Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah
BAB 2 : Pak ustadz misterius



mungkin aku hanya bisa melihat mu Dari kejauhan, tapi percayalah untuk saat ini besok. . . lusa dan sampaikapanpun itu. . . . kau akan tetap menjadi idola ku.


BAB 2 : Pak ustadz misterius


ZAHRAH :


Selasa 06:30 (bunyi alarm ) " kok pagi nya lama banget yaa. . . kapan malam nya" ucap Zahrah, zahrah beranjak dari tempat tidurnya. seperti biasa ia lebih suka berlari ke sekolah di bandingkan di antar oleh bunda nya menggunakan mobil putih, tak sengaja seseorang yg juga berlari-lari kecil menabrak nya.


Zahrah langsung memaafkan orang itu sebelum orang itu meminta maaf, tapi tetap saja orang itu meminta maaf.


tampa melirik kanan kiri depan belakang zahrah melanjutkan perjalanan nya menuju ke sekolah, zahrah tidak tau kalau dia menjatuhkan sesuatu dari dalam tas nya.


tapi, laki-laki yg menabrak nya tadi tahu. orang itu sudah memanggil zahrah berkali-kali meski tidak tau namanya, tapi zahrah sama sekali tidak menoleh ke belakang. jadi orang itu mengambil buku kecil itu dan membawanya pulang ke rumah nya, saat sampai di rumahnya orang itu baru menyadari bahwa buku itu pasti adalah buku kesayangan gadis yg dia tabrak tadi.


meskipun hanya sekedar firasat, tapi firasat itu benar buku itu adalah buku kesayangan Zahrah. meski sebenarnya buku itu bukan buku harian, tapi zahrah sangat suka buku itu.


buku itu adalah buku tempat Zahrah menulis sajak-sajaknya, puisinya bahkan kata-kata mutiara yang manis dan pahit pun dia tulis di sana.


masalahnya adalah zahrah tidak pernah sekalipun mau menunjukan isi buku itu kepada orang lain kecuali mutiara, karena sejujurnya zahrah masih merasa malu dengan sajak dan puisi yang dia tulis akan di anggap terlalu dramatis bahasa kerennya saat ini lebay.


saat membuka lembaran pertama buku itu, dia mulai merasa kagum dengan pemilik buku itu. dia benar-benar berbeda, banyak kata-kata mutiara terselip di setiap kalimat yg dia tuliskan.


seperti halnya saat dia menuliskan biodata nya di lembar pertama buku itu, nama : Fatimah az-zahrah dan di situ tertulis ekspresi: antara tangis dan bahagia. yah. . . masih banyak lagi yg lucu tentangnya, intinya semakin di baca isi buku itu.


semakin kita ingin membuka lembaran selanjutnya, kini orang itu sudah tau gadis yang dia tabrak bernama Fatimah az-zahrah.


namanya cantik seperti orangnya, jika seandainya ia bisa langsung mengatakan nya di depan Zahrah.


di sekolah yg selalu zahrah perhatikan, hanyalah jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya. ia tidak sabar lagi ingin melihat sosok pak ustadz misterius yg membuat nya merasa kagum.


setelah pulang sekolah, zahrah sama sekali tidak terlihat lelah. ia langsung mandi bersih-bersih dan duduk membaca novel, tapi tetap saja hatinya tidak tenang. tinggal beberapa menit lagi adzan, tapi zahrah merasa itu masih sangat lama.


saking tidak sabarnya dia mau melihat ustadz itu, adzan maghrib pun tiba. setelah berbuka puasa Zahrah langsung sholat maghrib, dan setelah sholat maghrib ia langsung mengambil mukenah yg menurutnya paling bagus untuk dia pakai ke mesjid.


bundanya bahkan menjadi bingung, karena kelakuan putrinya yg tdk seperti biasa.


setelah tiba di mesjid, zahrah celingak celinguk seperti sedang mencari seseorang. matanya berpusat ke pintu masuk menuju barisan para lelaki, entah apa yang dia cari. tahu wajah ustadz itu saja tidak. Bagaimana mencarinya, lalu dia memutuskan untuk melihat barisan para lelaki.


