ALIN TRANSMIGRATION

ALIN TRANSMIGRATION
24



Tandai typo✓


Happy reading~


________________________________


Masih diposisi yang sama, alin dan gevan saling menatap lekat satu sama lain.


"Gue kagum banget dah ama tokoh antagonis. Ganteng semua euy" batin alin


"Alin"panggil gevan tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


"Hm"alin hanya meresponnya dengan gumaman karna dia masih menikmati ciptaan tuhan yang terpampang jelas di depannya. Sayang kalo di anggurin.


"Mau ini"


"Apa?"tanya alin mengernyitkan dahinya bingung.


"Mau ini"


"Iya mau apa kak, yang jelas dong kalo ngomong. Alin bukan cenayang"ujar alin sedikit kesal karna pembicaraan gevan yang tidak jelas.


"Mau ini"gevan mengelus bibir bawah alin yang sontak membuat gadis itu menegang.


"Ini. Aku mau ini alin"alin hanya terdiam.


"Aku mau coba ini"


"Boleh ya"lanjut gevan, menatap alin polos.


Sedangkan alin menatap tidak percaya pada gevan. Bagaimana bisa pemuda datar ini bisa mempunyai wajah polos melebihi dirinya.


Ck tolonglah. Alin tidak kuat jika melihat yang lucu-lucu seperti ini.


"Alin boleh ya"lagi lagi alin terdiam tidak percaya. Seorang gevan merengek? Walaupun sedikit, tapi alin masih mendengarnya dengan jelas.


"Gak boleh"tolak alin.


Enak saja, bibirnya masih perawan dan dia enggan sekali melepaskan keperawanan bibirnya itu.


"Boleh ya"em..sepertinya gevan akan memaksa.


"Sebentar aja"gevan menangkup wajah alin dengan kedua tangannya dan menatap melas?


"Gak mau kak"alin masih tetap pada pendiriannya.


"Yaudah"ujar gevan lalu pemuda itu langsung menutup matanya tanpa melihat ekspresi alin melongo.


"Ngambek?" Batin alin tidak percaya.


"Astagaaa kok gevan jadi gemesin gini sih ah elah"lanjutnya sedikit kesal.


"Sadar lin sadar!"alin menepuk pelan pipinya.


Lalu gadis itu ikut menutup matanya bersiap untuk tidur.


Baru saja alin menutup matanya, bahkan 1 menit saja belum sampai. Gadis itu langsung membuka matanya lebar lebar saat merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya.


Dan terlihatlah gevan yang sedang menciumnya tanpa membuka matanya, seperti sedang menikmati kegiatannya ini.


"Gue gak nyangka rasanya bakalan secandu ini" batin gevan sedikit tidak percaya.


Alin terdiam kaku. Dia tidak tau ingin bertindak bagaimana karna ini adalah pertama kalinya.


Tidak! Tidak! Dia tidak boleh terlarut dalam ciuman ini. Bisa gawat nantinya.


"Emh"alin memukul dada gevan menyuruh pemuda itu melepaskan. Namun itu hanyalah sia sia.


Tidak ada cara lain selain mengigit bibir pemuda itu.


"Shh"ringis gevan setelah melepaskan ciumannya.


"Kenapa digigit?"tanya gevan menatap heran pada alin yang sedang menormalkan deru nafasnya.


"Kenapa dicium?"alin berbalik tanya dengan tatapan tajam.


"Karna penasaran sama rasanya dan ternyata enak"jawab gevan santai.


"Mau lagiii"lanjutnya dengan antusias.


Sedangkan alin menganga tidak habis pikir pada pemuda ini. Apakah tokoh antagonis memang tidak ada yang waras? Tolong pertemukan lah alin dengan manusia yang sedikit waras diantara mereka. Walaupun sedikit, alin akan tetap mensyukuri itu.


"Gak"alin menatap tajam gevan.


