
Happy reading~
___________________________
"Kak axel! Alin disini loh"ujar alin kesal karna mereka sibuk tertawa dan melupakan dirinya. Dia kan capek berdiri:(
Mereka semua mengalihkan perhatiannya kepada alin yang sedang cemberut. Sontak saja mereka mengigit pipi dalamnya menahan gemas saat melihat wajah imut gadis itu.
"Eh iya? Alin mau apa hm? Laper?"tanya axel sembari berdiri dan berjalan menghampiri alin.
"Gak"alin menggeleng lucu
"Terus kenapa?"tanya axel lembut
Anggota aodra yang melihat sikap axel itupun menganga kagum karna baru kali ini mereka melihat sisi lembut dari sang psikopat.
"Alin mau mandi tapi gak ada baju"ujar alin sembari berjalan menghampiri gevan karena pemuda itu menarik tangannya.
Gevan mendudukkan alin ke pangkuannya dan sontak saja mereka yang melihat itu mendelik tajam namun bukan gevan namanya jika menghiraukan tatapan mereka.
Sedangkan alin hanya menampilkan raut wajah polos. Tidak ada yang tau jika gadis itu sedang mengabsen nama nama hewan dalam hatinya.
"Gevan anjing, babi, monyet, cicak, harimau, macan, kodok, ayam, kerbau, sapi, kambing, unta, semut, kumbang, ular kalajengking, paus, hiu, merpati, merak, kecoa, tokek, serigala, beruang" batin alin
"Sabar lin sabar, jangan sampe lo rusakin topeng lo sendiri sabar.
"TAPI GUE EMOSI BAJ*NGAN" lanjutnya histeris
"Kenapa hm?"tanya gevan lembut sembari mengelus pipi alin.
"Gak papa"jawab alin seraya menahan dirinya agar tidak menonjok wajah tampan pemuda ini.
"Pake baju kakak aja mau?"tanya axel kembali ke topik awal.
"Ma-
"GAK"sela mereka semua serentak termasuk anggota aodra juga, dan itu sukses membuat alin jantungan seketika.
"Gak usah teriak bisa? Alin kaget"desis axel kesal dan menatap tajam mereka, karna teriakan mereka semua menyebabkan alin terjengkit kaget.
"Eh maaf ya neng cantik"ujar rino mewakili mereka semua dan diangguki oleh alin.
"Kenapa alin gak boleh pake baju kak axel?"tanya alin dengan ekspresi bingung yang membuat mereka memalingkan wajahnya, menahan diri agar tidak mengurung gadis imut itu.
"Kita beli aja ya bajunya"ujar rendi mengalihkan pembahasan.
"Tapi lama"jawab alin cemberut.
"Gak lama kok, lagian tokonya dekat sini"ujar gevan sembari mencubit gemas hidung alin.
"Yaudah deh"akhirnya alin setuju.
"Beli sana"ujar axel menyuruh kevin
"Ikut gue lo"ujar kevin seraya menarik aldi yang sedang makan.
"KEVIN BANG-
"EKHEM"ucapan aldi terhenti saat melihat tatapan tajam semua orang kecuali alin, mengarah padanya.
"Kevin baj*ngan"lirih aldi menatap kesal kevin yang kini telah tertawa mengejeknya.
Kita kenalan dulu kali ya.
Inti Geng Aodra.
Ketua : Axel Atmaja, Putra tunggal dari keluarga atmaja yang terkenal dingin. Entah kenapa axel berbeda sendiri. Axel akan bersikap dingin kepada orang yang tidak disukainya, pemuda ini juga mempunyai sisi gelap yaitu seorang psikopat. Axel tidak akan pernah melepaskan orang yang telah berani masuk dalam kehidupannya bahkan orang itu mati sekalipun.
Wakil Ketua : Andre Putra Smith, Putra sulung dari keluarga smith yang terkenal akan ramah tamahnya, dia juga mempunyai kembaran dan satu adik perempuan. Andre mempunyai beberapa sifat, dia akan bersikap dingin jika mood nya terganggu, kadang dia akan bersifat humble jika mood nya membaik. Intinya sifat andre tergantung pada mood pemuda itu. Namun jangan sekali kali menganggu nya disaat mood pemuda itu sedang memburuk, karena akan berakibat fatal. Bahkan sahabatnya sekalipun, dia tidak akan memandang bulu jika dia sedang berada dalam emosi.
