
HAPPY READING
.
.
"berbahagia lah kalian dengan kedua orang tua masing masing, mumpung masih ada"
Nissa Nareswari
.
.
"oh jadi ini cewek yang kecentilan! sok sok an deketin Daffa gue! emang lo pantes ha dapetin hati nya Daffa!" bentak gadis yang terlihat bossy di antara kedua gadis di depan nya
Arika tak tau apa masalah nya? tiba tiba diri nya di seret menujuh gudang oleh ketiga gadis di depan nya saat diri nya pergi ke rooftop hanya untuk menenangkan diri sejenak
"ada apa ya?" tanya Arika gugup, sungguh ia tak tau? kini apalagi masalah nya?
plak
satu tamparan tepat pada pipi mulus Arika membuat kaca mata bulat milik Arika jatuh ke tanah dan tentu saja retak pada bagian kaca nya
"jangan sok polos lo bi*ch!" kini giliran gadis satu nya yang sedari tadi menatap nya jijik,dia gadis yang tadi menampar pipi Arika
"saya beneran gak tau!" entah kekuatan dari mana membuat Arika dapat membentak ketiga gadis di depan nya
"oh lo mulai berani bentak gue ha! dasar temen setan! pantes banget lo di kucilkan di SMA ini" ejek gadis bername tag Fiona dia gadis yang selalu di takuti dan di puja puja oleh kaum adam namun sikap nya sangat tidak baik yaitu suka membully orang yang derajat nya rendah dari pada nya
seperti Arika saat ini, namun mereka tak tau bahwa Arika putri tunggal dari....
"eh jangan gitu Fio nanti temen nya marah hahaha"
"temen setan maksud lo la? hahaha" ucapan terakhir dari gadis bername tag Vina mampu membuat kedua nya tertawa terbahak bahak
mendengar itu Arika hanya dapat menunduk kan kepala nya saja menyembunyikan semua kekesalan nya
krek
"ups sengaja hahaha" tawa Fiona nyaring saat kaca mata bulat milik Arika ia injak begitu saja hingga kaca mata itu pecah
namun bagi Arika itu sangat istimewa bahkan ia selalu memakai kacamata itu dimana pun karena kacamata itu hadiah satu satu nya dari daddy nya saat ia masih SD
"kalian jahat!" bentak Arika lagi berusaha mati mati an agar tidak menangis, Arika langsung berjongkok dan memungut kacamata nya kembali membuat ketiga gadis itu kembali tertawa
namum tiba tiba lampu gudang itu berkedap kedip dan di sertai beberapa kardus yang tiba tiba jatuh, melihat itu ketiga gadis tersebut saling menatap satu sama lain
"setan!" ucap kompak ketiga gadis tersebut lalu belari terbirit birit dari sana tentu saja sambil mengunci pintu gudang itu
"mampu*! lo kenapa gak lawan sih ha? ck! lemah!" geram Nissa yang tiba tiba muncul menatap malas Arika yang memeluk pecahan kacamata di genggaman nya
hening
Arika tak menjawab hina an yang di berikan oleh Nissa kepada nya, malahan tambah menangis
"gue tau, gue gak sekuat apa yang lo bayangin, gue emang lemah!" jeda Arika yang kini tengah menghentikan tangisan nya dan berahli menatap datar ke arah depan
"gue gak mau nambah musuh walau gue tau semakin gue diem maka semakin banyak yang ingin bully gue"
"gue cuman mau bahagia sama kedua orang tua gue, masalah gini gue bisa tanganin tapi untuk masalah itu gue belum ahli" sambung Arika membuat Nissa diam diam ikut menetes kan air mata nya namun Nissa langsung menghapus paksa air mata yang hendak turun tadi
"bahagia sama kedua orang tua ya? bahkan gue gak pernah ngerasain itu" lirih Nissa yang dapat di dengar Arika, Arika langsung menatap ke arah Nissa
"pintu gudang sudah gue buka, bentar lagi lo masuk" ucap Nissa sebelum diri nya tiba tiba menghilang lagi
"NISSA!" panggil Arika namun nihil, gudang itu kembali hening hanya ada suara langkah kaki yang belari hendak kemari
apa suara langkah kaki?
"Arika!"
BERSAMBUNG~
SABAR TvT
VOTE, LIKE, KASIH RANTING 5, KOMEN DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😳
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~