"Sekarang kakak turun, alin mau tidur"titah alin namun dihadiahi gelengan kepala oleh pemuda itu.


"Gak mau. Mau sama alin disini"ujarnya


"Gak bisa. Kakak tidur dibawah sana"ujar alin tegas.


"Gak mau, gak mauuu. Pokoknya gak mauu, mau nya sama alin"rengek gevan.


Sedangkan alin menganga lebar saat melihat sikap langka untuk seorang gevan.


"Tutup lah mulut anda itu tuan, nanti anda tersedak nyamuk" ujar sistem menyadarkan alin.


"Tapi alin gak mau tidur sama kakak"ujar alin yang malah membuat gevan menunduk sedih.


Alin yang melihat itu menjadi sedikit tidak tega. Tapi dia harus tetap tegas.


"Hiks"alin melebarkan matanya saat mendengar satu isakan yang lolos begitu saja dari pemuda didepan nya ini.


"Kak-


"Mau tidur sama alin hiks"gevan mendongak menatap sedih alin.


Alin menatap kaget gevan yang kini telah berderai air mata. Entah sudah ke berapa kalinya alin kagum dengan sikap gevan yang sekarang. Ini sangat diluar nalar!


"Alin"panggil gevan menyadarkan gadis itu.


"Hah"alin menatap linglung gevan.


"Tidur sama kakak aja ya"oh no! Sekarang gevan malah mengeluarkan puppy eyes nya.


Kalo gini caranya alin tidak bisa dan tidak tega menolak gevan.


Akhirnya gadis itu mengangguk pasrah.


"Yey sayang alin banyak banyak"gevan langsung memeluk erat alin.


Muahh


Gevan mencium bibir alin secepat kilat. Dan sebelum gadis itu marah padanya, gevan langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher alin.


Sedangkan alin masih terdiam mencerna kejadian barusan yang menimpanya tadi.


"Hiks bibir gue udah gak perawann tem"


"Yang sabar tuan. Saya juga ikut berbelasungkawa karna perginya si perawan"


"Sistem gila gak jelas lo" cibir alin


"Apa lagi salah saya sekarang?" Batin sistem menghela nafas sabar.


Tanpa alin sadari, gevan tersenyum licik dalam pelukannya.


"Kayaknya cara ini berguna" batin pemuda itu.


...***...


Pagi ini, alin telah berada di apartemennya yang baru.


Berkat bantuan sistem yang membius inti aodra dan alaska, jadi dia bisa pergi dengan mudah.


Alin masih dengan santainya rebahan sembari menonton drakor dari laptopnya yang baru saja ia beli.


"Gue mau pindah sekolah tem"ujar alin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Sepertinya itu lebih baik tuan"


"Lo ada rekomen?"


"Star high school termasuk sekolah yang paling bagus di sini tuan. Apa anda tertarik?"


"Boleh deh. Langsung daftarin gue ya tem"


"Baik tuan"


"Tem lo beneran udah kunci semua data gue kan? Dan jangan sampe mereka semua nemuin gue" ujar alin memastikan.


"Tenang saja tuan, telah saya lakukan sesuai dengan permintaan anda"


"Bagus deh"


"Oh iya tuan, saya sudah mendaftarkan anda di SHS. Besok lusa anda bisa sekolah" alin mengangguk paham.


"Satu lagi tuan, besok anda harus kesana untuk mengambil seragam" lagi lagi alin mengangguk.


"Apakah anda tidak bosan disini terus tuan" ujar sistem menatap malas tuannya.


"Mager" jawab alin singkat. Sedangkan sistem hanya bisa menghela nafas pasrah.


...***...


Mereka semua menatap tajam seorang pemuda yang telah tersungkur dengan wajah babak belur akibat pukulan yang mereka berikan padanya.


"Kemana alin?!"tanya adam sembari menahan amarahnya pada kenzi yang telah tersungkur lemah di bawahnya.


