ARIKA

ARIKA
21



QQQQQQ HAPPY READING QQQQQQQ


"Aku tak tau seberapa kelam nya masa lalu mu tapi satu. coba lah untuk berdamai dengan masa lalu mu~"


Arika Puspa Candrakranti


.


.


"emm, lalu mengapa kau tak reinkarnasi seperti keluarga mu?"


"karena aku masih ada dendam yang belum ku selesai kan di sini, bahkan bila dosa ku bertambah sekalipun aku tak peduli" ucap Nissa tenang namun terselip aura penuh kebencian sekaligus aura mencengkam di sana membuat ruangan itu mendadak berubah atmosfir menjadi sangat mencengkam


Siapa pun yang berada di sana pasti tak akan beta begitu juga dengan Arika saat ini


"eh kek nya aku kalah hahaha ternyata kamu masih hebat juga ya Nissa hahaha" alih Arika dengan tawa hambar nya, karena jujur ia tak menyukai hawa hawa semacam ini


"oke lah aku mau pergi tidur, besok ada ulangan mapel fisika ehehe" lagi lagi Arika berbohong dan langsung berjalan cepat menuju kasur nya lalu memejamkan mata nya erat erat berharap Nissa segera pergi dari sana


sementara Nissa yang sedari tadi melihat gelagat aneh dari Arika pun hanya bisa menghendikkan bahu nya acuh lantas menjentikkan jari nya untuk pergi dari sana karena di rasa tugas nya di sini telah selesai


tiga menit kepergian Nissa, Arika langsung membuka mata nya


"apa Nissa akan terus begini? terus membunuh ribuan orang yang tak bersalah sebagai pelampiasan nya? nggak! aku harus hentikan ini! agar dosa Nissa tak bertambah lagi sekaligus agar dia bahagia di sana dengan keluarga nya" gumam Arika memikirkan cara yang tepat sampai tak terasa diri nya tertidur lelap


keesokan harinya.....


"kantin bareng gue kuy" ajak Daffa membuat Arika terlonjak kaget pasal nya semakin hari entah mengapa lelaki di depan nya ini semakin terasa seperti... melindungi nya


"eemm"


tanpa babibu Daffa menarik tangan Arika dengan lembut membawa nya menuju kantin


"wih Dap lo dah ada pawang ternyata" teriak salah satu teman Daffa dengan heboh membuat Daffa dan Arika kini menjadi pusat perhatian


Daffa yang Notabene nya moswanted boy yang di puja puja oleh kaum hawa kini bergandeng tangan dengan Arika si gadis cupu nan bahan bullyan


Sontak saja kantin itu mendadak ramai akan hujatan yang di buat sekhusus khusus nya untuk Arika membuat Daffa menatap tajam teman tak bisa diam nya itu


Sementara Arika yang tak tahan diri nya di hina dan di caci maki itu pun langsung pergi dari sana


Inilah sebab nya Arika tak ingin makan di kantin bahkan uang saku nya utuh, Ia lebih memilih untuk ke perpustakaan saja yang sepi namun nyaman tak ada nama diri nya yang di caci maki


Daffa dengan sigap mengejar Arika tapi sebelum itu dia menatap tajam ke sekeliling membuat kantin seketika menjadi hening


"Eh gue salah di mana?"


"Be*o" celetuk teman Daffa yang paling datar dan dingin sama seperti Daffa namun lebih datar diri nya bahkan ia berbicara hanya sepakata dua kata selebihnya jika menurut nya tak penting ia hanya bergumam, mengangguk atau pun menggeleng


BERSAMBUNG~


AING KAMBEK:V


MINTA LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5,VOTE DAN TAMBAH KAN FAVORIT DONG😍


SEE YOU NEXT CHAPTER😉


PAIPAI~