Di dekat mimbar matanya menangkap sosok yg duduk bersila dan sedang memainkan hp nya, di dalam hati Zahrah bertanya "apakah itu sosok yg aku cari?".


kecuali kalau Zahrah sudah bisa memastikan dialah sosokyg dia cari. hanya punggung ustadz itu yg terlihat di mata zahrah, ustadz itu hanya menoleh jika seseorang manggil nya.


saat adzan mulai di kumandang kan, hati zahrah terasa begitu sejuk. apalagi ketika ustadz itu mulai mengucapkan takbir dan niat sholat tarwih berjamaah , di saat itulah Zahrah membuka hati untuk seseorang yang tidak dia kenal.


ustadz itu tiba-tiba menoleh, mengisyaratkan agar para jamaah merapat kan syaf nya. Zahrah melihat dengan jelas wajahnya, zahrah merasa wajah itu tidak asing lagi untuknya.


Entah dimana, zahrah pernah melihat wajah itu. Zahrah mencoba membuka pikiran nya, tapi tetap saja tidak bisa mengingat nya.


di sisi lain hati zahrah mulai kagum dengan ketampanan nya, wajah nya bercahaya bagaikan berkarisma.


"Mungkin aku hanya bisa melihat mu Dari kejauhan , tapi percayalah. . . untuk saat ini besok . . . lusa dan sampai kapanpun itu. . . kau akan tetap menjadi idola ku" ucap Zahrah dalam hati.


sholat tarwih berjamaah berlangsung di tengah gelapnya malam, di iringi oleh angin malam yg dingin.


sejak malam itu, zahrah telah menjadi pengagum rahasia ustadz itu. Facebook, instagram dan akun sosmed ustadz itu Zahrah stalking hingga ke akar akarnya.


Zahrah tidak menyadari,bahwa rasa kagum nya hari demi hari telah menjelma menjadi rasa suka. yang semakin hari akan mendalam, hingga tidak bisa di lenyap kan.


Zahrah menyukai ustadz itu, tampa sepengetahuan dari ustadz itu sendiri. seiring berjalannya waktu, akhirnya ia tahu nama ustadz nya itu.


wahyu. . . namanya bagus, seperti akhlak pemilik namanya. wahyu seorang lulusan madrasah alia, yg bisa menghafal 30 juz dalam al Qur'an.


menurut zahrah jaman sekarang, laki-laki yg seperti itu sangat jarang di temukan.


itu yg membuat Zahrah kagum dengan idolanya itu, wajahnya putih bercahaya bagaikan malaikat. meskipun sebenarnya, ketampanan dan kecantikan manusia tidak bisa di bandingkan dengan malaikat.


tapi, begitulah rasa kagum Zahrah terhadap wahyu. meski hanya bisa menatap nya dari jauh, rasa kagum zahrah tak pernah pudar meski hanya sedikit.


seperti novel yg sering Zahrah baca cinta dalam diam, yang menceritakan tentang sepasang kekasih halal yg berpedoman pada kisah cinta dalam diam sayyidina ali dan Fatimah az-zahrah.


"Dapatkah aku mencintaimu seperti Fatimah yang mencintai Ali dalam diam? atau dapatkah aku seperti Ali yang dapat menjaga kesucian cintanya pada Fatimah, saking sucinya cinta itu hingga setan pun tak tahu akan perasaan cinta yang Ali simpan untuk Fatimah"


itu adalah sinopsis yang tertulis di belakang buku itu.


Zahrah berkata dalam hati "Entah apakah aku mampu seperti Ali dan Fatimah yg menjaga kesucian cintanya melebihi apa pun".


karakter utama dalam buku itu bernama Zahrah dan Ali, entah mengapa dari banyak nya novel yg zahrah baca yg menjadi novel favorit Zahrah adalah buku itu.