembawa rekamanan itu mengatakan hantu Diego.


"Nah Diego ini kasusnya bunuh diri gesd, hantu ini telah meninggal tujuh tahun yang lalu dengan berbagai sayatan ditubuhnya. Hantu ini lah yang selalu ngusilin kita, kabarnya hantu ini jadi arwah penasaran...."


Arika melototkan matanya terkejut, jadi hantu yang ia temui dulu Sekarang tengah marah besar! Karena kasusnya dibicarakan.


Rekaman kembali berputar hingga membuat Arika serius mendengarkannya.


Tepat saat dimenit 15:54 terdengar bunyi "Tolong..."


Gadis indigo itu melototkan matanya terkejut, Arika hafal betul jika suara itu adalah suara milik hantu yang ia temui dulu!


Terdengar sangat jelas, sangat-sangat jelas! pantas saja jadi berita yang amat panas. Suara rintihan minta tolong itu bukan karena settingan! itu memang benar-benar suara manusia yang sudah mati.


"Udah abis." Celetuk Adit, membuat semua lamunan Arika buyar seketika "Gila kalau settingan bisa aja kan? Ini mah biar nama lo jelek aja Rik! Udah gak usah diladeni."


Arika masih saja diam, Daffa yang melihat itu pun langsung dibuat kesal.


"Lo yang gila! Bisa-bisanya lo liatin Arika rekaman itu!"


"Hmm, bener kata Daffa." Entah ada angin apa, tiba-tiba seorang Daniel ikut kesal kala melihat raut wajah Arika yang nampak murung.


"Aku ingin cari tau tentang kematian Diego...."


Mereka bertiga terdiam mendengarkannya.


.


.


.


.


WELKAM BEK LAGI! ADA YANG BACA KAN?


JADI GESD ARIKA ITU SELALU MEMAKAI AKU-KAMU BUKAN LO-GUE MAAP YAK AUTHORNYA TYPO DIEPS KEMAREN-KEMAREN :V /HALAH THOR BILANG AJA LU GAK KEPIKIRAN/ HEHEHE IYA:V


YOK LIKE BIAR CEPET NEXT!!!!