ARIKA

ARIKA
19



-------HAPPY READING------


"sampai kapan pun aku tak akan pernah melupakan kejadian itu dan akan terus menjadi arwah gentayangan!"


Nissa Nareswari


.


.


.


flashback on


seorang gadis dengan kuncir kuda di kepala nya tengah menunjukkan sesuatu di kertas yang kini telah di beri warna dan gambaran


"mama! mama! liat deh" seru bocah itu membuat sang ibu mengalihkan tatapan nya yang semula dari TV menjadi ke arah gambaran putri semata wayang nya


"itu siapa aja Nissa?" tanya ibu Nissa dengan tersenyum, ia tau yang ada di gambaran itu namun pura pura tak tau


"ini papa ini mama terus ini aku" sorak gembira bocah mungil yang di panggil Nissa sambil menunjukkan satu persatu gambaran orang tua beserta anak tengah bergandeng tangan


"wahhh hebat sayang" puji sang ibu membuat Nissa tersipu malu


suara kekacauan berasal dari lantai bawah tiba tiba terdengar membuat anak dan ibu itu menatap bingung pintu ruangan kamar Nissa


"siapa itu ma?"


"mungkin papa kamu, papa kamu kan suka nya bikin rusuh" kekeh ibu Nissa membuat Nissa ikut tertawa


"mama mau liat papa kamu dulu ya" pamit ibu Nissa lalu berdiri hendak ke lantai bawah melihat ke gaduan yang apalagi di buat sang ayah


"hum, ada ada saja papa" gumam Nissa lalu melanjutkan menggambar nya, kini ia akan menggambar matahari serta rumput sebagai hiasan dan mungkin seorang adik berjenis kelamin laki laki yang tengah di gendong mama nya


Nissa sangat senang jika ibu nya itu mengandung lagi seorang adik laki laki untuk nya atau tidak perempuan tak masalah untuk teman Nissa agar tidak bosan sewaktu waktu diri nya di tinggal sendiri an di rumah mewa ini


Brakkk


selang beberapa detik pintu ruangan Nissa kembali terbuka menampilkan tubuh ibu nya Nissa dengan keringat yang bercucuran di wajah cantik nya itu membuat Nissa binggung namun ibu Nissa langsung membawa putri nya itu masuk kedalam lemari pakaian


"apa pun yang terjadi jangan buka pintu ini okey? dan nanti nya yang kamu liat tolong lupakan? mengerti?"


"tap-"


"MENGERTI TIDAK!" baru kali ini Nissa di bentak ibu nya membuat Nissa langsung mengganguk kan kepala nya patuh, karena takut mendapat amukan lagi dari ibu nya


setelah selesai ibu Nissa langsung menutup lemari itu dengan tergesa gesa


"ternyata di sini kau rupa nya" ucap seorang pria paru baya dengan nada datar dengan dua anak buah di belakang pria tua itu membuat ibu Nissa terkejut untung saja tidak ketauan...


"ayah"


"jangan sebut saya kakek! cepat tanda tangan surat itu! sekarang!" perintah mutlak pria tua itu membuat ibu Nissa menggeleng dengan tegas


"tidak! saya tak akan pernah mentanda tangani surat itu!"


"dasar gadis murahan! sudah di bunuh suami nya masih saja sok!"


mendengar itu ibu Nissa terteguh "mas Reno" lirih nya dengan berlinang air mata, ia tak percaya jika suami nya lebih dulu meninggal kan nya beserta Nissa lalu nanti siapa yang akan menjaga Nissa kala diri nya juga iku pergi? sedari tadi pertanyaan itu memutari otak nya


apa pun cara nya ia tak boleh lemah di hadapan ayah nya itu!


"cepat tanda tangan!"


"tidak akan pernah dan tidak akan mungkin!"


"keras kepala! dasar ja*ang!" tiba tiba saja pria tua itu menembakan dua buah peluruh ke tubuh Rena sang ibu Nissa membuat tubuh Rena terjatuh di dingin nya lantai, tak ada guratan kesedihan yang terpancar di manik mata pria tua yang di sebut Rena ayah itu? sungguh berakhlak yang baik~


pria tua itu malah mengumpat "sia*an! surat nya belum di tanda tangani"


sementara Nissa yang mendengar suara tembakan serta jeritan mama nya yang menandahkan papa nya meninggal ia langsung meringkuk di sana dengan beberapa tetesan air mata


Nissa membuka sedikit celah untuk melihat situasi sekarang dan pandangan pertama nya tertujuh pada tubuh mama nya yang di penuhi darah, melihat itu Nissa langsung ke luar dari persembunyian nya dan menghamburkan pelukan ke tubuh lemas mama nya


"MAMA hiks hiks" tangis kencang Nissa membuat mata Rena yang ingin tertutup perlahan mencoba terbuka kembali


"la lari" ucap terakhir Rena selanjutnya mata indah itu kembali tertutup membuat Nissa tersadar


"oh anak haram masih ada rupa nya" ucap tenang pria tua itu yang awal nya ingin melangkahkan kaki nya namun terhenti kala suara teriakan Nissa terdengar


BERSAMBUNG~


PIPIPIPI ARTIS MAO LEWAT😂😎


LIKE, KOMEN, VOTE, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KAN FAVORIT AGAR CEPET UP😉


SEE YOU NEXT CHAPTER😄


PAIPAI~