Tadi mereka semua ingin menemui alin dikamar gadis itu, namun bukannya bertemu dengan alin, mereka malah menemukan kenzi yang terbaring dilantai.


Saat ini mereka semua masih dikamar alin dan menginterogasi pemuda itu.


"Dia pergi opa"mereka semua langsung membulatkan matanya saat mendengar ucapan kenzi.


"BAGAIMANA BISA KENZI?!"bentak aris menatap tajam kenzi.


"Aku gak tau pa. Aku mau nahan alin tapi gak bisa karna tiba tiba aja aku jatuh terus aku gak inget apa apa lagi setelah itu"jelas kenzi.


"ARRGHHH SIALAN"teriak adam murka.


"BAGAIMANA AKU BISA MENJALANKAN RENCANA KU JIKA GADIS ITU SAJA SUDAH PERGI!!" Sepertinya adam saat ini benar benar marah.


Sedangkan yang lain hanya menatap datar.


"Rencana? Rencana apa?"tanya abel tidak mengerti.


Abel langsung pergi ke kamar alin saat dia mendengar teriakan opa nya.


Mereka semua yang mendengar suara abel itupun langsung menatapnya.


"Abel? Kamu ngapain disini?"rindi menghampiri abel dengan langkah yang terburu buru.


"Rencana apa yang kalian maksud ma?"tanya abel bingung.


"Bukan apa apa"jawab tanti


"Masuk ke kamar mu abel"titah adam


"Tapi-


"MASUK SEKARANG!" Bentak adam yang membuat abel bergetar ketakutan karna baru kali ini dia melihat opa nya semarah ini.


Rindi dan tanti langsung menarik abel keluar dari kamar itu sebelum adam benar benar bertindak lebih.


"Leon"panggil adam.


Leon menghampiri adam dengan wajah datar andalannya.


"Cari alin sampai ketemu dan culik dia"ujar adam


"Tapi jika dia berontak"adam tersenyum dingin


"Bunuh gadis itu"mereka semua terdiam saat mendengar ucapan adam.


"Ayah, apakah ini tidak terlalu cepat?"tanya aris heran.


"Tidak! Aku tidak peduli lagi dengan keluarga kandung nya itu. Karna gadis itu telah bermain main denganku maka jangan salahkan aku jika dia kehilangan nyawanya"ujar dingin adam lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Pyar


Mereka yang masih terdiam langsung menoleh dengan cepat kearah seorang pelayan yang sedang menunduk dengan tubuh bergetar ketakutan.


"M-maaf tuan"ujarnya terbata bata.


"Steven"titah aril


Dor


Steven langsung menembak pelayan itu dengan wajah datarnya.


"Sepertinya sudah saatnya kita menghabisi seluruh mata mata dari pria brengsek itu"ujar aril.


"Lakukan lah tugas mu arthur"lanjutnya


"Hm"arthur pergi meninggalkan mereka dan menjalan kan tugasnya.


Sedangkan aris hanya menampilkan wajah dinginnya. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu.


...***...


Di markas aodra.


"ARGHHHH SIALAN!! CARI ALIN SEKARANG!"


Pyar


Teriak gevan lalu membanting ponselnya yang masih tersambung dengan bawahannya.


Eh btw, suara bantingan hp gitu yak? Hp nya tu smpe hancur gitu loh:) makanya aku buat suaranya kayak gitu aja. Dan dengan bodohnya aku malah banting hp sendiri buat dengerin suaranya😭untungnya aku banting dikasur.


Oke. Back to topik


Ketika gevan terbangun dari tidurnya, pemuda itu langsung panik saat tidak menemukan keberadaan alin. Dengan amarah yang memuncak dia membangunkan teman temannya yang langsung bereaksi sama dengannya.


Sudah berapa kali kevin berusaha melacak keberadaan gadis itu namun tetap tidak bisa ditemukan. Begitupun dengan aldi.


Sebenarnya kemana alin sekarang.


