
Happy reading~
_____________________________
"BERHENTI!"
Alin yang masih berlari itupun sontak melihat ke belakangnya, lalu gadis itu membulatkan matanya saat melihat orang yang mengejarnya kini malah bertambah anyak.
"HUAAAAAA KALIAN NGAPAIN NGEJAR GUE"teriak alin seraya berlari.
"TANGKAP DIA PAK! DIA PASIEN SAKIT JIWA"teriak mereka kepada bapak bapak yang sedang gotong royong tepat didepan alin.
"GUE GAK SAKIT JIWA WOY!"balas alin tidak terima.
Sedangkan bapak bapak yang gotong royong itupun menghentikan kegiatan mereka dan mengepung alin.
Alin berhenti berlari karena dia telah terkepung.
"Hayoo mau kemana kamu"ujar salah satu bapak bapak itu.
"Pak, saya gak gila"ujar alin meyakinkan
"Kamu pikir saya bodoh-
"Ya emang"sela alin
Mereka yang mendengar itupun hanya bisa menahan tawa. Sedangkan bapak tadi mendengus kesal.
"Sekarang kamu pulang ya"ujarnya lembut
"Pulang kemana? Rumah sakit itu?"tanya alin dan diangguki oleh mereka.
"Ogah!"sentak nanad menatap sinis petugas rumah sakit jiwa yang baru saja sampai.
"Gue kagak gila. Yang gila tu lo pada!"ujarnya menatap tajam mereka.
"Ayo pulang"ujar salah satu petugas rsj sembari menarik tangan alin dan dibantu oleh yang lain.
"LEPASIN! GUE GAK GILA BE*O"teriak alin kesal seraya memberontak.
Mereka tidak menghiraukan teriakan alin dan tetap menarik gadis itu agar kembali.
"Kayaknya gue gak ada cara lain lagi selain keluarin kekuatan gue yang sebenarnya" batin alin
1
2
Alin menghitung dalam hati untuk memulai aksinya.
3
Dugh
Bugh
Bugh
Bagh
Bruk
Bruk
Brak
Alin mulai menghajar mereka semua, dimulai dari menendang kepala salah satu petugas itu menggunakan kakinya. Bagaimana bisa? Ya tentu saja bisa, seorang alin tidak perlu diragukan lagi.
Lalu dia mulai memukul mereka. Semua orang yang melihat itupun ternganga kagum. Bahkan ada yang terjatuh dari motor karena alin melempar seseorang begitu saja kearah motornya.
"Orang gila dilawan"ujarnya angkuh kepada mereka yang terbaring dijalan sembari tersenyum remeh.
"Eh?"alin terdiam saat menyadari ada yang salah dari ucapannya tadi.
"TANGKAP"teriak bapak bapak tadi.
"HUAAAAA"alin kembali berlari saat bapak bapak itu mengejarnya.
Kenapa alin tidak menghajar mereka juga? Ck gini gini alin juga masih tau sopan santun sama orang tua. Dia tidak ingin kena azab nantinya jika dia memukul para orang tua itu, jadi cara satu satunya yaitu kabur.
"Kenapa gue jadi buronan gini sih"ujarnya frustasi disela sela larinya.
"Gak bisa gini terus, gue harus cari tempat buat ngumpet"ujarnya sembari menatap sekelilingnya.
Perhatian gadis itu tertuju pada sebuah tempat sampah yang cukup besar.
"Ya kali gue ngumpet disitu"alin bergidik jijik
"CARI DIA"alin tersentak kaget saat tiba tiba saja orang-orang yang sedang mengejarnya berada di sekitarnya.
Lalu dengan cepat gadis itu masuk ke tempat sampah tanpa memperdulikan rasa jijiknya. Yang dipikirannya sekarang, jangan sampai dia kembali ke rsj itu lagi.
"Huek huaaa bau banget hiks" batin alin menangis
"Disini gak ada"ujar salah satu dari mereka
"Mungkin dia lari kesana"
"Ayo"lalu mereka pergi dari tempat alin berada.
Setelah mereka pergi, alin langsung keluar dan memuntahkan isi perutnya.
"Huek"
"Bau banget hiks huek"
Diproses...
10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%
"Hai tuan"
"Eh kodok kodok"
Bruk
Alin terjungkal kebelakang lantaran ia kaget saat tiba tiba saja sebuah layar hollogram muncul tepat didepannya.
Alin memegang jantungnya yang berdetak dengan cepat dan menatap aneh ke arah hollogram tersebut.
"Apaan itu"ujarnya aneh
"Perkenalkan tuan, saya sistem 01 yang akan menemani anda di dunia ini"
"Sistem? Sistem apaan? Terus ini dunia apa? Kenapa gue bisa disini? Atau gue beneran transportasi?"tanya alin beruntun.
