ARIKA

ARIKA
10



HAPPY READING


.


.


"kita masih sepasang kekasih kan? iya kan? karena kamu sendiri yang tidak memperboleh kan ku pergi"


Oktavania Lucy


.


.


.


"gue Daffa Arya G, anak dari G-" ucap Daffa terpotong


"kok lo jadi ngenalin diri lo sendiri sih?" tanya Arika


"lah kan gue mau cerita?" tanya balik Daffa


"bukan itu yang gue maksud, kayak lo pernah jatuh cinta sampai sampai lo gak mau dia pergi kek atau lo kecil nya pernah berhubungan dengan hal hal yang berbau mistis, gitu"


"gue kecil nya gak pernah berhubungan dengan yang begituan karena semasa gue kecil sangat membosan kan tapi untuk pertanyaan pertama lo gue pernah" ucap Daffa membuat Arika langsung membuka kuping nya benar benar untuk mendengarkan kisah kelam Daffa


"dulu gue....


flashback on


semasa gue kecil, gue gak pernah tuh di beri kasih sayang atau pun bermain dengan anak anak yang lain biasa lah tuan muda apalagi gue penerus perusahan daddy gue alhasil banyak yang segan main sama gue


apalagi Mommy dan Daddy gue! ngurusin bisnis, bisnis, dan bisnis tanpa tau keadaan anak nya! itu lah mengapa gue benci dengan mereka berdua!


ya sudah dari pada gue mati kebosanan akhirnya gue main sendiri di taman walaupun sendirian, anak anak yang lain hanya melihat gue sekilas habis itu sudah dia langsung pergi


sampai suatu hari gue bertemu dengan dia, dia tuh lucu, cantik dan periang aneh bukan? padahal gue masih kecil sudah tau apa arti nya cinta? orang orang bilang sih itu hanya cinta monyet, cinta yang gak bener bener tulus tapi gue tulus kok


"Daffa" jawab gue singkat, memang awal mula kami bertemu gue sangat tidak suka dengan kehadiran nya bahkan gue menampilkan wajah datar khas gue


"oh, kenalin nama aku Oktavania Lucy panggil aja vania, ini boneka ku nama nya Bear lucu bukan?" tanya nya lalu menggankat boneka beruang nya untuk di perlihatkan ke gue


"ya" lagi lagi gue menjawab nya dengan nada singkat dan mungkin terkesan datar, gue gak tau waktu itu apa perasaan nya terluka atau tidak? sampai sekarang gue nyesel, betul ya kata pepata menyesal itu datang nya di akhir bukan di awal


"kamu kenapa di sini? kok gak main sama yang lain?" tanya nya beruntun mengabaikan ucapan gue yang terkesan datar


"nggak papa"


"kalau gitu ayo main sama aku! aku juga nggak punya temen, aku selalu main sama Bear! tapi kali ini aku main sama kamu!" ajak nya senang lalu menarik paksa pergelangan tangan gue membawa gue pada tembok besar yang menjulang tinggi


petak umpet, itu lah jenis permainan yang di main kan kami saat ini hingga tak terasa hari mulai gelap karena gue terlalu menikmati permain tersebut dengan dia


lucu bukan? awal nya gue gak seneng sama dia tapi seiring berjalan nya waktu hati gue tergerak untuk melindungi nya


"Daffa Daffa janjia ya kalau udah besar bakalan nikah sama aku, terus main bareng lagi sama aku pokok nya kita harus bersama, janji" ucap Vania sambil menyodorkan jari kelingking nya


"iya janji" ucap gue lalu mengaitkan jari kelingking gue ke dia


beberapa tahun berlalu kami berdua lewati dengan bersama sama, sampai sampai sekolah pun kita bersama


dan saat itu, saat gue menginjak kelas 9 SMP gue resmi berpacaran dengan nya, akhir nya hari yang gue tunggu datang juga itu lah yang ada di pikiran gue waktu itu


BERSAMBUNG~


TERUS TERUS😮


LIKE, KOMEN, VOTE, KASIH RANTING 5, DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄


SEE YOU NEXT CHAPTER😉


BABAY~