Marah, sedih dan khawatir menjadi satu. Itulah yang mereka rasakan saat ini.


"Sepertinya kau sangat senang melarikan diri baby"lirih axel dingin.


Sedangkan yang lainnya telah berlari mencari alin yang mungkin saja tidak akan mereka temukan karna keberadaan gadis itu telah disembunyikan oleh sang sistem.


...***...


Keesokan harinya. Sesuai dengan permintaan sistem, alin telah bersiap siap untuk menuju sekolah barunya.


Skip perjalanan.


Alin telah sampai di SHS. Tapi gadis itu masih setia berada didalam mobilnya. Ya, alin memang sengaja membawa mobilnya.


Alin membuka ponsel dan mengeluarkan kartunya lalu ia patahkan kartu tersebut. Setelah itu dia ganti dengan kartu yang baru saja ia beli.


Alin sengaja membuang kartu lamanya agar orang-orang yang kurang belaian darinya itu tidak bisa menghubunginya.


Tanpa alin sadari, ternyata mobilnya menjadi pusat perhatian dari awal gadis itu masuk ke pekarangan sekolah, dan kebetulan semua murid sedang jam istirahat.


Mereka semua menatap penasaran pada mobil alin yang terlihat cukup mahal.


Setelah menyelesaikan urusan hp nya, alin langsung keluar dengan tas selempang yang tersampir dengan indah di bahu nya.


Sedangkan semua orang langsung menahan napas saat melihat gadis cantik ah tidak, sangat sangat cantik itu turun dari mobil tersebut dengan pandangan polos yang malah membuat mereka memekik gemas.


Masih dengan hp yang ia pegang, alin mengedarkan pandangannya, melihat semua orang yang sedang menatapnya syok, kagum, gemas dan berbagai pandangan yang mereka tujukan untuk gadis itu.


Tanpa mencari perhatian lebih, alin berjalan menuju ruang kepsek dengan bantuan sistem.


"KYAAAAAA DIA SIAPA?! KOK BISA IMUT KAYAK GITU ANJIR!!"


"Anak baru deh keknya"


"Subhanallah masyaallah astagfirullah ALLAHU AKBAR!!"


"Anjrot bisa bisanya gue mimisan ah elah dasar hidung baperan"


"OTW GUE GEBET!!"


Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka kearah pemuda yang berteriak tadi. Siapa yang tidak tau dengan pemuda itu? Seorang badboy SHS sekaligus raja buaya dari segala buaya. Kalo bahasa yang lebih kerennya tu 'playboy'


Sedangkan para teman pemuda itu sudah menatapnya tajam.


"Jangan yang ini deh gas"ujar salah satu temannya yang bernama saga menatap sinis pemuda tadi yang diketahui bernama agas.


"Kenapa?"tanya nya heran.


"Karna dia terlalu lugu buat lo yang brengsek"ujar temannya yang lain dengan santai, bernama Erga.


"Erga anjing"umpat agas kesal lalu menendang bokong erga dan pergi dari sana.


"YANG NGAMBEK ANAK BABI!"teriak saga pada agas yang belum terlalu jauh dari mereka.


"YANG TERIAK ANAK ANJING!!"balas agas sembari menunjukkan jari tengahnya pada saga yang telah mendelik sinis.


"KALIAN ITU GAK ADA BEDANYA"timpal erga


Saga mengernyitkan dahinya bingung, begitupun agas yang sudah menghentikan jalannya.


"SAMA SAMA NAJIS HAHAHA"Lanjutnya lalu ngacir berlari meninggalkan kedua temannya yang kini terdiam.


"ERGA!!"teriak mereka berdua, lalu berlari mengejar pemuda itu yang masih setia tertawa di sela sela larinya.


Para siswa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya maklum saat melihat tngkah abnormal dari ketiga badboy itu.


Mereka sudah terbiasa~


_________________________


Bersambung...


klik 👍