"Bertanyalah satu satu tuan dan yang benar itu transmigrasi bukan transportasi" sistem menatap malas alin
"Hehe"
"Anda memang transmigrasi tuan"
"Ke dunia novel"lanjut sistem dengan cepat saat dia melihat tuannya ingin berbicara.
"Novel"ujar alin tidak percaya.
"Novel apaan? Soalnya banyak novel yang gue baca"lanjutnya bingung.
"Love for abel" jawab sistem
"Cerita cewek menye menye itu?"tanya alin tidak percaya
"Benar tuan"
"Arghh kenapa harus novel itu si! Enek banget gue liat cewe menye menye kek gitu"ujar alin kesal
"Tenanglah tuan. Anda bisa menghancurkan alurnya"
"Beneran?"tanya alin berbinar
"Tentu saja tuan"
"Gue suka nih kayak gini"ujarnya seraya menyeringai.
Sistem yang melihat itupun menjadi sedikit takut.
"Ekhem. Tuan, apakah anda ingin melihat biodata?"
"Biodata? Boleh deh"jawab alin.
Permintaan diproses...
Ting
...BIODATA...
...Nama : Alincya Evalina A...
...Umur : 16 Tahun...
...Peran : Figuran...
...Kecantikan : 0%...
...Keimutan : 0%...
...Daya tarik : 0%...
...Kepintaran : 0%...
...Kelicikan : 0%...
...Kesehatan : 10%...
...Keahlian : Bela Diri...
...Poin : 5000...
Alin yang melihat biodata itupun sontak melongo.
"Sejelek apasih gue"gumamnya
"Lo ada kaca gak tem?"
"Ada tuan"
"Tunjukkin"
"Baik tuan"
Permintaan diproses...
Ting
Kulit hitam kusam yang penuh dengan jerawat, lalu rambut hitam gimbal (kayak limbat gitu), bibir pecah pecah, kantong mata yang terlihat dengan jelas dan hitam seperti panda.
"Itu adalah anda tuan" ujar sistem malas.
"Jelek banget tem"lirihnya
"Eh eh tuan, anda tenang saja. Anda bisa menaikkan presentase kecantikan anda" ujar sistem gelagapan saat melihat mata alin telah berkaca kaca.
"Gimana caranya?"tanya alin, karena sejujurnya dia tidak pernah membaca novel genre fantasi apalagi dengan adanya sistem seperti ini.
"Anda bisa menukarkannya dengan poin tuan. 10% kecantikan sama dengan 10 poin dan itu berlaku untuk semuanya kecuali keahlian karena keahlian akan terisi dengan sendirinya saat anda menjalankan misi" jelas sistem.
"Wahh"alin menggeleng takjub saat mendengar penjelasan sistem.
"Eh iya, lo tadi bilang misi? Maksudnya itu apa?"tanya alin bingung.
"Anda akan mendapatkan misi harian tuan dan setiap anda melakukan misi tersebut, anda akan mendapatkan poin tambahan dan hadiah yang lainnya" alin mengangguk paham.
"Anda juga bisa menukarkan poin dengan uang, 1 poin senilai dengan 1 juta" lanjut sistem
"Bisa kaya dong gue"ujar alin tercengang
"Tentu saja tuan" ujar sistem sombong.
Alin yang melihat itupun hanya memutar bola matanya malas.
"Wah gue baru sadar, ternyata namanya ada alinnya juga sama kayak nama gue"ujar alin menatap layar hollogram yang masih menampilkan biodata dirinya.
"Eh tem, kalo A itu apa?"tanya alin mengernyitkan dahinya bingung.
"Itu adalah marga dari tubuh yang anda tempati sekarang tuan"
"Nih orang masih punya keluarga?"tanya alin memastikan
"Benar tuan"
"Terus keluarganya mana?"
"Kalo itu, anda harus mencarinya sendiri tuan" alin mendengus kesal saat mendengar jawaban dari sistemnya itu.
"Tem, tambahin semua presentase jadi 40% kecuali kesehatan jadiin 20% aja dan kepintaran jadiin 50%"ujar alin.
"Apa anda yakin tuan? Karena batas maksimal kecantikan didunia ini hanya sampai 30% saja tuan dan itu pun tidak ada yang mencapainya" ujar sistem ragu
"Bagus dong. Lagian gue pengen cosplay jadi ppg tem"balas alin
"Ppg? Apa itu tuan?" Tanya sistem bingung
"Polos polos gembel"ujarnya santai
"Eh gemoy maksudnya"ralat alin cepat saat melihat sistemnya seperti menahan tawa.
