ALIN TRANSMIGRATION

ALIN TRANSMIGRATION
01



Happy reading~


_________________________


Di suatu tempat terdapat seorang gadis yang pingsan dan di gerumuni oleh orang-orang.


Duk


Hingga sebuah batu dapat menyadarkan gadis tersebut.


"Aw"ringisnya lalu gadis itu bangun dan duduk seraya mengelus kepalanya yang sempat terlempar batu tadi.


Duk


Lagi. Sebuah batu dilempar kearah nya tepat pada dahi gadis itu hingga menyebabkan memar.


"Aduh"ringisnya


"Siapa sih yang ngelempar batu?! Kayak gak ada kerjaan aja"ujarnya kesal lalu dia mendongak dan seketika gadis itu terdiam saat melihat banyak orang yang mengerumuni nya.


"Hahahaha"tawa seseorang yang dapat mengalihkan perhatian gadis itu.


"Lo yang ngelemparin gue batu?"ujarnya menatap tajam saat melihat seorang wanita yang sedang menggendong bonekanya dengan satu tangan, sedangkan tangannya yang lain memegang beberapa batu kerikil.


"Hahahaha"namun bukannya jawaban yang ia dapat malah sebuah tawaan.


Gadis itu mengira jika wanita tersebut sedang mengejeknya pun langsung berdiri lalu menghampirinya.


"Orang gila hahahaha"ujar wanita tersebut pada gadis tadi.


Sedangkan gadis itu yang mendengarnya pun sontak mendelik tidak terima.


"Enak aja, lo yang gila ketawa sendiri!"sarkas nya menatap tajam wanita tadi.


"Hahahahaha orang gila, orang gila, orang gila"ujar semua orang yang mengerumuni nya tadi.


Gadis tersebut tentu saja tidak terima. Jelas jelas dia waras malah dibilang orang gila.


"KALIAN YANG GILA!"teriaknya kesal


"Huuu orang gila orang gila"salah satu dari mereka melempar boneka kepada gadis tadi.


Gadis itu yang sudah terlanjur kesal pun melepaskan kedua sandal nya lalu melemparkan salah satu sandalnya kepada mereka, dan langsung saja mereka semua berlari menghindar dari lemparan gadis tersebut.


"Hahaha ayokk kejar kejar"ujar salah satu dari mereka sembari menggoyangkan pinggulnya.


"Awas lo!"gadis itu berlari mengejar mereka dengan membawa satu sandalnya.


"JANGAN LARI"teriaknya


"ORANG GILA, ORANG GILA HAHAHA"jawab mereka sembari berlari.


"LO PADA YANG GILA!!"


"SINI WOY"


"NGAPAIN LO PADA LARI HAH?! TAKUT?"


"HAHAHAHAHA GITU AJA TAKUT!! HUUUUU CEMEN DASAR ORANG GILA TERIAK GILA"lanjutnya. Gadis itu menghentikan larinya karena ia sudah merasa lelah.


"Eh apa apaan nih?!"ujarnya tersentak kaget saat tiba tiba saja beberapa pria memegang kedua tangannya.


"Bawa dia"ujar salah satu dari mereka


"GUE MAU DIBAWA KEMANA?!"teriaknya histeris saat mereka menyeretnya begitu saja.


"LEPASIN GUE!! KALIAN SIAPA SIH HAH?!"teriaknya kesal seraya memberontak agar terlepas dari mereka namun tidak berhasil.


"Kita mau pulang kerumah"ujar salah satu pria itu.


"KE RUMAH BAPAK LO?!"sentak gadis itu menatap tajam pria tersebut.


"Sepertinya gilanya kumat lagi"ujar salah satu dari mereka kepada temannya.


Gadis itu yang mendengarnya pun sontak membelalakkan matanya. Kenapa hari ini semua orang suka sekali mengejeknya gila?


"MAMAK LO GILA! BAPAK LO GILA! SEMUA KELUARGA LO GILA!!"teriaknya murka sembari menendang nendang kan kakinya pada mereka.


"ENAK AJA NGATAIN GUE GILA"


"KALO GUE GILA, LO LEBIH SINTING!!"


"LEPASIN GAK!! JANGAN DISERET KAYAK GINI DONG WOY GUE MALU" lanjutnya saat melihat beberapa orang sedang menertawakan dirinya.


"Diam"ujar salah satu pria


"DIAM GIMANA?!! INI GUE DISERET LOH HUMAN BUKAN DIGENDONG!!"jawabnya menatap kesal pada pria itu.


"LEPASIN GUE!! GUE ADUIN SAMA BO-


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, gadis itu pingsan.


"Akhirnya"mereka menghela nafas lega karena telah berhasil membius gadis tersebut.


"Sepertinya mental nya bertambah parah"ujar salah satu dari mereka.


"Benar"


"Bawa ke kamarnya"lalu mereka membawa gadis tadi ke tempat yang mereka tuju.


***


"Ayam monyet sapi kambing macan kerbau cacing babi jangkrik"ujar kesal seorang gadis yang terbaring di ranjang dengan kedua tangannya di ikat disisi ranjang.


"Kenapa gue bisa ada di rumah sakit jiwa"desisnya kesal menatap lurus kedepan.


Ya. Gadis itu adalah gadis yang sempat diseret oleh beberapa pria yang ternyata adalah perawat rsj, dan gadis itu juga adalah alin. Entah kenapa gadis itu bisa berada disana.


