
HAPPY READING
.
.
"Ku harap putri ku tidak mengidap penyakit aneh-aneh!"
Citra Permata Sari.
.
.
.
Enam tahun kemudian
Kini Arika telah berumur 17 tahun tentu saja dia mati-matian menahan diri agar Nissa tidak lagi memasuki tubuhnya dan sekarang Arika berdiri tegap menatap sekolah barunya sudah berkali-kali ia menghembuskan nafas.
"Jangan sampai ada korban lagi" gumam Arika lalu mulai berjalan memasuki sekolahnya, mencari ruang bertuliskan "kepala sekolah" tapi sebelum itu ia mendapatkan cibiran-cibiran pedas dari siswa tersebut.
Saat di mana para murid baru akan mendapatkan pujian berupa "cantik" namun beda lagi dengan Arika, karena gadis itu pernah mendapatkan caci maki di sekolah lamanya dan bahkan semua sekolah sudah tau dengan gadis bernama "Arika"
"Eh! eh! liat tuh"
"Katanya ya, dia gak waras"
"Iya betul tuh, temen gue yang sekelas sama dia aja takut"
"Sok-sokan bisa liat hantu!"
"Ewh, jijik gue liatnya"
"Ngapain sih dia di sini!"
"Gue takutnya nih sekolahan jadi berhantu gara-gara temannya dia, secara temannya dia kan hantu"
Begitulah komentar-komentar negatif yang di tujuhkan oleh Arika membuat Arika menunduk dan mulai mempercepat langkah kakinya.
Cklek.
Pintu ruangan tersebut terbuka menampilkan pria baru baya yang sedang berkutat dengan kertas-kertas di hadapannya.
"Maaf mengganggu" ucap Arika sopan sambil menundukan kepalanya.
"Oh kamu anak barunya? kamu kelas 11 IPA 1, sekarang cepat ke kelas mu karena sebentar lagi bel akan di mulai" suruh sang kepala sekolah tersebut membuat Arika langsung pergi ke kelas tersebut setelah mengatakan kata "terimakasih"
Sedari tadi Arika berjalan sambil menunduk dan sedikit demi sedikit mengintip kala dirinya melewati ruangan.
Cklek.
Bunyi suara pintu ruangan bertuliskan "11 IPA 1" terbuka membuat semua murid langsung berbisik-bisik ria setelah mengetahui bahwa Arika yang membukanya.
"Ck! kenapa dia di kelas ini sih!"
"Wajahnya kek sok polos nj*r"
"Liat tuh matanya aja warna ungu"
"Cupu banget sih!"
"Gue jadiin bahan bullyan baru tau lo hahaha"
"Eh! eh! jangan gitu nanti lo pada di bilangin Mommynya lo hahaha"
Seketika tawa kelas tersebut pecah membuat Arika makin menundukan kepalanya.
"Hei! hei! kalian gak boleh gitu! sekarang Nak kamu kesini dan perkenalkan nama mu dengan semua orang" ucap ramah dari sang wali kelas membuat semua langsung diam.
"Arika Puspa Candrakranti panggil Arika" ucap Arika memperkenalkan dirinya membuat semua langsung tercengah pasalnya Arika adalah keluarga terkaya no.2.
"Arika silahkan kamu duduk di belakang" suruh sang wali kelas membuat Arika berjalan menuju bangkunya berada.
Kotor, banyak coretan "bi*ch", sendirian, paling belakang, paling pojok dan mendapatkan tatapan sinis dari teman-teman barunya itulah yang mendeskripsikan Arika saat ini, sangat kasihan bukan? dia hanya mempunyai suatu kelebihan kenapa semua seakan menjauh darinya?
Arika langsung mengamati sekeliling karena ia merasakan hawa-hawa negatif di sini, dan ketemu ternyata seorang arwah yang belum tenang di alamnya membuatnya selalu menjahili semua orang di sini.
"Jangan ganggu dia!" teriak Arika saat arwah itu ingin memukul buku tebal ke arah seorang gadis membuat semua langsung berfokus kepadanya dan mulai bisik-bisik.
"Tuhkan kumat lagi penyakitnya"
"Dih gak waras!"
"Sok-sokan banget pingin muntah gue liatnya"
"Bikin merinding aja sih nih bocah!"
"Udah Bu hukum aja dia Bu, bikin keributan aja"
"Tau tuh! padahal tadi pelajarannya gue ngerti banget "
"Setujuhhh! udah Bu hukum aja"
Semua langsung bersorak untuk menghukum Arika sedangkan Arika langsung menundukan kepalanya dalam-dalam, dia lupa jika semuanya tak bisa melihat mereka.
"Sudah diam semua! Arika kamu Ibu hukum hormat di tiang bendera sampai istirahat karena sudah mengganggu proses belajar mengajar" suruh sang wali kelas menatap kasihan murid baru tersebut langsung saja Arika mengngangguk dan menjalankan hukumannya.
BERSAMBUNG~
SABAR ARIKA😊
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈JANGAN LUPA😄
#DIRUMAHAJA😉😁
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~