
Allah tidak buta, dan tidak tidur apalagi mengantuk. Apakah mungkin, aku memang di takdir kan untuknya. Apakah kelak, aku akan menjadi kekasih halal nya. Wallahu allam.
BAB 4 : kehilangan buku kesayangan
ZAHRAH:
Setelah bertabrakan dengan seseorang yang tidak dia kenal, dan menjatuhkan buku kesayangan nya di pinggir jalan. Hari ini zahrah baru mengetahui bahwa bukunya hilang entah kemana, kejadian itu terjadi sekitar 1 minggu yg lalu. Sayangnya zahrah tidak tau hilang kemana buku itu, zahrah tidak menyadari buku itu terjatuh dari tas nya saat bertabrakan dengan orang itu.
Zahrah merasa kesal, setiap kali mencoba mencari buku itu. Tapi, tidak bisa menemukan nya. Ia terus menggali isi pikiran nya, tapi tetap saja tidak bisa membuahkan hasil.
Zahrah tidak menyadari, bahwa seseorang telah membaca isi buku itu. Selama buku itu hilang. "Jika buku itu di takdir kan untuk ku, maka buku itu akan kembali pada ku. Tapi jika buku itu memang tidak di takdir kan untuk ku, maka aku akan mengikhlaskan kepergian nya." Ucap Zahrah.
Saat tengah berbaring di ranjang nya, tiba-tiba sesuatu terlintas di benak nya. Zahrah mengingat, ia pernah bertabrakan dengan seseorang sekitar 1 minggu yg lalu. "Aaaaa....aku ingat...aku ingat, malam itu saat melihat wajah ustadz itu aku bertanya tanya. Dimana aku pernah melihat wajah ustadz itu, ternyata aku pernah bertabrakan dengan nya saat aku menuju ke sekolah". Sahut Zahrah dengan suara yg kebingungan.
Ternyata seseorang yg bertabrakan dengan zahrah hari itu, tak lain adalah ustadz itu sendiri. Apakah ini kebetulan? Atau memang sudah di atur oleh yg di atas. Entahlah. . . Karena skenario yang sesungguhnya berada di tangan Allah.
Mesjid begitu ramai, banyak orang yg datang. Suara ustadz wahyu, sangat merdu serta hafalan al Qur'an nya yg begitu fasih. Membuat semua orang kagum kepada nya, sholat tarwih berakhir tampa terasa. Begitu juga dengan sholat witir berjamaah nya, caranya memimpin sholat di sukai oleh semua jamaah.
"Entah ini perasaan apa, tapi rasanya ketika ada perempuan lain yg mendekati ustadz wahyu. Dadaku terasa sesak, bukan kah aku hanya mengaguminya?. Tapi, kenapa perasaan ku selalu tidak enak apa bila ada perempuan lain yg mencuri curi pandang dengan nya". Sahut Zahrah
Perasaan itu semakin lama, terus menjadi jadi. Hingga setiap kali Zahrah melihat ustadz wahyu, dia selalu ber istighfar. Dia tau, dirinya telah berdosa. Memandang seseorang yang bukan muhrim nya, Fatimah az-zahrah diam diam mencintai sayyidina ali tapi, tak pernah sedikitpun mau menatap wajah sayyidina ali.
"Hah...apakah saat aku bertabrakan dengan ustadz wahyu, buku itu terjatuh dari dalam tas ku?". Ucap Zahrah
"Yaa tuhan...apakah ini adalah takdir ?, benar kah takdir bisa mempertemukan seseorang dengan jodoh nya?. Tidak....tidak aku tak pantas mengatakan itu, ustadz wahyu terlalu sempurna untuk ku. Aku hanya gadis bodoh, yg belum terlalu tau soal agama. Mustahil bagi ku untuk mencintainya, aku hanya angin yg tiba-tiba melintas di kehidupan nya kemudian pergi" ucap Zahrah.
"Allah tidak buta, dan tidak tidur apalagi mengantuk. Apakah mungkin, aku memang di takdir kan untuknya. Apakah kelak, aku akan menjadi kekasih halal nya. Wallahu allam. Tapi, apakah salah jika aku mencintai salah satu hamba mu yaa...allah ?" ucap Zahrah.
Zahrah baru menyadari bukunya terjatuh ketika dia bertabrakan dengan ustadz wahyu.
"Bagaimana cara nya....agar aku bisa mengembalikan buku ini, kepada gadis yg tak sengaja ku tabrak" ucap wahyu.
Bukan hanya Zahrah yg penasaran terhadap wahyu, namun wahyu juga begitu penasaran dengan zahrah. Dalam hati seorang wahyu, dia hanya mengagumi satu wanita yaitu zahrah.
Sajak yg zahrah tulis dalam buku itu, di baca oleh wahyu tampa tersisa sedikit pun. Buku itu, membuat wahyu kagum terhadap sosok seorang Zahrah. Melalui buku itu, wahyu tau semua tentang zahrah. Zahrah menulis
Semua keterangan tentang apa yg dia sukai, dan yg tidak dia sukai di buku itu. Bukan hanya Zahrah yg berfikir bahwa wahyu terlalu sempurna untuk nya, melainkan wahyu juga memikirkan hal yg sama pada Zahrah.
Semua berjalan sesuai skenario, meski hati zahrah dan wahyu di perantara ii oleh jarak dan waktu. Tapi, hati zahrah dan wahyu terikat oleh takdir. Itulah mengapa cinta hanya bisa menunggu dan menanti, karena cinta tak bisa di paksa.