Bendahara : Rendi Adiwijaya, Putra tunggal dan pewaris satu satunya dari keluarga adiwijaya. Bersifat humoris pada semua orang, tapi percayalah, itu hanya topeng semata. Karena sosok rendi yang dikenal oleh sahabatnya adalah kejam, itulah yang cocok menggambarkan karakter rendi dari pandangan mereka. Rendi adalah anak broken home, karena orang tuanya selalu bertengkar dan papa nya selalu berlaku kasar kepada mamanya. Dan disaat umur 5 tahun, rendi yang sudah terlanjur membenci papanya itu pun langsung membunuh pria itu dengan menggunakan tangannya sendiri. Bayangkan saja anak berumur 5 tahun yang seharusnya masih asik bermain malah berlumuran darah, dan dari situlah terbentuk seorang rendi yang kejam. Orang lain tidak akan tau seberapa seram nya pemuda ini jika ada yang berani mengusiknya.
Hacker : Kevin Mahendra, Putra bungsu dari keluarga mahendra yang terkenal dengan kemisteriusan nya. Banyak orang yang penasaran dengan keluarga tersebut dan berusaha mencari tau tentang mereka. Namun baru saja mereka berniat, dan saat itulah mereka semua merenggang nyawa. Sampai saat ini tidak ada yang tau tentang keluarga itu, yang diketahui oleh publik adalah keluarga mahendra adalah salah satu pengusaha tambang. Jika untuk sifat, kevin itu seperti bunglon, bisa berubah ubah kapan saja.
Inti Geng Alaska.
Ketua : Gevan Emiliano Fernandes, Putra sulung dari keluarga fernandes, bersifat...eum..liat sendiri aja nanti hehe:v
Wakil Ketua : Adnan Adrian Mahendra, Putra ketiga dari keluarga mahendra dan sepupu dari kevin. Untuk sifat, pemuda ini cukup dingin dan misterius sama halnya seperti keluarganya.
Bendahara : Andra Putra Smith, Putra kedua dari keluarga smith dan kembaran dari andre. Walaupun mereka berdua adalah musuh antar geng, namun untuk hubungan persaudaraan, tidak pernah terganggu ataupun merenggang. Dan untuk sifat, kurang lebih seperti kembarannya.
...***...
Kini alin sedang berada dikamar nya setelah selesai makan malam. Alin yang sedang rebahan pun beranjak duduk dan termenung.
"Kayaknya gue ngelupain sesuatu deh"ujarnya
"Tapi apaan?"lanjutnya memikirkan apa yang telah ia lewatkan.
"Axel atmaja"gumam nya
"Rendi adiwijaya"
"Aldi winata"
"Gevan emiliano fernandes"
"Kevin-
"ASTAGA!!"teriak alin setelah menyadari ada yang salah, seraya berdiri dari duduknya. Untung saja kamarnya itu kedap suara, jadi tidak ada yang bisa mendengar teriakan gadis itu.
"I-itu beneran mereka?"ujar gadis itu sedikit tidak percaya.
"Tem"panggil alin
"Saya disini tuan"
"Lo tau kan isi pikiran gue?"tanya alin
"Saya tau tuan"
"Jadi?"tanya alin memastikan.
"Itu memang benar"
Alin terdiam saat mendengar jawaban sistemnya.
"Si*lan. Kenapa gue bisa ketemu mereka"ujar alin frustasi seraya memijat keningnya.
"Para antagonis bren*sek itu"desis alin kesal lalu gadis itu menghela nafasnya berat.
Ya! Pemuda yang baru saja alin temui itu ternyata adalah antagonis. Siapa yang menjadi antagonis? Semuanya. Inti aodra adalah antagonis begitupun dengan inti alaska.
Antagonis inilah yang paling alin hindari. Kenapa? Karena di novel, mereka semua akan menjadi pelaku pelecehan. Mereka semua akan mengambil keperawanan dari sang protagonis akibat terlalu obsesi pada protagonis wanita. Garis bawahi, yang mengambil keperawanan protagonis wanita bukan hanya 1 atau 2 orang saja melainkan mereka semuanya tanpa terkecuali. Kejam bukan?
