
HAPPY READING
.
.
"Ada apa ini? mana kehidupan ku yang indah kenapa telah berubah?"
Arika Puspa Candrakranti.
.
.
.
Byurrrr.
"Udah berapa kali aku bilang jangan cari muka di depan Guru-Guru!" bentak gadis berusia 11 tahun sambil membawa ember bekas ia menyiram air busuk ke kepala Arika membuat Arika menangis dalam diam.
"Perlu bantuan?" bisik seseorang gadis pendek yang di ketahui bernama Nissa membuat Arika melototkan matanya karena terkejut bukan main.
Sebab dulu, Nissa pernah memasuki tubuhnya sudah berkali-kali dan detik itu juga siswa yang berani membully Arika hanya tinggal badannya saja. Kepalanya sudah Nissa geret menuju rumahnya membuat kedua orang tua Arika bersusah payah untuk menutupi kematian gadis yang berani membully Arika dengan cara mengngubur kepala gadis tersebut ke pohon beringgin yang amat lebat di depan rumahnya.
Glek.
Arika dengan susah payah menelan salivanya lalu mendongak menatap gadis yang telah membullynya.
"Apa liat-liat! gitu aja kamu udah ketakutan, Dasar lemah!" ejek gadis tersebut sembari menatap remeh Arika.
"Aku mohon kamu pergi dari sini!" mohon Arika menatap waspada gadis di depannya membuat gadis tersebut tertawa geli melihat Arika memohon layaknya pengemis.
"Hahaha, benar-benar gak waras kamu!" ejek gadis tersebut, tiba-tiba tubuh Arika menggeliat seperti seseorang yang habis di masuki sesuatu.
"Kenapa kamu nunduk aja? takut ya! cuman di guyur air aja takut" sambung gadis tersebut dengan nada yang masih mengejek, ia tak tau jika di depannya ini bukan Arika lagi melainkan seseorang lain.
"Hihihihi" tawa menggelegar dari Arika ralat Nissa membuat gadis tersebut bergidik ngeri, sudah sedari tadi Nissa menatap bosan pertunjukan di depannya tadi.
"Kayaknya kamu udah bosan hidup ya? baiklah biar ku bantu kamu bertemu neraka hihihi" ucap Nissa lalu berdiri dari duduknya tadi.
Pyarrr.
Dok dok dok.
Gadis tersebut mengetuk kencang pintu toilet yang kini telah tertutup rapat karena ulah Nissa tadi.
"Tolongggg! tolonggg!" teriak gadis tersebut yang kini masih berusaha mengetuk-ketuk pintu dengan keringat dingin yang bercucuran di tubuhnya.
"Makasih loh udah melancarkan aksi ku dengan cara membully ku di waktu pulang sekolah hihihi" tawa Nissa semakin menggelegar membuat nyali gadis tersebut semakin menciut.
"Kamu moster!" teriak gadis tersebut menekan kuat-kuat ketakutannya.
"Hihihi, sudah bosan aku mendengarkan ucapan itu! mungkin kamu korban ku yang ke-20 eh nggak tau deh"
Sretttt.
Tanpa aba-aba Nissa menggores leher gadis tersebut hingga kepalanya tak lagi menyambung dengan tubuhnya tentu saja nyawanya sudah hilang bak debu yang melayang.
"Hihihi, mari ku bawa untuk di jadikan hadiah kedua orang tua tersayang ku" Nissa langsung menjambak rambut kepala gadis yang telah meninggal tersebut membawanya menuju rumah, entah mengapa ketika Nissa membawa korban yang telah dia bunuh tidak ada satu pun orang yang melihatnya?
♡ TAMBAHKAN FAVORIT ♡
"Nak kamu berbuat ulah lagi?" tanya Citra kaget karena baru saja dia pulang kerja sudah di suguhi pemandangan yang tak layak menurutnya, bagaimana tak layak seorang gadis masih SD sudah memegang kepala entah milik siapa beserta bajunya yang di penuhi oleh noda darah.
"Mom, aku cuman bermain-main kok" jawab Nissa tersenyum polos dan tiba-tiba saja tubuh Arika pingsan menandahkan bahwa Arika telah kembali ke tubuh awalnya membuat Alvian langsung memeluk tubuh putri semata wayangnya tersebut agar tidak jatuh.
"Mom kayaknya kita harus memindahkan sekolah Arika lagi, Daddy akan berusaha sebisa mungkin untuk menutupi kejadian ini" ucap Alvian menyerahkan tubuh lemas Arika ke dalam pelukan Citra sementara Alvian langsung mengngubur kepala tersebut.
Beruntung keluarga Arika termasuk keluarga yang sangat berkecukupan, jadi masalah seperti ini hanya bisa di selesaikan dengan uang.
"Hihihihi, makanan lagi" senang Nissa yang tengah duduk di dahan pohon beringgin tersebut sambil memperhatikan Alvian mengngubur kepala itu.
BERSAMBUNG~
NGERI, PADAHAL AKU YANG BIKIN😆
LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
BABAY~