
Yaa...allah, jangan biarkan hatiku terikat pada sesuatu yang bukan milik ku.
BAB 6 : Mungkin salah ku bila menyimpan rasa padamu
Rasanya baru kemarin. . . Zahrah bertemu dengan wahyu. Bersenda gurau bersama, saling menyimpan perasaan satu sama lain.
Tapi tiba-tiba, ada kabar yg membuat Zahrah terkejut. Jika melihat wajah zahrah memang, bibir nya tersenyum ketika mengetahui kabar itu. Tapi, di dalam lubuk hati nya yang terdalam dia tengah menangis.
Banyak gosip yang telah tersebar, bahwa wahyu telah di jodoh kan oleh wanita pilihan orang tuanya. Dan pernikahan nya, akan di atur secepatnya.
Di dalam kamarnya zahrah menangis, zahrah sudah tak kuasa menahan tangis nya.
"Yaa allah. . . Cobaan apa yang telah kau berikan kepada hamba mu ini?, ingin rasanya ku kembali ke masa lalu. Dan menghapus semua jejak, yang di tinggal kan ust wahyu di hati ku" ucap Zahrah.
"Saat aku berdoa selain mendoakan ibu dan ayah ku, namanya selalu ku selipkan dalam doa ku" ucap Zahrah (dengan air mata yang berlinang di pipinya ).
Zahrah sadar mungkin salah nya, Mencintai seseorang yang bukan milik nya. Zahrah menggigit bibir bawah nya, saking tidak mampunya dia menahan rasa sakit nya.
Air mata itu tak henti henti nya, mengalir. Pipi zahrah yang dulu nya kering tampa minyak, kini telah basah oleh air mata.
Air mata yang Zahrah nanti nanti bukanlah air mata ini, air mata yang ingin zahrah keluar kan adalah ketika dia terharu mendengar ust wahyu mengucapkan ijab kabul untuk nya.
Zahrah tak menyangka, harapan yang selama ini ia tanamkan dalam hati nya. Berakhir, hanya dalam sekejap.
Harapan yang selama ini ia simpan, kini hanya tinggal kenangan.
Zahrah tak pernah sesekali berharap, bahwa cerita cinta nya akan berakhir seperti ini. Harapan yang sirna dalam sekejap, dan menjelma menjadi kisah cinta sebatas angan.
Dari gosip gosip yang Zahrah dengar, wanita itu adalah seorang ukhti. Zahrah berfikir sudah pasti, ia kalah dengan ukhti itu.
Dia pasti sudah mendalami agama sejak dia menganut agama islam, sedangkan zahrah baru belajar untuk memahami ajaran islam.
"Yaa allah. . . Jangan biarkan hatiku terikat pada sesuatu yang bukan milik ku " ucap Zahrah (saat tengah melaksanakan sholat tahajud ).
Hati dan pikiran zahrah sedang kacau, dia memilih untuk menghadap allah swt.
"Yaa allah. . . Tiada tempat selain engkau, untuk ku mengadu. Hanya engkau yang mampu memutar balik kan hati manusia, maka tolonglah aku. Hapus semua memori dan kenangan yang ku simpan tentang ust wahyu" ucap Zahrah.
"Hapus segala jejak, dan namanya di hati ku. Dia bukan milikku, dan aku pun tau itu. Jadi tolong, percepat lah penyembuhan luka hatiku ini. Aku tak kuasa menahan rasa sakit nya, aku tak kuat memendam ini sendiri. Tapi, kepada siapa aku akan berbagi?" Ucap Zahrah.
Kini tak ada lagi ustadz yang selalu zahrah impikan, tak ada lagi imam yang Zahrah bayangkan.
Semua hanya tinggal kenangan. . .
Tapi, zahrah tak pernah menyesal pernah mencintai nya. Dan tak pernah menyesal, pernah mengidolakan nya.
Sabar. . . Zahrah hanya bisa bersabar.
Menunggu hari esok yang lebih baik, dan membuka matanya secara perlahan.
Yang akan berusaha menerima kenyataan, meski kenyataan itu adalah awal dari rasa sakit nya.
Tak masalah mata itu di buka secara perlahan, perlahan lahan mata itu akan merasa terbiasa.
Meski itu sulit, mungkin besok atau lusa. Kenyataan itu, akan menjadi tontonan setiap hari.
Dia termasuk sosok yang hebat, meski telah jatuh ia mampu untuk bangkit lagi.
Begitu kah, Sosok Fatimah az-zahrah yang ibunya inginkan???
Entahlah. . .
Semua itu masih menjadi teka teki bagi zahrah.
Sangat sulit di mengerti, bayangkan saja ketika sosok yang coba kau hapus dari hati dan pikiran mu.