"Gue harus jauhi mereka"tekad alin
"Tapi gimana caranya?"ujar alin frustasi sembari berjalan bolak balik. Sedangkan sistem hanya menatap tuannya saja tanpa berniat menghentikan gadis itu.
"Kabur"alin mengehentikan kegiatannya.
Alin menatap jam yang ada di atas nakas, jam tersebut telah menunjukkan pukul set 1 malam.
"Mereka semua udah pada tidur kali ya"gumam nya. Lalu gadis itu dengan cepat membereskan tas nya dan keluar dari kamar tersebut dengan perlahan.
Alin menuruni tangga dengan hati hati karena takut membangunkan mereka semua yang sedang tertidur di ruang tamu.
Setelah beberapa menit dia berjuang, akhirnya alin bisa keluar dari mansion itu tanpa disadari oleh orang lain.
"Akhirnya"alin menghela nafas lega saat dia menginjakkan kakinya di luar mansion tersebut.
"Gue harus kemana nih? Masa gue nge gembel"ujar alin sembari terus berjalan dan memperhatikan di sekitarnya yang sepi.
"Lebih baik anda cari apartemen saja tuan, saya kasihan melihat anda menjadi gelandangan" ujar sistem tidak bersoda.
"Anj-
Belum selesai alin mengumpat. Dia melihat seorang pemuda sekitar yang sedang dikeroyok oleh beberapa pria berbadan kekar, seperti nya mereka seorang bodyguard.
"Bantuin gak bantuin gak"ujar alin seraya menghitung kelima jarinya.
"Bantuin"lanjutnya.
"Karna gue anak yang baik hati dan tidak sombong. Mari kita pergi"ujar alin berbalik berniat meninggalkan pemuda itu, namun langkahnya terhenti kala mendengar ucapan sang sistem.
"Tuan. Katanya mau bantuin? Kenapa anda malah pergi?" Ujar sistem tidak habis pikir.
"Ck gue capek woy. Gue mau cepet cepet rebahan elah"jawab alin kesal.
"Lebih baik anda menolong pemuda itu saja tuan karena jika tidak, mungkin saja dia akan menjadi arwah gentayangan dan membalas dendamnya kepada anda karena anda tidak membantunya" bujuk sistem agar tuannya itu menolong pemuda tersebut.
"Bang*at"alin berjalan menghampiri mereka yang sedang berkelahi.
"Wih hebat juga tu orang" batin alin saat melihat pemuda itu masih bisa melawan mereka walaupun tidak sebanding dengan dirinya.
"Om ngapain?"tanya alin polos yang sukses menghentikan kegiatan mereka dan menatap alin yang kini sedang menguap.
Mereka tercengang saat melihat wajah alin. Cantik, itulah yang pertama kali muncul dibenak mereka semua.
"Kenapa anak kecil keluar malam-malam?"tanya salah satu dari mereka.
"Jangan panggil aku anak kecil paman" jawab alin melotot kesal yang malah terlihat menggemaskan dimata mereka bahkan pemuda yang sempat dikeroyok tadi tersenyum tipis saat melihat wajah kesal gadis itu.
"Terus?"tanya pria itu.
"Panggil aku alin"jawabnya tersenyum tipis. Dan tidak lama dari itu terdengar suara tembakan yang membuat mereka semua waspada.
Dengan cepat pemuda tadi menarik alin dan berlari meninggalkan pria kekar itu yang sedang kewalahan karena tiba tiba saja ada segerombolan orang berpakaian hitam yang menyerang mereka.
"Thankyouu tem" batin alin, karena tadi alin sempat meminta bantuan sistem untuk mengalihkan pria-pria itu.
"Sama sama tuan"
Alin menghentikan larinya dan diikuti oleh pemuda yang menariknya tadi.
"Hosh hosh udah hosh alin capek"ujarnya ngos ngosan.
"Kita istirahat disitu"ujar pemuda itu sembari menarik alin menuju sebuah bangku yang berada di didepan indojuni.
__________________________
Bersambung...