"Baiklah tuan"
Permintaan diproses...
Seketika sebuah cahaya mengelilingi tubuh alin hingga dia yang tadinya duduk, kini telah berdiri berkat cahaya tersebut.
Tidak lama cahaya itupun menghilang dan menyisakan gadis cantik serta imut layaknya seorang peri mungil.
Ting
...BIODATA...
...Nama : Alincya Evalina A...
...Umur : 16 Tahun...
...Peran : Figuran...
...Kecantikan : 40%...
...Keimutan : 40%...
...Daya tarik : 40%...
...Kepintaran : 50%...
...Kelicikan : 40%...
...Kesehatan : 20%...
...Keahlian : Bela Diri...
...Poin : 4.790...
"Sudah tuan"
"Kaca tem"
"Baik tuan"
Permintaan diproses...
Ting
Alin langsung tercengang saat melihat dirinya dicermin.
Bagaimana tidak, tubuh mungil berkulit putih bersih, pipi tirus yang terlihat halus, alis yang tertata rapi, bulu mata lentik, hidung mancung serta bibir merah alami yang berbentuk love. Definisi sempurna bukan?
"Ini gue?"tanya alin masih tidak percaya seraya menyentuh wajahnya.
"Tentu saja itu anda tuan, memangnya siapa lagi"jawab sistem malas.
"HUAA CANTIK BANGET! INI MAH OPLAS AJA KALAH"teriak alin senang yang menyebabkan sistem terjengkit kaget.
"Untung tuan" batin sistem sabar
"Tem, lo bisa rubah penampilan gue gak? Ya kali cewek seseksoy gue pake baju gelandangan kayak gini"ujar alin setelah menyadari ternyata dia masih memakai pakaian pasien rsj yang telah terisi banyak noda.
"Bisa tuan, tapi harus mengurangi poin anda"
"Berapa emangnya?"tanya alin penasaran
"100 poin tuan"
"Mahal banget"alin mendelik sinis
"Di dunia ini tidak ada yang murah tuan -_-"
"Ck yaudah deh gak papa"
Permintaan diproses...
Ting
...BIODATA...
...Nama : Alincya Evalina A...
...Umur : 16 Tahun...
...Peran : Figuran...
...Kecantikan : 40%...
...Keimutan : 40%...
...Daya tarik : 40%...
...Kepintaran : 50%...
...Kelicikan : 40%...
...Kesehatan : 20%...
...Keahlian : Bela Diri...
...Poin : 4.690...
Sekarang alin memakai baju kaos hitam lengan pendek yang tergulung lalu celana jeans panjang berwarna putih yang bagian bawahnya digulung dan rambut coklat dikepang dua, serta sepatu snakers putih. Baju alin bagian depan dimasukkan ke dalam celana sedangkan bagian belakangnya dibiarkan keluar. Oh jangan lupakan tas selempang kecil berwarna pink tersampir dibahunya.
"Perfect"ujar alin puas saat melihat penampilannya dari cermin yang ditunjukkan oleh sistem nya.
"Tem tukar poin gue, jadiin uang 1M gue mau cari apart"ujar alin
"Baik tuan"
Permintaan diproses...
Ting
"Uang 10 juta sudah ada di tas anda tuan sedangkan sisa nya berada di atm dan sandinya adalah tanggal lahir anda tuan" ujar sistem
"Oke makasih sistem baikk"ujar alin senang
"Sama sama tuan cantik" jawab sistem meniru alin
Lalu alin berjalan dengan riang sesekali gadis itu melompat disela sela jalannya, dan itu tidak luput dari penglihatan mereka yang sedang berada disana.
Huaaaa lucu banget
Buset ada anak sd nyasar cuy
Dia anak ilang bukan sih? Kalo iya mau gue culik aja sekalian
Dih bibit bibit kriminal lo
Dek jadi anak tante aja yok
Ikut om aja dek
Pah! Jangan jadi om om pedo deh!
Dll
Ucapan kagum dari mereka tidak dihiraukan oleh gadis itu.
Alin berhenti kala mengingat sesuatu.
"Eh cari apart dimana sih tem"tanya nya bingung
"Saya akan menunjukkan jalannya tuan dan lebih baik anda berbicara dengan saya lewat batin saja jika anda tidak ingin dianggap sebagai orang gila untuk kedua kalinya" jelas sistem sedangkan alin hanya mendelik sinis pada layar hollogram didepannya itu.
Alin melanjutkan jalannya sembari bersenandung ria. Sepertinya suasana hati gadis itu menjadi lebih baik setelah mendapat uang dadakan dari sistemnya.
______________________________
Bersambung...