Tiba-tiba, melintas di hadapan mu.
Seolah kita tak pernah kenal sebelumnya, bagaikan orang asing yang tak sengaja kau ajak berpapasan.
Zahrah tidak mengerti, sebenarnya apa yang telah allah rencana kan untuk nya.
Kenapa saat dia meminta kepada allah, agar di buta kan hati nya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan ust wahyu.
Allah malah mempertemukan mereka berdua, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada zahrah dan wahyu.
Apakah allah telah, menguji kesabaran hati dari seorang Zahrah ?
Atau kah, allah sedang menguji kesetiaan zahrah terhadap sosok yang kelak akan menjadi imam nya ?
Zahrah terkejut dengan apa yang dia lihat, Sahara. . . Tidak mungkin.
Sahara adalah sahabat Zahrah, yang telah lama meninggalkan bandung untuk melanjutkan sekolah nya di kairo.
Selain mutiara, Zahrah memang memiliki sahabat lain bernama Sahara.
Tapi. . . Apakah zahrah tidak salah lihat?
Dia melihat Sahara berjalan berdampingan, bersama ust wahyu.
" Yaa allah. . . Dia kah sosok wanita yang akan menjadi pendamping hidup ust wahyu ?" Ucap Zahrah dalam hati.
Zahrah tak kuasa menahan tangis nya, dada nya terasa sesak melihat mereka berdua berjalan berdampingan.
"Mengapa. . . Mengapa harus dia, Mengapa ?" Ucap Zahrah (dalam keadaan berlari ).
"Sahara adalah sahabat ku, teman seperjuangan ku. Bagaimana mungkin. . . ?" Ucap Zahrah ketika ia sampai di rumahnya dan masuk ke dalam kamarnya.
"Dosa besar apa yang telah ku perbuat, sehingga engkau menurunkan cobaan seperti ini "Ucap Zahrah.
Zahrah baru menyadari bahwa ia telah melewati batas, tak baik jika dia berbicara seperti itu terhadap allah swt.
Zahrah tak masalah, jika ust wahyu akan segera di nikah kan oleh wanita yang bukan dirinya. Tetapi, zahrah tak sanggup melihat sahabatnya menikah dengan orang yang di cintai nya.
Bagaimana mungkin, Sahara menikah dengan ust wahyu. Sedangkan umurnya, masih seumuran zahrah. Apa yang telah terjadi?
Sahara adalah seorang gadis pintar, yang mampu mendapat beasiswa sehingga berkesempatan melanjutkan sekolah nya di kairo. Tapi, sangat tidak mungkin jika dia rela meninggalkan sekolah nya di kairo hanya untuk menikah di usia mudah.
Sahara bukan gadis yang seperti itu, dia adalah sosok yang berpegang teguh pada komitmen nya.
Dia tak akan pulang ke Indonesia, sebelum dia mencapai cita-cita nya. Cita-cita nya adalah, dia ingin memiliki gelar sarjana nya sebelum dia kembali ke kampung halaman nya.
Juga ingin mendirikan pesantren sendiri, dan mengangkat derajat kedua orang tua nya.
Dia tak akan berhenti seperti ini, menyia-nyiakan kesempatan nya di kairo hanya untuk menikah di usia mudah.
Zahrah berfikir, tak mungkin Sahara melakukan itu padanya. Lagi pula, dia tak akan meninggalkan sekolah nya di kairo. Hanya untuk pernikahan, yang bisa memutuskan tali harapan nya untuk mencapai impian nya.
Zahrah berfikir harus mencari tahu apa yang telah terjadi, Sahara tak boleh terjebak di pernikahan yang tak jelas kemana arah nya.
Dan zahrah tak boleh terjebak, oleh rasa sakit yang tiba-tiba mengguncang dunia nya.
Beberapa minggu kemudian, zahrah masih belum menemukan penyebab mengapa Sahara mau menikah di usia nya yang masih sangat mudah.
Hanya satu harapan zahrah. . .
Jika ust wahyu benar-benar menikahi sahabat nya itu. Dia tidak mau, ust wahyu melukai nya, sama seperti ketika dia melukai hati zahrah.
"Cukup hanya satu nama wanita yang terdaftar di hati seorang wahyu, sebagai sosok yang dia luka ii" ucap Zahrah.
"Yaitu aku. . .
Aku rela melepaskannya, demi dia yang lebih membutuhkan nya" ucap Zahrah.
"Allah tak pernah memberikan cobaan kepada hambanya, yang melampaui batas kemampuan nya. Allah selalu bisa mengukur kemampuan hambanya, sesuai cobaan yang akan dia berikan kepadanya" ucap Zahrah (sambil menatap dirinya di cermin ).