Tadi setelah dia sadar dari pingsannya. Alin langsung syok saat melihat sebuah papan nama yang cukup besar dengan tulisan 'RUMAH SAKIT JIWA MEDIKA' terpampang dengan jelas didepannya.


"Apa gue transportasi ya?"ujarnya ragu


"Ah masa iya sih gue perpindahan jiwa"alin menepis pikiran anehnya itu.


Alin mengalihkan perhatiannya kearah pintu kamarnya yang terbuat dari sel seperti tahanan di penjara.


"Woy bukain napa"ujarnya kepada beberapa perawat yang sedang memperhatikannya sembari menunjuk ikatan tangannya.


Bukannya menjawab, mereka malah pergi meninggalkan alin begitu saja.


"SOMBONG AMAT LO JADI LAKI!!"teriaknya kesal karena tidak ada yang menghiraukannya.


"BERISIK! DASAR ORANG GILA"teriak seseorang disamping kamarnya. Sepertinya itu adalah salah satu pasien disana.


"LO YANG GILA ANJ*NG"balasnya tidak terima.


"SAMA SAMA GILA JADI DIAM!"sentak suster disana menatap alin tajam.


"Gue gak gila!! Jelas jelas gue masih waras"alin membalas tatapan tajam suster itu.


"Lo kali yang gila!"lanjutnya


"Iya saya yang gila"ujar suster itu pasrah


Alin mengangguk puas.


Lalu suster itu masuk kedalam kamar alin dengan membawa nampan yang berisi makanan.


"Bukain dong ngab, tangan gue kebas nih"ujar alin menunjukkan tangannya yang sedang diikat.


"Gak bisa"jawab suster itu tegas


"Ck gue mau ke kamar mandi elah"ujar alin menatap sinis suster.


"Beneran ini!! Nanti kalo gue berak disini lo mau bersihin?"lanjutnya saat suster itu menatapnya menyelidik.


Suster itu yang percaya pun langsung membuka ikatan tangan alin lalu membantunya bangun dan mengantarkannya ke kamar mandi yang berada diluar kamar gadis itu.


"Jangan lama-lama"peringat suster tersebut setelah mereka sampai di depan kamar mandi.


"Hm"alin masuk ke dalam kamar mandi lalu menuntaskan hajatnya.


Setelah selesai gadis itu mencuci tangannya.


"Gue harus kabur nih"ujarnya


"Ya kali gue di sini, yang ada nanti gue jadi gila beneran"lanjutnya menatap sekelilingnya untuk mencari celah.


"Ketemu!"ujarnya girang saat melihat sebuah jendela kecil dengan kaca buram yang berada dikamar mandi.


"Ini gimana sih bukanya"ujarnya seraya berusaha membuka jendela tersebut namun tidak bisa.


"Apa gue pecahin aja ya?"tanya nya pada diri sendiri


"Tapi kalo diluar ada orang gimana?"lanjutnya ragu


"Argh ya kabur lah!"ujar alin tidak peduli apa yang akan terjadi nanti.


Yang dipikiran nya sekarang, dia harus segera pergi dari rumah sakit jiwa ini.


Pyar


Alin memukul kaca itu hingga pecah hanya dengan menggunakan tangannya. Jangan salah, alin ini pandai dalam bela diri jadi jangan heran jika gadis ini sedikit bar bar.


Langsung saja alin melompat keluar melalui jendela yang telah ia pecahkan tadi.


"Gak ada orang"alin menghela nafas lega saat tidak ada seorang pun yang berada disana. Lalu dengan cepat gadis itu berlari tidak menentu arah seraya mencari jalan keluar.


Dan setelah beberapa menit, akhirnya alin menemukan gerbang rumah sakit jiwa yang ditempatinya itu sedang terbuka.


"Itu bukan sih?"alin menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya.


"Eh iya bener"lanjutnya senang.


"Mumpung gak ada orang, gas aja lah"alin berlari dengan sekuat tenaga menuju gerbang tanpa memperdulikan tangannya yang terluka akibat pecahan kaca.


Namun belum sampai ke gerbang, alin mendengar beberapa orang berteriak kearahnya.


"BERHENTI!"sontak saja alin melihat kebelakang nya dan terlihatlah beberapa orang yang sedang mengerjainya.


"Yahh ketahuan"ujar alin gusar lalu gadis itu kembali menatap kearah depan dan terus berlari.


"Sedikit lagi"lanjutnya saat dia menyadari tinggal beberapa jarak lagi menuju gerbang tersebut.


"SATPAM! SATPAM!!"


Satpam yang sedang tertidur itupun tersentak kaget saat mendengar teriakan.


"Apa? Apa?"tanya nya linglung


"ITU KEJAR!! ADA PASIEN YANG KABUR"


"kabur?"satpam itu mengangguk


"Eh? Kabur? KABUR?! HEH! JANGAN KABUR KAMU!"lanjutnya setelah sadar apa yang terjadi. Dengan segera satpam itu mengejar alin yang telah berlari keluar dari rumah sakit jiwa, diikuti oleh beberapa perawat dan suster dibelakang nya.


_________________________


Bersambung...


Sampe sini aja hohoho:)


Btw gimana ceritanya guys?


Moga gak ngebosenin ya


See you~