Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah
BAB 1: ZAHRAH



PEROLOG:


ZAHRAH:


Sosok gadis berkulit sawo matang, berwajah polos berhijab dengan pakaian berantakan berlari di bawah terik sinar matahari yang panas.


dia berseragam sekolah, berpakaian putih abu-abu. seragam itu sepertinya tidak asing lagi di mata, yah. . . dia seorang anak sma.


mungkin umurnya sekitar 16 tahunan, dia berlari begitu kencang hingga pengendara sepeda motor ugal-ugalan hampir saja menabrak nya. semua orang di komplek itu mengenalnya, dia adalah anak seorang pemilik tokoh bunga bernama Anisa.


nama gadis itu adalah zahrah. meski sedang berpuasa, zahrah masih bisa lari sekencang itu. itu semua karena dia sangat takut terlambat, bukan hanya hari ini saja kemarin bahkan kemarin lusa dan hari-hari sebelumnya pun dia juga terlambat.


padahal hari ini adalah hari pertama nya masuk ke kelas 11, tapi dia masih saja terlambat.


BAB 1 : ZAHRAH


ZAHRAH :


Hari pertama masuk ke kelas 11, seperti biasanya bagi zahrah semua akan menyenangkan jika bersama mutiara. mutiara seorang gadis berkulit putih cantik dan juga pintar, begitulah penilaian zahrah terhadap mutiara.


Zahrah biasa memanggilnya dengan sebutan tia, mutiara adalah sahabat sekaligus sepupu zahrah. setelah pulang sekolah, zahrah di ajak oleh bunda nya berbuka puasa di rumah teman lamanya.


karena akhir-akhir ini banyak berita di koran bahkan di tv, mengenai orang cabul yg sering berkeliaran di malam hari. setelah bersiap-siap, zahrah dan anisa langsung berangkat ke tempat tujuan nya. Zahrah dan bunda nya akhirnya sampai, tapi zahrah merasa kesal tempat itu begitu ramai hingga seperti nya tak ada tempat duduk kosong yg terlihat.


akhirnya zahrah dan bunda nya di ajak masuk ke ruangan lain oleh Hafifah (teman bunda Zahrah ) . Tiba-tiba saja zahrah sangat ingin buang air kecil, tampa bertanya toilet nya di mana zahrah langsung pergi begitu saja.


saat sedang mencari toilet nya, bibir zahrah berkomat kamit mengucapkan berbagai macam kata kesal terhadap dirinya sendiri. di tengah kekesalan nya, dia malah tersandung oleh batu yang tidak dia lihat.


suara tawa tiba-tiba terdengar, Zahrah bangkit dan langsung mengomel kepada orang itu. ternyata yg sedang tertawa itu adalah Raihan, "dasar anak nakal itu meski sudah besar masih suka meledek ku " ucap Zahrah.


Raihan adalah teman smp Zahrah umurnya hanya sedikit lebih tua dari zahrah, zahrah tidak menyangka bisa bertemu dia di tempat ini. yg ternyata adalah rumahnya sendiri, zahrah dan Raihan berteman sudah sangat lama bisa di bilang mereka kekasih masa kecil.


tpi, zahrah sama sekali tidak pernah melihat sosok orang tua raihan. karena dulu Raihan hanya tinggal bersama nenek nya , setelah neneknya meninggal Raihan langsung meninggalkan bandung seletelah ujian nasional berakhir.


dan setelah nya Raihan tidak ada kabar lagi. setelah buka puasa bersama nya selesai Zahrah dan bundanya langsung pulang karena takut kemalaman, bisa bisa karena kekurangan tidur besok zahrah terlambat bangun lagi.


malam ini Zahrah tidak ikut ke mesjid untuk melaksanakan sholat tarwih berjamaah, karena perutnya sakit terus. tapi, setelah mendengar lantunan ayat suci al Qur'an yg di ucapkan oleh ustadz yg memimpin jalannya sholat tarwih berjamaah itu. Zahrah langsung lupa rasa sakit perutnya, hingga ia berniat besok apapun yang terjadi ia harus pergi ke mesjid.


karena selain mau sholat tarwih, Zahrah juga penasaran dengan suara misterius itu. karena sepertinya suara itu terdengar asing di telinga, Zahrah hanya ingin tahu suara siapa itu yg sangat merdu hingga bisa membuat nya kagum meski hanya dari kejauhan.


hari ini hari senin, berarti malam ini malam selasa insya allah besok aku akan pergi ke mesjid ( dengan nada suara yg bersemangat ).